Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 59


__ADS_3

"begini tuan... " ucap Gilang terhenti kemudian pandangan nya teralih ke arah Bella.


"sebenarnya kedatangan saya kemari bukan untuk membahas tentang pekerjaan " ucap Gilang menatap Marcello.


"lalu..? " tanya Marcello lagi


"sebenarnya saya dan putri anda Bella, sudah beberapa bulan ini menjalin suatu hubungan. dan maksud dan tujuan saya datang kesini, untuk meminta restu anda, agar berkenan memberikan restu saya untuk melamar putri anda" ucap Gilang mantap tanpa berbasa basi.


Degg...


jantung Bella berdetak sangat kencang, ia pun hanya menunduk sebab ini adalah kali pertama dirinya membawa lelaki menemui daddynya, bukan bukan, lebih tepatnya kekasihnya yang nekat datang ke mansionnya menemui daddy nya.


"anda tidak sedang bercanda kan tuan Gilang? " tanya Marcello memastikan.


"saya tidak bercanda tuan, jika anda memberikan restu untuk hubungan kami, saya akan membawa kedua orang tua saya untuk melamar putri anda secara resmi " ucap Gilang mantap tanpa ada keraguan.


kemudian Marcello memandang putri nya yang sejak tadi menunduk.


"benar begitu sayang? apa kamu mau menikah dengan nya? "tanya Marcello.


Bella pun segera mengangkat kepalanya menatap netra daddy nya yang kini juga sedang menatap nya.


"benar dad, aku dan kak Gilang memang berpacaran " jawab Bella


"apa kamu benar benar mau menikah dengan dia? " tanya Marcello sambil menunjuk ke arah Gilang.


Bella tak menjawab, ia justru malah memandang Gilang, Citra dan marcello secara bergantian.


ia sebenarnya juga bingung dengan semua ini, di satu sisi dia bersedia saja jika di pinang kekasihnya, namun di hatinya juga masih ada keraguan, sebab ia menjalin hubungan juga belum terlalu lama.


"apa kamu masih meragukan keseriusan ku sayang? " tanya Gilang tanpa rasa malu memanggil Bella dengan sebutan sayang. ia memandang netra Bella, nampak terlihat keraguan dimatanya.


kemudian Gilang tersenyum.


"apapun keputusanmu akan aku terima, mungkin menurutmu ini sangat terburu buru, tetapi aku pun tidak bisa menghentikan niat baikku yang ingin segera meminang mu, percayalah, segala keraguan di hatimu itu hanya sementara, setelah aku membuktikan keseriusan ku kamu akan percaya sepenuhnya kepadaku " ucap Gilang yang begitu halus kepada Bella.

__ADS_1


dan pemandangan itu pun tak luput dari perhatian Marcello. kini ia paham maksud Gilang yang tiba tiba ingin melamar putrinya.


"semua daddy serah kan kepada mu nak, kamu yang menjalani nya, daddy merestui jika kamu menikah dengannya, daddy juga percaya bahwa niat nya menikahimu segera adalah baik. bukan begitu mom? " ucap marcello.


Citra yabg dari tadi menyimak kini pun juga ikut bersuara setelah suaminya bertanya kepada nya.


"benar Bell, restu kami selalu menyertaimu, jika kamu yakin akan menikah dengan kak Gilang, maka terima lah pinangannya. Kak Gilang orang yang baik, kedua orang tua nya pun juga sangat baik, aku yakin kamu pasti akan bahagia bersamanya. tapi kami pun tak bisa memaksamu jika kamu mrnolak pinangan dari kak Gilang " ucap Citra..


Bella tak kuasa menahan air matanya, dirinya pikir akan sangat sulit mendapatkan restu dari daddy dan mommy nya, tapi pikiran buruk ia pun tak berdasar, justru kedua orang tua nya secara terang terangan mendukung hubungannya dengan Gilang.


