Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 95


__ADS_3

Di sebuah rumah tua yang jauh dari perkotaan terdapat 2 orang laki laki yang kini tengah tertidur setelah semalaman berkendara. hingga sinar cahaya matahari menembus jendela rumah tersebut membuat kedua nya menggeliat dan berusaha menutupi mata nya yang silau.


"****, padahal aku baru saja tidur, kenapa sudah pagi saja sih" gerutu laki laki tersebut.


"bos, bos yakin kalau kita bisa aman bersembunyi disini? " tanya Eko sang bawahan yang juga ikut terbangun


"hm.. hanya kamu Seno dan juga Hari yang tahu tempat ini, jadi kamu tenang saja kita pasti aman disini, kalau bukan karena di iming imingi untuk tidur dengan wanita itu dan juga uang, mana mungkin aku mau membuat masalah dengan orang yang tak ku kenal dan berakibat menjadi buronan polisi, belum juga merasakan tu buh nya dia sudah menghilang begitu saja, tapi akan ku pastikan akan mencari wanita itu dan meminta apa yang telah dia janjikan" geram Toni kepada wanita yang telah menipu nya


mereka lah teman dari 2 orang preman yang berhasil di tangkap oleh polisi yang mencoba untuk menghabisi Marcello.


"tapi bos, seno dan Hari berpisah dengan kita sewaktu polisi mengejar kita, apa bos yakin kalau mereka tak akan tertengkap? " tanya Eko lagi


"teman mu itu pintar mengalihkan fokus seseorang, jadi kamu tenang saja, yang terpenting kita aman dulu disini" ucap Toni kesal.


"baiklah" ucap Eko pada akhir nya.


*****


tok tok tok


"Assalamualaikum " ucap Citra memberi salam setelah mengetuk dan membuka pintu ruang rawat suami nya.


"wa'alaikumussallam" jawab keduanya, Marcello dan Gilang.


"mas, bagaimana keadaan mu sekarang? " tanya Citra menghampiri suami nya yang baru saja sarapan dan meminum obatnya.


"sudah lebih baik dari kemarin sayang, bahkan luka nya tak sakit seperti kemarin"


"syukurlah, di rumah aku tak tenang karena tak bisa. menemani kamu di sini"


"aku baik baik saja, bahkan tadi kata dokter besok aku sudah di perboleh kan untuk pulang"


"benarkah? " tanya Citra yang nampak antusias.


"benar sayang, jika tak percaya kamu bisa tanya Gilang"

__ADS_1


Citra menggeleng, " aku percaya kok mas"


"oh iya ini aku bawa sarapan titipan dari Bella, katanya tadi dia akan kesini agak siangan sama anak anak" ucap Citra kepada Gilang sembari menyerahkan rantang yang ada di tangan nya.


"terima kasih mom" Ucap Gilang sembari mengambil rantang di tangan Citra dan pergi ke sofa untuk segera sarapan


"iya sama sama"


"kamu kesini sendirian sayang? " tanya Marcello yang baru menyadari jika istri nya sendiri ketika masuk


"tadi aku berangkat kesini sama papa, mungkin papa masih di luar sebab waktu aku pamit turun dulu dari mobil aku langsung pergi kesini tanpa menunggu papa selesai memarkirkan mobil nya. "


"tadi Al sama Cia masih tidur jadi mama ngalah buat pergi nanti menunggu anak anak bangun baru mereka akan kesini di antar pak Ujang, sebenarnya tadi aku juga mau sekalian nunggu mereka bangun, tapi papa seperti nya tahu kalau aku sudah rindu sama kamu, makanya papa ngaterin aku kesini" sambung Citra menjelaskan.


"baru juga 1 malam berpisah udah rindu aja sih sayang" goda Marcello yang langsung membuat pipi Citra memerah


"bukan aku, tapi dia yang rindu" ucap Citra kemudian menunjuk perutnya.


"hmm.. mendekatlah" ucap Marcello meminta istri nya untuk lebih dekat dengan diri nya, Citra yang tadi nya duduk di kursi samping brangkar Marcello pun berdiri mendekat dan duduk di atas brangkar suami nya tepat di sebelah nya.


