
4 bulan kemudian.
Kini kandungan Citra mulai menginjak usia kehamilan 9 bulan, ia pun kini juga sudah mulai cuti kuliah dari 3 bulan yang lalu itupun karena suami nya yang memaksa nya untuk segera cuti.
hari demi hari ia dan suami lakukan untuk mempersiapkan kelahiran anak pertama mereka, tentu keluarga besar Citra pun ikut andil dalam hal tersebut.
contoh nya saja hari ini, Citra ingin membeli kebutuhan bayi di mall bersama suami nya, namun sesampainya ia di mall ia di kejutkan oleh sang mama dan papa yang sudah menunggu diri nya dan suami di samping pintu masuk mall.
hal itu tentu membuat Citra menggeleng geleng kan kepala nya melihat tingkah lucu kedua orang tua nya yang sangat antusias menyambut cucu mereka.
sedangkan Marcello menyunggingkan senyum tipis nya, ia merasa sangat bersyukur kehidupan baru nya di penuhi oleh orang orang yang sangat baik terlebih kedua mertua nya memperlakukan putri nya selayak nya cucu kandung mereka sendiri.
dan pada akhirnya mereka berempat pun masuk bersama menuju store baby shop kemudian segera mencari kasur serta stroller bayi.
"sayang, ini bagus mama ambil kam yang ini ya" ucap mama Sonya kepada Citra sambil menunjuk sebuah stroller keluaran terbaru yang terlihat sangat mahal.
kemudian Citra pun mendekat dan melihat harga yang tertera di stroller tersebut. awalnya Citra biasa saja namun ketika ia memfokuskan pandangan nya pada harga stroller tersebut secara spontan mata nya membelalak kaget.
"15 juta" gumam Citra kemudian menjauh dari stroller tersebut.
"jangan ma, harga nya terlalu mahal " ucap Citra.
"tidak apa apa, mama yang akan belikan untuk cucu Mama" ucap mama Sonya
"cari yang lain yang lebih murah saja ma, pasti ada kok yang meskipun harga nya murah tetapi kualitas nya bagus" ucap Citra.
"lagi pula stroller itu nggak bisa di gunakan sampai besar, sayang uang nya kalau buat beli satu macam benda dengan harga yang sangat mahal" sambung Citra.
Citra yang sedari kecil tinggal di panti yang selalu menerapkan hidup sederhana pun merasa harga yang tertera itu sangat lah mahal. dengan uang belasan juta itu ia bisa gunakan untuk berbagi kepada orang lain, pikir Citra.
mama Sonya pun mengangguk, ia paham bahwa putri nya itu tak ingin hidup boros yang selalu menghambur hamburkan uang nya, dengan langkah pelan ia bergegas melihat lihat lagi beberapa stroller yang terpajang disana tak lupa ia juga mengecek harga nya, karena tak mau putri nya menolaknya lagi
setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu nya untuk berbelanja kebutuhan bayi akhirnya mereka selesai dan kini mereka berempat keluar dari store tersebut dan berjalan menuju restoran.
"mas, kita makan siang dulu yuk, aku udah laper nih" ucap Citra kepada suaminya.
__ADS_1
"kita makan siang dulu ya ma, pa" ucap Citra krpada kedua orang tua nya.
ketiga orang tersebut pun mengangguk dan berjalan menuju salah satu restoran.
*****
malam hari nya Citra tengah bersiap siap untuk tidur, Marcello yang belum ingin tidur pun memutuskan untuk memijit kaki istrinya yang sering kali merasa sakit selama hamil.
"kamu tidur lah, aku akan memijit kaki mu agar tidur mu nyenyak " ucap Marcello kepada sang istri.
"terima kasih mas, maaf kalau Citra sering menyusahkan mas" ucap Citra
"kamu tak pernah menyusahkan ku sayang, sekarang tidurlah" ucap Marcello kemudian membenahi bantal istri nya.
"selamat tidur mas" ucap Citra kemudian mrmejamkan mata nya.
"selamat tidur sayang, " ucap Marcello kemudian membelai kepala istri nya.
