
Kini Marcello dan Citra tengah berada di dalam jet pribadi milik Marcello. Marcello berencana ingin mengajak Citra untuk honeymoon sekaligus babymoon mengingat kini istri nya yang sudah berbadan dua.
"kau tidurlah dulu sayang, nanti setelah sampai aku akan memberitahu mu" ucap Marcello penuh perhatian kepada Citra.
"ya dad, aku juga sangat lelah hari ini " ucap Citra kemudian memejamkan matanya.
perjalanan yang mereka tempuh hanya sekitar 2 jam saja, sengaja Marcello memilih tempat yang tidak terlalu jauh agar istrinya tidak kelelahan di perjalanan.
kini sampailah Marcello di Villa miliknya yang berada di daerah pegunungan yang asri.
dilihatnya istrinya yang masih tertidur di mobil selepas turun dari jet nya membuat Marcello menjadi tak tega jika harus membangunkannya lagi, tanpa menunggu lama Marcello segera mengangkat tubuh istrinya memasuki Villa dan membawanya ke kamar.
Citra yang merasa seperti melayang pun mulai akhirnya membuka matanya, dilihatnya suaminya yang tengah menggendongnya dengan pandangan lurus kedepan.
"dad... " panggil Citra yang masih berada dalam gendongan Marcello
"maaf karena aku membangunkan tidurmu" ucap Marcello
"enggak kok dad, lagipula aku udah tidur dari tadi sampai nggak tahu kalau usah sampai"
"memangnya ini dimana dad? " sambung Citra
__ADS_1
mereka telah sampai di dalam kamar, dengan hati hati Marcello menidurkan Citra di kasur empuknya.
"kita sekarang lagi ada di puncak sayang, di villa kita" jawab Marcello sembari mengelus pipi Citra.
"sekarang kamu tidurlah aku akan membersihkan diri dulu" sambung Marcello kemudian berdiri karena tidak tahan melihat wajah ayu sang istri, biar bagaimana pun mereka saat ini tengah berbulan madu, dan tentu biasanya orang yang berbulan madu akan menghabiskan malam panas dengan pasangannya, ia ingin bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, namun ketika hendak pergi ia di panggil oleh Citra.
"dad... " panggil Citra
"ya sayang, apa kamu butuh sesuatu lagi? " tanya Marcello perhatian.
"apakah daddy tak ingin melakukannya? " tanya Citra yang terlihat ambigu namun Marcello mengerti tentang ucapan istrinya itu.
sebetulnya Citra sangat malu mengatakan hal itu lebih dulu, tetapi melihat suaminya yang sepertinya menahan hasratnya tentu ia tak mau melihat suaminya tersiksa. akhirnya ia memberanikan diri mengatakan hal itu kepada suaminya.
"tidak dad, lakukanlah perlahan, apakah daddy tidak ingin menjenguk baby? " tanya Citra.
"tentu saja aku mau baiklah aku tak akan menolaknya lagi nyonya Marcello " ucap Marcello tersenyum
perlahan Marcello mencium kening istrinya, beralih ke mata, pipi dan kemudian ke bibir tipis milik Citra.
mengecupnya pelan kemudian semakin memanas. tangan nya tak tinggal diam, ia segera membuka pakaian yang Citra kenakan kemudian membuang nya asal, setelah sama sama polos, Marcello segera melakukan penyatuan, dengan gerakan perlahan tapi pasti ia segera menuntaskan hasratnya. tak ingin berlama lama ia pun segera menyudiahi penyatuan itu setelah benih benih berharga miliknya di keluarkan.
__ADS_1
malam itu mereka hanya melakukannya satu kali mengingat kini Citra tengah mengandung membuatnya tak bisa berlama lama menjamah istrinya.
Citra yang kelelahan pun memilih tidur di dalam pelukan suaminya.
*****
Di tempat lain,
selepas acara resepsi selesai Gilang mengantarkan Bella pulang ke mansionnya, karena hari sudah malam Gilang memutuskan untuk langsung pulang.
"terima kasih sayang, maaf merepotkan kamu.. " ucap Bella
"sama sama, kenapa bilang seperti itu sih, aku itu kekasihmu, jadi aku harus memastikan bahwa wanita ku tiba dirumah dengan selamat" ucap Gilang
"kamu nggak mau mampir dulu? " tawar Bella
"nggak usah, kapan kapan aja kalau daddy kamu ada dirumah, sekalian pendekatan sama camer, lagi pula orang tuamu sedang honeymoon, nggak enak kalau harus bertamu malam malam tanpa adanya orang tua dirumahnya" ucap Gilang kemudian pamit.
"aku pulang dulu, kamu hati hati dirumah" sambungnya lagi
"baiklah, aku tunggu kunjunganmu kemari menemui daddy" ucap Bella sembari tersenyum.
__ADS_1
"hati hati... " sambungnya.