Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 94


__ADS_3

Di rumah sederhana.


papa Irfan, papa nya Angel tengah mengetuk pintu kamar putri nya yang tadi sempat di tutup dengan keras.


tok tok tokk


"Angel buka pintu nya sekarang" teriak papa Irfan dari luar kamar Angel.


Angel yang memang sedang jengkel terhadap kedua orang tua nya pun tak menghiraukan teriakan sang papa membuat papa Irfan menjadi emosi.


"Angel buka pintu nya atau papa akan dobrak pintu nya dari luar" teriak papa Irfan lagi.


Angel yang awalnya tak ingin membuka pintu, mau tak mau harus membuka pintu nya sebelum papa nya benar benar mendobrak pintu kamarnya, dengan malas ia berjalan ke arah pintu kemudian segera membuka nya.


ceklek


"apa lagi sih pa, Angel capek mau istirahat nanti aja kalau mau ngomong sama Angel" ucap Angel malas.


"mama sama papa akan pergi dari rumah ini, jika kamu masih seperti ini, terserah kamu saja papa tak perduli" ucap papa Irfan penuh penekanan


"maksud papa? " tanya Angel bingung.


"memangnya kamu nggak berfikir kalau nanti para preman itu tertangkap, polisi akan mencari kita juga sebagai dalang utama kasus Marcello? " tanya papa Irfan yang sebenarnya geram terhadap putri nya.

__ADS_1


"jika kamu ingin pergi bersama kami maka bersiap siap lah, jika tidak terserah kamu" ucap papa Irfan kemudian pergi menuju kamarnya.


Angel dengan Segera menuju kamar nya untuk membereskan pakaian yang akan ia bawa, sekarang ia tak lagi memikirkan rasa marahnya terhadap kedua orang tua nya, sekarang yang ia pikirkan adalah kabur sejauh mungkin sebelum polisi mengendus keberadaan nya.


"sudah selesai? " tanya papa Irfan yang baru saja keluar dari kamarnya dengan sang istri kepada Angel yang baru saja keluar kamar nya.


"sudah pa, kita akan kemana sekarang pa? " tanya Angel


"kita ke rumah om mu saja di kota sebelah, untuk sementara waktu kita bisa bersembunyi di sana, tadi papa sudah menghubungi om suryo jika kita akan kesana bersama sama" jawab papa Irfan.


"ya sudah kita berangkat sekarang" ajak papa Irfan kemudian melangkah kan kaki nya krluar rumah.


*****


Keesokan hari nya.


semalam setelah makan Citra memutuskan untuk pulang ke mansion nya di temani Bella, bu Fatma, mbak Ayu, mama dan papa nya karena sang suami tak mengizinkan dirinya untuk bermalam di rumah sakit mengingat dirinya yang tengah hamil muda dan juga membawa Al, sedangkan Marcello di temani oleh Gilang sang menantu.


"bi, nanti tolong siapin bekal ya cukup untuk 2 porsi" ucap Citra yang baru saja tiba di dapur kepada bi Ani yang tengah menyiapkan sarapan.


"iya nya nanti bibi siapin"


"ya sudah aku tinggal tengok Al dulu bi, maaf nggak bantuin masak"

__ADS_1


"tidak apa apa nyonya, ini memang sudah tugas saya dan Art yang lain nya, jadi anda tidak perlu mrminta maaf" ujar bi Ani


"ya sudah, saya tinggal dulu bi"


bibi pun mengangguk kemudian segera menyelesaikan masakan nya.


Citra pun pergi menghampiri Al yang tengah bermain dengan opa oma nya di ruang tamu. "pagi semuanya" sapa Citra sembari menyungging kan senyum nya.


"pagi.. " jawab mereka semua serempak.


"ma, pa pagi ini aku akan pergi ke rumah sakit buat jengukin mas Marcell. aku titip Al ya, sama ibu dan mbak Ayu juga" ucap Citra


"kamu tak ingin mengajak kami nak? " tanya papa Bagas.


"bukan tak ingin pa, tapi Citra takut merepotkan kalian" ucap Citra tersenyum canggung


"kamu ini, Marcell itu juga menantu kami nak, dia juga bagian dari keluarga kami, jadi tak ada kata merepotkan lagi pula kerjaan papa di kantor sudah ada yang menghandle, dan juga kami semua hari ini free, biarkan pagi ini kami membesuk Marcello sekalian kita melihat perkembangan nya seperti apa" ucap papa Bagas.


"baiklah jika itu yang terbaik, Citra tak masalah.. ya sudah seperti nya makanan sudah siap lebih baik kita ke ruang makan segera" ucap Citra kemudian beranjak.


"bilang saja kalau mommy itu sebenarnya sudah rindu berat sama daddy, padahal baru 1 malam loh nggak tidur sekamar" goda Bella


"ih apasih Bell, enggak kok. memang seperti nya sarapan nya sudah siap, makanya aku mengajak kalian ke ruang makan" elak Citra namun jauh di dalam lubuk hati nya dirinya meng iya kan ucapan Bella.

__ADS_1


'itu adalah alasan utama aku mengajak kalian segera sarapan Bell, tapi mana mungkin aku bilang yang sesungguh nya, bisa bisa habis aku di gods kalian semua' gumam Citra dalam hati.


satu persatu dari mereka pun mulai beranjak berjalan menuju ruang makan yang ternyata memang sarapan baru saja selesai di sajikan, hal itu lantas membuat Citra bernafas lega sebab kata kata tadi memang benar adanya, untung saja tadi dirinya sempat mampir ke dapur sebelum menuju ruang keluarga.


__ADS_2