Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 107


__ADS_3

Dari kejauhan Citra melihat ke arah Bella dan yang lain nya, nampak mereka berjalan layak nya bos dengan bodyguard nya, bagaimana tidak, jika posisi mereka berjalan saat ini ada Bella yang berjalan di paling depan, sedang kan di belakang nya nampak Marcello sambil menggendong Al sedang berjalan berjejeran dengan papa Bagas dan juga Gilang yang sama seperti Marcello, tengah menggendong Cia.


'lihat lah mereka, sudah seperti bos mafia yang ingin menumpas tuntas musuh nya' gumam Citra lirih sambil terus melihat ke arah depan sambil menggeleng geleng kan kepala nya.


sedang kan Bella yang melihat mommy nya menggeleng kan kepala nya pun mempercepat langkah nya untuk memastikan jika mommy nya baik baik saja.


"ada masalah mom? " tanya Bella begitu sampai di teras.


"tidak, memang nya kenapa Bell ?" tanya Citra keheranan.


"trus tadi aku lihat mommy senyum senyum sendiri terus geleng geleng kepala itu kenapa? " tanya Bella yang masih kepo.


"ah itu, bukan hal penting sebenarnya, hanya saja ketika aku melihat kamu berjalan tadi seperti melihat bos dengan bodyguard nya berjalan bersama" jawab Citra.


"astaga ternyata cuma itu, ku pikir ada hal lain sehingga ekspresi mommy berubah rubah" ucap Bella.


"tidak bell, itu hanya lucu saja dan lumayan menghibur"


kini Marcello. papa Bagas dan Gilang pun trlah sampai di teras kemudian egera duduk di kursi yang memang sudah disana dari tadi.


"ini kopi nya pa" ucap Citra kemudian menyodor kan nampan nya


"makasih sayang" ucap papa Bagas sembari mengambil gelas kopi nya di susul oleh Marcello dan juga Gilang.


"tadi ngaapin di depan pagar pa? " tanya Citra yang belum mengetahui alasan mereka duduk di depan pagar


"hanya menunggu tukang bubur keliling saja sayang, kau tahu berapa lama kita di sana? " tanya Marcello menjeda beberapa detik, kemudian melanjut kan bicara nya.

__ADS_1


"sudah 30 menit lebih kita disana eh gak tahu nya yang di tunggu nggak dateng dateng"


"astaga ngapain juga nyariin bubur, itu mama sama ibu sudah masak di dapur, nggak kasihan apa sama mereka yang sudah lelah memasak namun yang di masakin justru memilih makan yang lain nya. " ucap Citra sedikit ketus.


"papa tadi yang ngajakin" sahut marcello menunjuk ke arah mertua nya. papa Bagas yang di tunjuk oleh Marcello pun mendelik tak menyangka jika menantu nya ini kelewat jujur.


"tadi papa cuma pengen kasih lihat aja kalau tukang bubur yang biasa lewat itu langganan papa, dan juga bubur disana rasa nya sangat enak begitu, jadi kapan kapan mereka bisa mencicipi nya" ucap papa Bagas menjelas kan.


"hm iya Citra percaya kok, ya sudah papa dan yang lain nya silah kan di minum kopi nya dan juga camilan nya jangan lupa di makan, aku masuk ke dalam dulu" ucap citra sekaligus pamit masuk ke dalam rumah.


"hm baik lah terima kasih ya sayang" ucap papa Bagas.


Citra kembali masuk kemudian berjalan ke arah dapur untuk melihat mama serta ibu nya, sedangkan Bella masih di teras sedang memangku Cia yang tadi sempat menangis.


"wah, cepat banget ma masak nya " seru Citra ketika sampai di meja makan dan melihat mama nya tengah menata makanan nya.


singkat cerita kini semua nya sudah duduk tenang di kursi masing masing untuk memulai sarapan, sedangkan Cia dan Al kini sedang di titip kan bersama art lain nya di ruang keluarga.


sarapan pagi telah selesai tanpa ada nya percakapan sama sekali dan satu persatu beranjak meninggal kan ruang makan krmudian menuju ruang keluarga dimana Cia dan Al sedang bermain bersama para art.


"mbak biar mereka kami yang urus, terima kasih ya sudah mau di repot kan, sekarang mbak bisa pergi untuk sarapan" ucap Citra ketika sampai di ruang keluarga.


2 art yang tadi menemani Cia dan Al pun mengangguk kemudian beranjak "terima kasih nona" ucap mereka


Citra pun mengulas senyum sembari mengangguk kemudian mengambil alih 2 anak kecil yang tengah bermain di ikuti oleh Bella.


"kapan kamu mulai cuti kuliah lagi sayang? " tanya mama Sonya yang duduk di sofa bersama tetua yang lain nya.

__ADS_1


"belum tahu ma, mungkin sama seperti Al dulu, nunggu usia kandungan 7 atau 8 bulan baru cuti, soal nya kan Citra juga baru saja mulai kuliah, nggak enak kalau tiba tiba cuti lagi" jawab Citra sambil melirik ke arah suami nya.


"tidak tidak, jangan sampai 8 bulan baru cuti, paling lambat 7 bulan cuti nya" protes Marcello cepat


"benar yang di katakan suami mu, jangan terlalu mendekati kelahiran baru cuti, takut nya nanti kamu kelelahan sayang" seru mama Sonya.


"hm, baik lah ma, tapi untuk saat ini aku masih ingin kuliah dulu, lagi pula kehamilan ku yang sekarang berbeda dengan dulu waktu hamil Al yang sering mual mual " ucap Citra.


"apapun keinginan mu saja lah sayang, tapi jangan terlalu di forsir juga " pesan mama sonya.


"iya ma" jawab Citra.


"lalu Bella kapan mulai masuk kuliah lagi? " kini giliran papa Bagas yang bertanya


"mungkin sama seperti mommy, nunggu Cia umur 1 tahun dulu opa, tapi tergantung kak Gilang juga sih ngasih izin nya kapan " jawab Bella


"kalau aku sih terserah kamu saja sayang, kan kamu yang menjalani nya, yang terpenting kamu bisa mengatur waktu nya saja" sahut Gilang yang sedari tadi hanya menyimak.


pembicaraan pun terus ber lanjut, hingga siang hari setelah selesai makan siang, bu Fatma pamit untuk pulang ke panti terlebih dahulu sebab takut jika ada yang mencari nya dan diri nya tak ada di panti, karena biasa nya donatur yang datang sering sekali datang di hari minggu atau hari libur.


"sering sering main kesini ya bu, nanti kita masak masak lagi" ucap mama Sonya mengantarkan bu Fatma ke depan.


"iya, in syaa Allah ya Sonya, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya, assalamualaikum " ucap Bu Fatma kemudian masuk ke dalam mobil.


"wa'alaikumussallam" jawab mereka serempak.


"hati hati bawa mobil nya pak Ali " ucap papa Bagas kepada supir nya.

__ADS_1


"baik tuan"


__ADS_2