
Setelah berpamitan kepada keluarga panti, akhirnya mereka bergegas pulang sebelum terlalu malam. di perjalanan pun nampak hening, hingga ucapan Marcello memecah keheningan itu.
"nanti setelah sampai mansion, segeralah membersihkan diri, makan malam lalu kita kumpul di ruang keluarga, ada hal penting yang ingin daddy sampaikan kepada kalian berdua, khususnya untuk mommy, daddy ada hal penting yang ingin daddy katakan sama mommy.." ucap Marcello
"mau ngomongin apa dad? " tanya Citra yang duduk di sebelah Marcello
"nanti saja ketika di mansion, tidak enak kalau bicara hal penting di mobil sayang " jawab Marcello
"baiklah.. " ucap Citra mengangguk setuju.
35 menit perjalanan sampailah mereka di mansion kemudian segera bergegas ke kamar masing masing untuk membersihkan diri.
makan malam pun tiba, Bella yang sudah menunggu mommy serta daddy nya di ruang makan pun memutar bola mata malas ketika melihat sepasang pasutri tengah berjalanan bergandengan di depannya, bisa bisa nya mereka memamerkan keromantisan di depan anaknya, sementara dirinya menunggu kedatangan pasutri dengan perut yang sudah keroncongan. batin Bella menggerutu.
"stop stop, kalau mau mesra mesraan jangan disini dong mom, dad. nggak kasian apa sama anak gadisnya ini " protes Bella kepada kedua orang tuanya.
Citra yang mendengar protes dari Bella pun terkekeh.
"apa sih Bell, aku nggak mesra mesraan loh" elak Citra
"sudah, ayo kita makan daddy sudah sangat lapar " ucap Marcello mengalihkan pembicaraan.
kemudian mereka bertiga makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan apapun ketika mereka sedang makan.
__ADS_1
"katanya tadi daddy mau bicara penting, mrmangnya ada apa dad? " tanya Citra yang kini duduk di ruang keluarga bersama anak serta suaminya.
"kalung liontin dari bu Fatma masih kamu pakai sayang? " tanya Marcello
"masih, ini dad " jawab Citra kemudian memperlihatkan kalung yang berada di balik bajunya.
Kemudian Marcello mengeluarkan sebuah kotak, mrmbukanya didepan Citra. memperlihatkan kalung liontin yang sama persis dengan milik Citra.
"lihatlah, kalung ini dengan kalung milikmu sama persis sayang " ucap Marcello
citra memperhatikan kalung tersebut dengan banyak pertanyaan di kepalanya, sedangkan Bella yang tadinya hanya menyimak pun ikut ikutan penasaran kemudian mendekat.
"kalung ini, kenapa bisa sama seperti milik Citra dad? daddy dapat dari mana kalung ini ?" tanya Citra merasa heran.
"daddy ngomong apasih, aku nggak ngerti deh" ucap Citra
"janji dulu, baru aku ngomong " ucap Marcello
"baiklah aku janji nggak akan marah. sekarang daddy katakan darimana daddy mendapatkan kalung itu? " tanya Citra.
"baiklah. Bella sayang kamu jadi saksinya ya, kalau mommy ku sudah berjanji tidak akan marah sama daddy " ucap Marcello kepada Bella
"siap dad " seru Bella
__ADS_1
"sayang, kamu maaih ingat waktu itu kita pernah bertemu di restoran waktu makan siang? " tanya Marcello
"ingat dad, kenapa? "
"waktu itu aku baru saja melakukan pertemuan dengan seseorang, yang tak lain adalah pemilik kalung ini, tuan Bagas.
awalnya aku kaget karena kalung itu sangat mirip dengan milikmu, namun setelah beliau menjelaskan aku jadi paham.
kamu mau dengar kisahnya?" tanya Marcello dan di angguki oleh Citra.
"baiklah, dulu tuan Bagas menyiapkan kalung kembar sebagai hadiah untuk istrinya yang waktu itu tengah mengandung bayi perempuan, setelah hari yang di nanti pun tiba, dan bayi itu lahir. tuan bagas memberikan satu kalung itu kepada istri nya dan satu kalung lagi untuk anaknya, selang beberapa hari, putri tuan Bagas di culik, yang ia yakini bahwa orang yang menculik putrinya adalah pesaing bisnis nya.
dulu setelah kehilangan putrinya, ia mendapati masalah di perusahaannya hingga fokusnya untuk mencari putrinya terpecah, terlebih waktu itu istrinya langsung jatuh sakit ketika putrinya di culik. beliau hanya memfokuskan untuk kesembuhan istrinya, sembari ia juga mencari putrinya. hingga bertahun tahun lamanya beliau mencari putrinya namun tak kunjung ia temukan. apalagi dulu putrinya masih bayi, dan bertambah tahun pasti wajahnya juga berubah. hal itu membuat tuan bagas kesulitan mencari anaknya hanya dengan berbekal kalung kiontin ini.
namun, ketika ia menghadiri pesta kita bersama istrinya dan melihat kamu memakai kalung liontin yang sama persis dengan kalung istrinya, beliau mulai mencari tahu semua tentang kehidupanmu "
"maksud daddy? " tanya Citra
"tuan Bagas menyakini bahwa kamu adalah putri tunggalnya yang telah lama menghilang, itu sebabnya beliau mencari informasi mengenai kehidupanmu.
dan waktu pertemuan kami di restoran waktu itu, ia meminta ku untuk membantu mencari tahu kebenaran semua ini. "
Citra yang mendengar penuturan Marcello pun diam tak percaya, tetapi air matanya luruh begitu saja.
__ADS_1