"mom, dad.. " ucap Bella lirih.


"terima kasih atas restu yang kalian berikan untuk kami " ucap Bella dengan mata yang sudah sembab.


"udah jangan menangis, nggak malu sama kak gilang hm? " ucap Citra mengampiri Bella kemudian memeluknya.


Gilang yang lamaran dadakannya di terima pun kini hatinya bersorak riang, ia ingin segera memberi tahu orang tua nya jika ia akan melamar kekasihnya.


"terima kasih atas restu yang anda berikan untuk kami tuan" ucap Gilang


"segeralah bawa orang tua mu kesini untuk membicarakan kelanjutan hubungan kalian" ucap marcello.


"baiklah, 2 hari lagi saya tunggu kedatangan kalian " ucap Marcello.


"apa tidak terlalu cepat dad? " tanya Bella


"tidak, lebih cepat lebih baik sayang, Gilang saja menentukan untuk 2 hari lagi datang kemari, berarti dia sangat siap untuk semuanya" jawab Marcello.


"baiklah.." ucap Bella pasrah.


"ya sudah berhubung sudah tidak ada lagi yang di bahas, sekarang pergilah ke kampus, bukankah kalian hari ini ada kuis ya? " tanya Marcello.


"oh astaga aku lupa? " ucap Citra dan Bella bersamaan.


"kami berangkat dulu dad" pamit Citra dan Bella.

__ADS_1


"biar saya yang mengantar, kebetulan kita searah " tawar Gilang.


"boleh, tapi mereka harus duduk di belakang, sedangkan kamu duduk di depan sendiri" ucap Marcello.


"baiklah, tidak masalah tuan " ucap Gilang sembari tersenyum.


"jika terjadi sesuatu kepada keduanya, kamu berurusan dengan ku " ancam Marcello.


"baik tuan " ucap Gilang kemudian pamit dan mengantarkan Bella dan Citra ke kampus.


sebenarnya Marcello pun tak rela jika istrinya bersama dengan pria lain meskipun itu kekasih putri nya sekalipun, tetapi ia mempercayai istrinya jika ia tak akan berpaling darinya. ia yakin istrinya akan menjaga perasaannya ketika tak bersamanya.


dan itu juga sebagai pembuktian akan keseriusan Gilang terhada putrinya.


ia ingin melihat bagaiman pria itu menjaga amanah yang ia berikan untuknya.


*****


Di mobil Gilang.


"kenapa kalian tak memberi tahu aku jika kalian berpacaran? " tanya Citra memulai obrolan.


"sebenarnya aku ingin memberi tahu mu Citra, tetapi di larang oleh Bella" jawab Gilang.


"maaf mom, sebenarnya aku hanya takut saja jika daddy akan marah jika aku pacaran" jawab Bella


"daddy mu nggak mungkin marah Bell, dia meminta mu untuk tidak terlalu dekat dengan pria, sebab kamu adalah putri satu satunya. ia tak ingin terjadi hal hal yang tidak di inginkan terjadi padamu. bisa kamu lihat tadi, ketika kak Gilang melamarmu, daddy justru menyetujui nya, karena daddy percaya bahwa kak Gilang mampu menjaga mu, dan kalian berada di hubungan yang halal. " ucap Citra.


"maafin Bella yang nggak jujur ya mom" ucap Bella kemudian memeluk Citra.


"sudahlah, yang terpenting semua sudah jelas. dan daddy pun sudah merestui kalian" ucap Citra


setelah beberapa menit berkendara, mereka kini telah sampai di kampus


"terima kasih kak Gilang, atas tumpangannya" ucap Citra setelah turun dari mobil Gilang

__ADS_1


"sama sama calon mertua" ucap Gilang terkekeh.


"bye sayang, nanti aku hubungi kamu lagi" ucap Gilang kemudian berlalu setelah memastikan kekasih serta calon mertua nya masuk ke kampus.


__ADS_2