*****
Citra terbangun dari tidurnya dan merasakan perutnya mulas, kemudian ia segera bergegas ke kamar mandi untuk menyelesaikan hajat nya, namun setelah lama menunggu namun tak kunjung keluar, ia pun memutuskan untuk kembali ke kasur. dengan pelan pelan ia berjalan ke arah kasur dan ingin segera kembali tidur, mungkin dengan tidur rasa sakit nya akan hilang pikir Citra.
setelah membaring kan tub uh nya ia pun merasakan sakit lagi di perut serta tulang belakang nya. Citra meringis merasakan sakit yang luar biasa, namun hal itu hanya sesaat, kemudian ia kembali seperti semula. Citra pikir sakit nya sudah hilang, namun beberapa saat kemudian rasa sakit yang sama datang lagi.
'apa aku akan segera melahirkan hari ini, tapi bukan nya masih 2 minggu kagi ya perkiraan nya' gumam Citra
karena ia sudah sangat tak nyaman dengan tubuhnya, Citra pun langsung membangunkan suami nya dengan pelan.
"mas.... " ucap Citra menepuk lengan suami nya.
"hm.. apa sayang? " marcello pun bangun kemudian menatap wajah istri nya.
"perut ku mulas sekali mas " rintih Citra dengan tangan nya mengusap pinggang nya sendiri.
mendengar rintihan sang istri, Marcello yang tadi nya ingin kembali tidur pun langsung bangun dan memandangi wajah cantik Citra.
__ADS_1
"sayang..! " seru Marcello melebarkan mata nya
"sepertinya kamu akan segera melahirkan, sebentar aku minta pak ujang buat nganter kita ke rumah sakit" ucap marcello kemudian bergegss keluar kamar.
"ayo sayang kita ke rumah sakit sekarang " marcello yang baru saja kembali dengan nafas yang terengah engah kemudian menghampiri istri nya dan menggendongnya.
"kamu tenang ya, atur nafas kamu. " ucap marcello terlihat panik.
"hati hati mas jalan nya" ucap Citra yang merasa jika suaminya terlalu cepat berjalan nya, ia khawatir malah kedua nya akan terjatuh.
tak butuh waktu lama, mereka sudah masuk ke dalam mobil dan segera ke rumah sakit.
di dalam mobil Citra sesekali meringis merasakan sakit nya, sedangkan marcello dengan setia mengusap bagian belakang tubuh istri nya dengan lembut.
20 menit kemudian Marcello dan Citra pun telah sampai di rumah sakit, dengan cepat marcello bergegas menggendong kembali tubuh istri nya dan membawa nya masuk ke dalam.
"dokter suster tolong istri Saya" teriak marcello ketika ia memasuki rumah sakit.
para suster pun berdatangan kemudian mengarahkan marcello menuju brangkar di dalam UGD.
"tolong letak kan di sini tuan, saya akan memanggil dokter jaga" ucap salah satu perawat kemudian berlalu.
tak berselang lama kemudian dokter kandungan pun tiba dan memeriksa Citra. "sudah pembukaan 7 tuan, kita tunggu beberapa saat sembari menunggu suster menyiapkan tempat bersalin nya " ucap dokter tersebut.
"terima kasih dok, saya titip istri saya sebentar " ucap Marcello kemudian segera keluar dan menemui pak ujang yang masih menunggu nya di parkiran mobil.
"pak tolong bapak pulang dan minta bi asih untuk mengambilkan koper di kamar saya, kopernya saya letak kan di samping pintu kamar. kalau sudah langsung saja bawa kesini ya pak" ucap Marcello .
"baik tuan, kalau begitu saya permisi" ucap pak ujang undur diri.
"iya, hati hati pak" ucap marcello kemudian berlalu dan segera menemui istri nya kembali.
"dari mana mas? " tanya Citra di tengah tengah rasa sakit nya
"maaf sayang, aku meninggalkan kamu terlalu lama, tadi aku meminta pak ujang untuk mengambil perlengkapan kamu, karena tadi aku terburu buru jadi lupa membawa nya" ucap marcello yang masih setia mengelus punggung Citra.
__ADS_1
setelah beberapa saat dokter pun kembali lagi dan mengecek pembukaan citra. "pembukaan nya sudah lengkap, kita ke ruang bersalin sekarang" ucap dokter tersebut kemudian para suster pun mulai membantu Citra untuk pindah ke ruang bersalin, tentu dengan marcello yang selalu setia berada di samping Citra.