Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 48


__ADS_3

"Tuan, boleh saya bertanya suatu hal? " tanya bu Fatma kepada Marcello


"tentu bu, apa ada masalah? " tanya Marcello balik


"begini tuan, beberapa hari yang lalu, ada seseorang yang datang kemari, dan dia menanyakan tentang Citra. "


"apa citra baik baik saja tuan? sebab saya takut jika orang itu berniat jahat kepada Citra " ucap bu Fatma.


"apa orang itu menanyai asal usul Citra bu? " tanya Marcello memastikan


"iya tuan, dan dia juga bertanya apakah Citra memiliki kalung liontin berwarna biru atau tidak, sebenarnya saya tidak ingin memberi tahu nya, tetapi dia terus mendesak saya akhirnya saya memberi tahu semuanya tentang Citra, meskipun dia bilang dia bukan orang jahat, tetapi saya masih sangat khawatir tuan, bagaimana jika mereka menyakiti Citra, saya akan merasa sangat berdosa jika itu terjadi tuan" ucap bu Fatma panjang lebar.


"ibu tenang saja, Citra baik baik saja. dan mengenai orang orang yang datang menemui ibu, seperti nya saya tahu siapa orangnya " ucap Marcello


"benarkah tuan? lalu apa maksud mereka mencari tahu identitas Citra tuan? " tanya bu Fatma.

__ADS_1


"sebenarnya begini bu, waktu di pesta pernikahan kami, Citra memakai kalung tersebut, dan ada sepasang suami istri paruh baya yang melihat Citra mengenakan kalung liontin itu, kalung liontin yang di desain khusus oleh lelaki tersebut, dan itu milik wanita paruh baya dan juga putri nya. mereka mengira Citra adalah putri mereka yang hilang 18 tahun yang lalu. sebab itu lah mereka mulai mencari tahu identitas Citra. " jelas Marcello panjang lebar.


"lalu apakah Citra sudah mengetahui nya tuan? " tanya bu Fatma.


"belum bu, sebenarnya lelaki paruh baya itu meminta saya untuk memastikan hal itu, tetapi saya belum menemukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal penting itu kepada Citra, dan ketika Citra dan Bella mengajak saya untuk mengantarkan mereka ke panti, saya langsung setuju, karena saya juga ingin membicarakan hal ini dengan bu Fatma " ucap Marcello.


"apakah anda mengenal lelaki tersebut tuan? " tanya bu Fatma.


"iya saya mengenalnya bu, namanya tuan Bagas, dan istrinya bernama Sonya. ia adalah rekan bisnis saya.


sebenarnya saya sudah mengetahui tentang hilangnya putri mereka sudah lama, jadi ketika ia meminta saya untuk memastikan hal tersebut saya bersedia membantunya, sebab ia juga memberikan sebuah bukti nyata mengenai kepemilikan kalung kembar milik istri dan anaknya tersebut.


lalu bagaimana menurut bu Fatma, kapan kira kira saya bisa menjelaskan hal ini kepada Citra? " tanya Marcello


bu Fatma mendengar penjelasan dari Marcello dengan serius, sebab ini juga menyangkut anak asuh nya yang sudah ia anggap menjadi anak nya sendiri.

__ADS_1


"jika itu yang terbaik untuk Citra, bicarakan hal ini dengan segera tuan, sebelum ia mengetahui hal ini dari orang lain. saya yakin Citra akan menerima keluarganya kembali apapun alasannya, sebab saya tahu jika sebenarnya Citra sangat merindukan kedua orang tuanya" ucap bu Fatma.


"baiklah bu, saya akan mencoba menjelaskan hal ini kepada Citra, semoga saja dugaan ini benar, dan Citra bisa bertemu dengan kedua orang tuanya " ucap Marcello.


"iya tuan, lebih cepat lebih baik " ucap bu Fatma mengangguk


setelah pembahasan mengenai Citra usai, bu Fatma memilih untuk undur diri sebab ia ada keperluan di dapur.


sedangkan Marcello beralih pandangannya kearah Citra dan Bella yang tengah bermain dengan anak anak panti.


"sayang hari sudah sore, ayo kita pulang" ajak Marcello kepada Citra dan Bella.


"yah dad, baru juga main kok udah di ajakin pulang sih" gerutu Bella sebal sebab ia tengah sasyik bermain dengan anak anak panti.


"kapan kapan kamu sama mommy kan bisa kesini lagi sayang, lagi pula kasian mommy tadi siang cuma istirahat sebentar nanti mommy mu kelelahan " ucap Marcello memberi pengertian.

__ADS_1


"baiklah, kita pamitan dulu baru pulang ya dad" ucap Bella


"iya.. " jawab Marcello singkat


__ADS_2