
Hari demi hari di lalui Citra bersama sang suami dengan penuh suka cita, meskipun kegiatan kampus nya yang sangat padat, akan tetapi ia tak pernah mengabaikan keluarganya, bagi nya keluarga adalah yang nomor satu.
"hati hati di jalan mas, kamu nggak usah mikirin Al karena hari ini aku nggak ke kampus jadi bisa seharian nemenin Al" ucap Citra begitu sampai di teras kemudian mencium punggung tangan suami nya yang hendak pergi ke kantor
"iya sayang, kalian jaga diri baik baik dirumah ya. " Marcello mengecup kening istrinya.
"iya mas.. "
"Assalamualaikum.. "
"wa'alaikumussallam" jawab citra kemudian melambaikan tangan nya sembari tersenyum.
Setelah mobil yang di kendarai suami nya telah menghilang dari pandangan nya, Citra segera masuk ke rumah dan menghampiri Al yang sedang bermain di taman belakang.
"anak mommy main apa ini" tanya Citra kepada Al yang tengah berjalan jalan di atas rumput tanpa mengenakan alas kaki.
"mom.. mom.. " celoteh Al sembari berjalan ke arah mommy nya
"uuhh sayang... sekarang sudah bisa panggil mommy ya.. " seru Citra kemudian meraih Al dan menciumi nya dengan sayang membuat Al terkekeh geli.
"sayang, kita ke rumah kakak Bella yuk " ajak Citra kemudian menggendong putra nya yang kini sedang memainkan hijab mommy nya.
semenjak suami nya memuji akan kecantikan istri nya terlebih ketika memakai hijab, Citra memutuskan untuk mengenakan hijab meskipun masih lepas pasang hijab nya, terlebih ketika berada di rumah, ia tak mengenakan hijab nya. namun hari ini ia ingin mencoba untuk istiqomah mengenakan pakaian syari nya .
"sus ikut saya ke rumah Bella sebentar ya" ajak Citra pada pengasuh Al.
"baik nyonya"
__ADS_1
Citra, Al dan pengasuhnya pun berjalan menuju ke kediamanan Bella yang terletak di samping mansion nya. setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di depan pintu mansion Bella kemudian menekan bel.
Bella yang berada di ruang keluarga bersama dengan Cia pun segera membuka kan pintu.
ceklek
"loh mom, tumben pagi pagi sudah kesini" Tanya Bella heran, sebab biasanya Bella lah yang sering pagi pagi menuju ke kediaman orang tua nya untuk sekedar mencari teman, tapi kini pagi ini mommy nya datang bersama dengan Al dan pengasuhnya ini adalah suatu hal yang langka menurut Bella.
"hm.. aku hanya merindukan Cia, sudah beberapa hari ini aku tak bertemu dengan Cia rasanya begitu sangat rindu," jawab Citra
"oh seperti itu ku kira ada hal yang penting yang membuat mommy pagi pagi datang kesini, ya sudah ayo masuk dulu mom, Cia lagi aku tidurin di kasur di ruang keluarga. " ucap Bella kemudian mempersilahkan mommy nya masuk
tanpa menunggu lama Citra pun langsung menghampiri cucu semata wayang nya dengan Al yang masih berada di gendongan nya.
"ternyata sudah tidur anak nya" ucap Citra lirih ketika melihat Cia tengah tertidur.
"hmm., bisa jadi seperti itu.. "
*****
Malam hari nya, Bella berada di rumah kedua orang tua nya tengah mondar mandir sembari menaruh ponsel di telinga nya sedang menghubungi seseorang, hingga beberapa saat panggilan pun tersambung, dengan cemas ia segera mengatakan maksud nya karena menghubungi orang itu.
tuuttt tuuutt
"halo ada apa sayang? " tanya Marcello di seberang sana
"dad.. " panggil Bella dengan nada cemas
__ADS_1
ya, Bella sedang menghubungi sang daddy yang masih lembur di kantor
"ada apa sayang, kenapa kamu terdengar begitu cemas, ada apa hm? " tanya daddy dengan nada tenang
sebenarnya Marcello pun merasa ada yang aneh dengan putri nya yang tiba tiba menelepon nya dengan nada yang begitu cemas, tapi ia segera menepis pikiran jelek nya saat ini.
"dad.. mommy dad" ucap Bella lirih
"mommy kenapa sayang? " mendengar putri nya menyebut mommy dengan nada bergetar seketika dada Marcello berdetak tak karuan, ia yang tadi nya menepis pikiran buruk pun kembali berpikir yang tidak tidak.
"lebih baik daddy segeralah pulang dan lihat lah keadaan mommy.. " ucap Bella lirih.
"baiklah, kamu tunggu daddy disana. daddy akan segera pulang " ucap Marcello yang begitu cemas
"iya, hati hati di jalan dad. Bella minta jangan ngebut ngebut bawa mobil mya" pesan Bella.
"baiklah sayang.. daddy matikan telepon nya dan segera pulang"
tanpa menunggu jawaban dari putri nya, Marcello segera mematikan sambungan telepon nya dan bergegas untuk pulang.
sesuai dengan pesan dari putri nya dirinya mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang meskipun hati nya merasa sesak dan berdetak tak karuan, tetapi ia juga tak mungkin melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh karena bisa membahayakan nyawanya sendiri.
setelah Beberapa saat akhirnya mobil yang di kendarai Marcello pun telah sampai di pelataran mansion nya, setelah turun dari mobil ia pun mengedarkan pandangan nya, 'tidak ada yang aneh' pikirnya kemudian Marcello segera melangkahkan kaki nya menuju ke arah pintu.
ketika ia telah sampai di depan pintu, ia mencoba untuk membuka nya sendiri dengan tergesa gesa, ketika pintu telah terbuka lebar.
seluruh ruangan di mansion nya gelap, ia segera mencari saklar untuk menghidupkan semua lampunya dan ketika dirinya telah berhasil menyalakan lampu betapa terkejutnya diri nya melihat pemandangan di depan nya.
__ADS_1
Deg...