Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 47


__ADS_3

Hari minggu adalah hari keluarga.


begitu juga untuk keluarga Smith, Marcello selalu mengosongkan waktunya di hari minggu untuk bersama dengan keluarga nya.


seperti minggu minggu yang lalu, ketika ada waktu senggang, Citra dan Bella selalu menyibukkan dirinya di dapur, mulai dari masak makanan pokok hingga membuat berbagai macam kue, dan hasilnya akan mereka bagikan kepada keluarga panti.


Citra dan Bella yang sedang sibuk berkutat di dapur bersama bibi disana sedangkan Marcello nampak diam mengamati setiap gerak dan langkah putri serta istrinya seperti juri, ia juga selalu saja berkomentar walaupun sebenarnya Marcello tak paham masalah dapur.


namun hal itu menjadi nilai tersendiri bagi nya, karena bisa bercengkrama tertawa bahagia bersama keluarga kecilnya.


"bagaimana dad? " tanya Bella sembari menyuapi Marcello kue buatannya.


"lumayan, bisa juga nih anak daddy bikin kue nya" ucap Marcello setelah menelan habis kue yang ada di mulutnya.


"iya lah, kan mommy yang ngajarin " seru Bella


"yaudah aku mau lanjutin masak masak lagi dad, tinggal sedikit lagi selesai" sambung Bella.


"iya sana segera di selesaikan, biar kamu sama mommy bisa lekas istirahat " ucap Marcello.


"siap dad. "


🌴🌴🌴


Pukul 14,00 WIB


Setelah selesai masak dan beristirahat.

__ADS_1


Marcello, Citra dan Bella memutuskan untuk segera pergi ke panti dan di antar oleh pak Ujang.


"makasih ya dad, udah mau nerima keluarga aku. bahkan daddy juga memfasilitasi keperluan anak anak di panti" ucap Citra kepada Marcello


"sama sama sayang, tidak perlu nerterima kasih, karena mereka juga keluarga daddy juga " ucap Marcello memeluk istrinya dari samping.


ehheemm..


deheman Bella membuat Citra dan Marcello menyudahi acara mesra mesraannya.


"aduh daddy sama mommy, inget, kalian di dalem mobil sekarang, bisa bisa nya mesra mesraan di mobil, di depan anaknya pula. " gerutu Bella pura pura ngambek.


"ish, kenapa anak daddy sekarang jadi pencemburu sekarang " ucap Marcello terkekeh


"bukan cemburu dad, tapi ingatlah perasaan anakmu yang tak bersama kekasihnya sekarang ini, lalu dengan siapa Bella bisa mesra mesraan, sama pak ujang gitu? "


Bella menutup mulut nya, Bella rasa ia telah keceplosan berbicara mengenai dirinya yang sudah memiliki kekasih. tentu ia takut jika tak di perbolehkan berpacaran apalagi berpacaran dengan rekan bisnisnya.


"jadi kamu udah jadian Bell? " tanya Citra yang mulai kepo


"jadian apaan, sama siapa, enggak kok" elak Bella gugup.


"kamu punya pacar sayang? " kini ganti Marcello yang bertanya.


"eemm.. engg.. " belum selesai Bella berbicara, Citra segera memotong perkataan Bella


"kamu pacaran sama kak Gilang ya? " tanya Citra menaik turun kan alisnya

__ADS_1


"eemmm.... " citra semakin gugup, ia tak tahu harus berkata apa. pikirannya buntu, padahal apa yang di takutkan oleh Bella belum tentu terjadi.


"sebentar sebentar, Kak Gilang? " tanya Marcello "jangan bilang kalau kak gilang yang di maksud mommy mu adalah kak gilang sahabat mommy mu, rekan bisnis daddy? " tanya Marcello


"ii...iyaa dad, he hee" ujar Bella nyengir.


"kenapa tidak memberi tahu daddy? " tanya Marcello kepada Bella.


"Bella takut kalau daddy marah." jawab Bella pelan.


belum selesai perbincangan mereka mengenai Bella yang sudah memiliki kekasih, mobil yang mereka naiki telah sampai di pelataran panti.


Citra dan Bella masuk rumah terlebih dahulu dan di susul oleh Marcello dan pak ujang di belakang mereka sambil menenteng makanan yang mereka bawa.


"taruh disana saja dad " ucap Citra menunjuk meja makan yang ada di dapur.


tak butuh waktu lama, barang barang yang mereka bawa satu persatu telah mereka bawa masuk ke panti.


Citra dan Bella kininsedang bersama anak anak panti yang telah belajar bersama mereka. sedangkan Marcello memilih duduk mengamati istri dan anaknya tersebut.


"silahkan di minum tuan " ucap bu Fatma sembari meletakkan gelas berisi kan teh hangat.


"terima kasih bu, anda tak perlu repot repot seperti ini " ucap Marcello.


"tidak apa apa tuan, justru saya yang seharusnya berterima kasih dan meminta maaf karena telah merepotkan anda dan keluarga anda, bahkan anda selalu membawa banyak barang ketika berkunjung kemari" ucap bu Fatma.


waalaupun Marcello adalah suami dari anak asuhnya dan bu Fatma lebih tua dari Marcello, bu Fatma tetap menghormati dirinya dan berbicara formal kepada Marcello, sebab Marcello kini menjadi donatur tetap di panti hal itu membuat bu Fatma tidak enak jika harus bicara santai dengan Marcello.

__ADS_1


__ADS_2