"morning kiss" ucap Marcello lirih sambil melirik menantu nya yang tengah fokus sarapan.


"eh... " Citra kaget dengan tingkah spontan suami nya, dirinya langsung menoleh ke belakang dimana terdapat Gilang disana, 'untung dia nggak lihat' gumam Citra dalam hati


"jangan macem macem mas, ingat kita nggak cuma berdua disini, lagi pula ini rumah sakit" ucap Citra.


"iya iya.. "


tak berselang lama kemudian pintu ruang Marcello di buka, papa Bagas datang sambil menenteng kresek dan juga 2 gelas kopi kemudian menaruhnya di atas meja.


"ini opa bawakan kopi buat kamu" ucap papa Bagas kepada Gilang yang baru saja selesai makan dan memainkan ponsel nya.


"terima kasih opa, kok lama datangnya opa? " tanya Gilang


"hm, tadi Beli kopi nya agak antri jadi nya lama, ya sudah opa tinggal ke Marcell dulu ya, minumlah, dan juga ini ada beberapa camilan mungkin kamu suka" ucap papa Bagas sembari memperlihatkan kantong kresek yang tadi ia bawa.

__ADS_1


Gilang pun mengangguk" iya terima kasih opa"


"bagaimana keadaanmu Marcell? " tanya papa Bagas setelah sampai di brangkar Marcello.


"sudah membaik pa, kata dokter besok boleh pulang jika tidak ada lagi keluhan" jaeab Marcello.


"syukurlah.. lalu bagaimana dengan para preman yang kemarin menyerang kalian itu, apa sudah ada titik terangnya? " tanya papa Bagas.


Gilang yang mendengar papa Bagas bertanya seperti itu pun beranjak dari duduk nya dan menghampiri ketiga orang tersebut.


"semalam polisi datang lagi untuk memberikan informasi penting nya opa, mereka berkata jika preman yang sudah tertangkap itu memberi tahu tentang markas mereka yang tersembunyi yang belum ada orang lain tahu selain mereka berempat, setelah mendapatkan informasi tersebut beberapa polisi langsung bergegas kesana untuk mencari tahu kebenaran nya, dan kita tunggu saja kabar dari mereka, mungkin pagi ini atau paling lambat sore nanti kata beliau" jelas Gilang menjawab pertanyaan papa Bagas.


"syukur lah jika sudah ada titik terangnya, setidaknya kita tak menemui jalan buntu dan semoga saja benar dugaan mereka dan para preman itu lekas di amankan, aku penasaran siapa yang berani berbuat hal keji seperti itu, " ucap papa Bagas yang sedikit emosi


"kita tunggu saja kabar baik dari pihak berwajib pa" ucap Citra menenangkan papa nya dengan mengusap lengan nya.


"kamu benar sayang, semoga saja semua masalah ini segera terselesaikan agar kalian juga bisa menikmati kehidupan kalian"


"papa akan ke kantor sebentar untuk. mengurus beberapa hal penting, kamu disini bersama mereka saja tak apa apa kan? " tanya papa Bagas kepada putri nya.


"iya tak apa apa pa, papa pergilah lagi pula nanti mama dan yang lain nya juga akan datang kesini kalau anak anak sudsh bangun"


"papa Cia kalau mau sekalian ke kantor juga nggak apa apa, biar aku yang menemani mas Marcell" ucap Citra kepada Gilang,


Gilang menoleh ke arah mertua lelaki nya, dan Marcell pun mengangguk "baiklah, jika ada apa apa segera hubungi aku atau opa atau yang lain nya ya mom, dad. aku akan pulang sebentar setelah itu baru pergi ke kantor sekalian mengecek kantor daddy"


"terima kasih Gilang" ucap Marcello.


"bukan masalah dad, kalau begitu saya pamit Dulu"


akhirnya Gilang dan papa Bagas pun meninggalkan Marcello dan Citra berdua di rumah sakit, sedangkan mereka akan bergegas ke kantor masing masing.


di dalam ruangan Marcello Citra kembali duduk di kursi dekat brangkar sambil mengelus tangan suami nya.


"kira kira siapa ya mas pelaku sebenarnya?" tanya Citra yang begitu penasaran.

__ADS_1


__ADS_2