
Deg
Marcello mendapati istri nya yang tengah berdiri tak jauh dari tempat nya sembari tersenyum dengan membawa kue di tangan nya. tak hanya Citra disana, bahkan anak, menantu serta mertua nya pun berada disana semua, mereka tersenyum ke arah Marcello yang nampak terkejut.
"selamat ulang tahun " ucap semua orang yang ada disana
"selamat ulang tahun mas... " ucap Citra kemudian mendekat ke arah suami nya
Marcello yang pada awalnya nya cemas setelah mendengar putri nya meminta nya untuk segera pulang kini raut wajah nya berubah kaget setelah mendapat kejutan dari keluarga nya, di usia yang tak lagi muda, sangat lucu bukan jika ia mendapatkan kejutan ulang tahun, bahkan ia sendiri pun lupa jika ini adalah hari ulang tahun nya.
"sayang ini.. kamu? jadi kalian ngerjain mas? " tanya Marcello tercekat sembari memandang seluruh keluarga nya. bagaimana tidak, jika tadi di perjalanan Marcello mencoba menghubungi putri nya kembali namun tidak di angkat, bahkan menantu nya pun sama iatak mengangkat telepon dari nya membuat Marcello semakin cemas.
"maafkan kami semua mas, mereka semua bersekongkol sama aku buat ngasih kejutan sama kamu, maaf kalau membuat mas khawatir" ucap Citra yang berdiri tepat di depan suami nya.
"tapi kamu baik baik saja kan?" tanya Marcello memastikan
"seperti yang kamu lihat saat ini mas, aku baik baik saja saat ini" ucap Citra sembari tersenyum
"syukurlah" ucap Marcello kemudian meraih istrinya masuk ke dalam dekapan nya tanpa memperdulikan semua orang yang melihat kedua nya.
"ehheemm..." Bella berdehem melihat keromantisan kedua orang tua nya membuat kedua nya melepaskan pelukannya.
"oh maaf, dan terima kasih atas kejutan nya malam ini" ucap Marcello memandang keluarga nya.
"oke kita lanjutkan saja acara nya" ucap papa Bagas
"iya pa. " ucap Citra
setelah selesai membuat kejutan kini mereka semua tengah duduk bersama di ruang keluarga sembari bercengkerama dan menikmati camilan yang sudah mereka siapkan di temani Al dan juga Cia yang meramaikan acara tersebut.
Al yang sudah mulai berjalan meskipun masih tertatih pun menghampiri sang daddy dan mengulurkan tangan nya meminta untuk di gendong.
"anak daddy mau di gendong ya, pasti kamu rindu sama daddy kan" ucap Marcello kemudian segera menggendong putra nya
1 jam kemudian, Cia yang baru saja terlelap sedangkan Al yang sudah menguap seperti telah mengantuk membuat mereka menyudahi acara malam hari ini.
__ADS_1
"karena sudah malam kita sudahi saja acara malam ini, sekali lagi terima kasih atas kejutannya" ucap Marcellobkrpada semua yang ada disana.
"Marcell benar, hari sudah malam alangkah baiknya kita segera tidur " ucap papa Bagas di angguki semua nya.
satu persatu mulai meninggalkan ruang keluarga untuk menuju kamar masing masing begitu juga dengan Marcello dan Citra yang kini tengah berjalan menuju kamar mereka, hari ini Marcello meminta semua nya untuk tinggal di kediaman nya mengingat hari sudah sangat malam
"mas bersihkan diri dulu, aku akan ambilkan pakaian gantinya" ucap Citra begitu tiba di kamar nya.
"iya sayang" ucap Marcello kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi.
15 menit kemudian Marcello telah selesai mandi pun menghampiri istri nya yang sedang menunggu diri nya sembari duduk di ujung tempat tidur.
"ini mas pakaian mu, segeralah ganti supaya tidak kedinginan" lagi lagi Marcello mengangguk dan langsung memakai pakaian nya di hadapan sang istri, membuat Citra pipi Citra memerah.
