Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 82


__ADS_3

1 tahun kemudian


pagi pagi sekali Citra sudah terbangun dan menyiapkan kebutuhan putra nya sebelum ia tinggal bersama babysitter di rumah, mulai dari menyiapkan sendiri makanan dan juga asi yang baru saja selesai ia pumping dan di letakkan di lemari es.


hari ini adalah hari pertama Citra masuk kampus setelah kurang lebih satu setengah tahun cuti kuliah, meskipun telah mulai masuk kuliah, namun Citra tetap mengutamakan suami serta anaknya,


"sus hari ini aku mulai masuk kuliah lagi, jadi mungkin agak lama di luar nya, kalau Al rewel langsung kabarin aku atau tuan ya, nanti kami pasti langsung pulang" ucap Citra kepada babysitter nya.


"baik nyonya, "


kemudian Citra meninggalkan kamar putra nya bersama dengan pengasuhnya, ia lalu pergi menuju kamarnya sendiri untuk menyiapkan perlengkapan kuliah nya dan juga menyiapkan pakaian suaminya untuk dipakai ke kantor.


"kamu sudah mandi mas, maaf karena aku belum menyiapkan pakaian untukmu, sebentar aku ambilkan" citra yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk pun segera menuju lemari pakaian dan mengambilkan setelan jas untuk suaminya dan membantu nya berpakaian.


"sini dasi nya biar aku pasangin" marcello dengan senang hati menyerahkan dasi yang dia pegang kemudian membungkukkan badannya agar istri nya lebih mudah memakaikan dasi untuknya.


"selesai" ucap Citra kemudian merapikan setelan jas suaminya


"terima kasih sayang" ucap Marcello kemudian mengecup kening istri nya,


"kamu hari ini jadi masuk kampusnya? "


"jadi mas, aku sudah terlalu lama meninggalkan kuliah, aku ingin segera menyelesaikan kuliah setelah itu fokus pada mas dan juga Al . makanya tadi pagi pagi aku sudah bangun buat nyiapin kebutuhan Al sampai aku tak sempat menyiapkan pakaian untukmu, maaf ya mas" ucap Citra.


"tak masalah sayang, aku tahu pasti sangat kerepotan mengurus aku, Al dan juga kuliah kamu, kamu tenang saja, aku pasti akan menjaga Al selama kamu kuliah"


"makasih mas, ya sudah aku mau mandi dulu, mas keluar lah temani Al dulu di bawah" ucap Citra yang yakin bahwa pengasuhnya telah selesai memandikan anaknya dan sekarang ada di lantai 1.


"baiklah aku ke bawah dulu, kalau ada apa apa panggil aku ya"


"iyaa Mas "


setelah suaminya keluar dari kamarnya Citra pun bergegas untuk segera masuk ke kamar mandi kilat nya karena waktu nya sudah sangat mepet dengan jadwal masuk kuliahnya.

__ADS_1


tak butuh waktu lama Citra pun telah selesai mandi dan juga telah berpakaian kemudian ia langsung turun lantai 1 untuk sarapan pagi bersama suami serta anak nya.


"maaf ya mas, menunggu lama" Citra tergesa gesa ketika hendak duduk kemudian ia segera menyambar piring suami nya kemudian ia segera mengambilkan nasi serta lauk pauknya. "ini mas" ucap Citra kemudian ia mengambil makanan nya sendiri.


"kamu kenapa tergesa gesa seperti itu" tanya Marcello.


"waktu nya udah mepet banget mas, aku takut telat apalagi ini hari pertama ku masuk kuliah lagi."


"makan pelan pelan sayang" ucap Marcello ketika melihat istri nya dengan begitu cepat memakan makanannya


"iya mas"


beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan sarapannya, Citra yang awalnya ingin berangkat bersama pak Ujang pun akhirnya tak jadi sebab suaminya mengajaknya berangkat bersama.


"sus aku titip Al dulu ya, kalau ada apa apa segera hubungi kami" pamit Citra kemudian mencium putra nya


"baik nyonya"


"mommy pergi dulu sayang " kemudian Citra bergegas masuk ke dalam mobil. "sudah, tidak ada yang tertinggal kan? " tanya Marcello


setelah 30 menit berkendara sampailah mereka di pelataran kampus, sdengan segera Citra meraih tangan suaminya kemudian mengecup punggung tangannya dan berpamitan.


"aku masuk dulu mas, kamu hati hati di jalan, makasih ya sudah di antarkan, Assalamualaikum "


"wa'alaikumussallam, kalau begitu aku langsung ke kantor ya"


Marcello segera melajukan kendaraannya menuju kantornya sedangkan Citra berlari ke kelas baru nya, tentu dengan teman baru juga, sebab ia telah melewatkan beberapa semester untuk cuti


'akhirnya sampai, untung masih ada waktu beberapa menit sebelum kelas di mulai, bisa malu aku kalau hari pertama masuk kuliah sudah terlambat' gumam Citra


Di tempat lain


tepatnya di sebuah rumah dengan bangunan yang sangat sederhana, sepasang suami istri paruh baya tengah duduk di ruang tamu dan sedang menggerutu.

__ADS_1


"mau sampai kapan kita berada disini, aku sangat muak sekali tinggal di tempat jelek seperti ini" ucap wanita paruh baya itu


"kamu sabar saja dulu, kita harus mengatur rencana agar kita bisa menghancurkan Marcello" jawab suaminya.


"iya aku tahu, tapi kapan. dari dulu kamu selalu bilang sabar sabar sabar terus tapi mana, nggak ada tindakan sama sekali"


"memang nya mudah menghancur kan dia sedangkan kita tak punya apa apa sekarang" jawab lelaki paruh baya itu sedikit meninggi, sebab ia terlalu pusing mendengar istri nya yang setiap hari mengomel.


"kita tunggu dia datang, baru kita sama sama membalas kan dendam, kalau kita terburu buru yang ada nanti kita sendiri yang bakalan semakin kesusahan" ucap lelaki itu menurunkan nada bicaranya.


"baiklah, aku akan ikuti rencanamu, tapi jika itu gagal, maka aku akan bertindak sendiri"


"terserah kamu saja" lelaki paruh baya itu langsung berdiri dan meninggalkan istri nya karena merasa jengah mendengar ucapannya.


di mansion Marcello.


Al sedang bermain bersama dengann keponakan perempuan nya yang bernama Patricia/ Cia anak dari Bella dan Gilang, yang kini masih berusia 4 bulan yang kebetulan datang, sebenarnya di bilang kebetulan juga sebab hampir setiap hari mereka selalu bertemu sebab rumah Bella berada tepat di samping rumah daddy nya.


"tumben mansion sepi, mommy kemana sus?" tanya Bella kepada pengasuh adik nya


"nyonya Citra hari ini sedang kuliah nona, baru masuk hari ini tadi"


"pantesan sepi, biasanya mommy paling rame kalau anak cucu nya dirumah" gumam Bella.


"tapi Al nggak rewel kan sus selama mommy diluar, kan selama ini dia nggak pernah lama jauh sama mommy"


"sejauh ini tidak non apalagi ada non Cia disini"


"hm begitu, syukurlah kalau nggak rewel, kalau semisal mommy nggak ada terus dia rewel sedangkan aku nggak kesini, kamu ajak aja Al ke rumah, biar Al bisa main sama Cia"


"baik non, terima kasih sebelum nya"


"tak masalah sus"

__ADS_1


kemudian mereka kembali fokus kepada Al yang tengah bermain mobil mobilan nya di samping sang ponakan yang tengah tertidur.


__ADS_2