"kenapa pipi mu memerah, apa kamu sakit sayang? " tanya Marcello menggoda sang istri padahal dirinya tahu jika istri nya tengah malu saat ini
"eemm tidak kok mas. aku baik baik saja" ucap Citra tenang membuat Marcello gemas dan langsung mengecup bibir istri nya.
Cup
"apasih, enggak kok" elak Citra kemudian naik ke atas kasur di ikuti sang suami yang juga ikut naik kemudian segera merebahkan tubuhnya.
setelah beberapa saat, Citra teringat sesuatu kemudian segera bangkit dari tidurnya dan segera membuka nakas di samping tempat tidur nya dan mengambil sesuatu dari sana
"ini untuk mas" ucap Citra sembari memberikan kotak kado kecil untuk suaminya
"apa ini sayang? " tanya Marcello kepo
"jika penasaran, bukalah mas.. "
tak menunggu lama Marcello segera membuka kado dari istri nya itu.
"sayang ini...? " tanya Marcello lirih sembari mengeluarkan isi kado tersebut. di tangan nya kini sedang memengangi 2 buah alat tes kehamilan bergaris 2 merah dan juga foto hasil usg.
"kado untuk mu mas"
__ADS_1
"kamu hamil? " tanya Marcello memastikan
Citra pun mengangguk " sudah memasuki usia kehamilan 9 minggu mas"
"maaf.. " satu kata terucap setelah mendengar sendiri tentang usia kehamilan istri nya.
kening Citra pun berkerut, ia bingung kenapa suami nya meminta maaf padahal ia merasa suami nya tak melakukan kesalahan.
"untuk apa mas? "
"maaf karena membuat mu kembali mengandung, kamu baru saja masuk kuliah, dan putra kita masih juga kecil, sekarang malah hamil lagi " ucap Marcello lirih.
andai diri nya tak menggempur istri nya setiap malam, mungkin ini tak akan terjadi dan istri nya dapat menikmati kehidupan nya setelah hampir satu tahun ini tak dapat bebas melakukan keinginannya sebab tengah mengandung Al dulu. namun nasi sudah menjadi bubur, kini istri nya tengah mengandung.
kehamilan sanga istri tentu saja membuat dirinya bahagia, namun mengingat kembali perjuangan istri nya mengandung Al dulu membuat diri nya tak tega, terlebih istri nya harus kembali cuti kuliah untuk mempersiapkan persalinan nya.
padahal waktu itu istri nya sendiri berkata ingin segera menyelesaikan kuliah nya agar dapat kembali fokus kepada keluarga kecil nya, namun Allah memberikan amanah kembali kepada mereka. hal itu membuat Marcello semakin merasa bersalah.
Citra yang mengerti akan perasaan suami nya pun mengelus pundak sang suami. "aku yang hamil kenapa mas yang cengeng hm? "
"maafkan mas sayang, " hanya itu kalimat yang bisa marcello katakan.
"tak perlu meminta maaf mas, aku bahagia dengan kehamilan ku saat ini" ucap Citra mryakinkan diri kepada suaminya bahwa dirinya baik baik saja.
"jika mas memikirkan mengenai kuliah ku, aku tak masalah jika nanti harus cuti kembali, untuk saat ini keluarga adalah segala nya untuk ku mas"
"benar begitu sayang? " tanya Marcello
Citra pun mengangguk "iya mas" Citra kemudian meraih tangan suami nya dan meletak kan di atas perut nya.
"dia merindukan daddy nya" ucap Citra pelan membuat Marcello menoleh ke arah sang istri
"apa boleh aku menjenguk nya? " tanya Marcello
Citra pun mengangguk " iya mas, boleh" senyum mengembang di bibir Marcello kemudian segera mencium bibir istri nya dan segera memulai penyatuan.
__ADS_1
Hal ini Citra lakukan agar suami nya tak merasa bersalah akan kehamilan nya saat ini, Citra percaya bahwa ketika dirinya telah di berikan amanah, itu berarti Allah percaya bahwa dia dan suami nya mampu untuk merawat menjaga dan melindungi titipanNya.