
Di kantin kampus Citra nampak murung, entah apa yang di pikirkan ibu hamil itu, Bella yang melihat nya pun hanya mampu menggeleng gelengkan kepala nya.
"kenapa murung mom, bukankah ini memang sudah menjadi keputusan mom, kenapa sekarang jadi murung seperti ini hm? " tanya Bella sedikit khawatir.
"entahlah Bell, mungkin ini efek dari hormon kehamilan ku sehingga aku mudah sekali baper, kadang aku juga merasa heran sendiri kenapa aku sekarang jadi labil begini " ucap Citra lirih.
"tapi mom nggak batalin pertemuan nanti siang kan? " tanya Bella memastikan.
"enggak Bell, nanti kita tetap akan menemui nya, aku juga penasaran dengan pasangan peruh baya yang katanya orang tua ku itu "
"ya sudah, tapi sekarang jangan murung begini lagi ya mom, kasihan adikku juga akan ikutan murung di dalem karena mommy nya murung. ingat apa kata daddy, kalau mommy ga boleh banyak fikiran, kalau ada apa apa harus selalu bilang " ucap Bella.
"iya iyaa, kakak Bella yang bawel " ucap Citra kemudian mengelus perutnya.
"Bell, kenapa aku tiba tiba kepengen rujak mangga muda yang di serut itu ya, seperti nya enak siang siang sehabis kuliah makan rujak yang pedes seger gitu " ucap Citra berbinar sambil menelan saliva nya.
'haisshh, si mommy cepet banget ngubah mood nya, tadi murung sekarang malah berbinar karena pengen rujak. hmm, seperti nya aku yang bakalan capek nih nurutin ngidamnya mommy' batin Bella dalam hati, entah mengapa adik kecil nya itu selalu saja membuatnya repot.
"jangan bilang mommy akan menyuruhku untuk mencari mangga muda itu dan membuatkan rujak nya langsung untuk mommy " tebak Bella.
"hmm, sebenarnya tadi ingin nya begitu, tapi berhubung aku pengenbnya mangga muda yang masih seger jadi harus metik sendiri di pohonnya langsung, jadi jangan kamu deh, aku tahu kamu nggak bisa manjat pohon " ucap Citra santai membuat Bella melongo, lantas berfikir lalu siapa yang akan manjat pohonnya, apa mungkin daddy nya? . begitu pikir Bella.
belum sempat Bella berbicara, Citra sudah lebih dulu mengambil ponselnya di tas kemudian menghubungi seseorang, membuat Bella yang tadinya ingin bertanya jadi ia urungkan.
__ADS_1
"hallo dad " ucap Citra setelah panggilannya di terima
'tuh kan bener, sepertinya kini giliran daddy yang di kerjain tuh anak bayi ' ucap Bella dalam hati yang sebenarnya ingin menertawai daddy nya itu..
"iya sayang, ada apa? apakah kamu ingin di jemput ke kampus sekarang? " tanya Marcello di seberang.
"eemm, dad.. apakah dad sedang sibuk? " tanya Citra
"tidak terlalu sibuk sayang, hanya mengecek laporan dan juga beberapa file yang harus ku tanda tangani, memangnya ada apa? " tanya Marcello
"bisakah dad kesini, eemmm... akuu... " ucap Citra terbata bata kemudian terdiam, entah kenapa ia masih segan ketika ingin meminta sesuatu ke suaminya, padahal Marcello selalu mengingatkannya untuk bersikap biasa saja.
"eemmm... ituuu.. akuu.. " entah mengapa Citra begitu gugup ingin meminta suaminya menuruti ngidamnya itu.
"kamu tunggu dikampus, aku akan kesana sekarang" ucap Marcello kemudian mematikan sambungan teleponnya.
dia juga sebenarnya khawatir ketika tiba tiba Citra meneleponnya tetapi tidak mengatakan maksud tujuannya meneleponnya. dengan hati yang was was khawatir akan istri serta anaknya ia menambah laju kecepatan mobilnya.
hingga 15 menit kemudian Marcello telah sampai di kampus dan segera menemui istrinya yang katanya sedang mrnunggunya di kantin kampus.
"sayang " ucap Marcello ketika melihat Citra duduk berseberangan dengan Bella .
"Bell, ada apa dengan mommy mu? " tanya Marcello khawatir
__ADS_1
Bella yang melihat daddy nya tengah mengatur nafasnya pun menahan tawanya.
"ppfffttt haa haaa.. " Bella menertawai daddy nya yang sangat bucin itu.
"hei, di tanya malah asik nertawain orang tua" ucap Marcello kesal.
"habisnya daddy lucu kalau lagi panik begini,
mommya nggak apa apa dad, tuh lihat saja. dia baik baik saja kan" ucap Bella.
"lalu tadi kenapa momny mu menelepon daddy seperti itu? " tanya Marcello
"kalau itu lebih baik tanya aja langsung sama mommy "
Citra yang mendengar mereka berbicara pun menunduk malu, sebab telah membuat suaminya khawatir.
"maaf kan Citra dad.. " satu kalimat berhasil keluar dari mulut Citra sendiri.
"kenapa minta maaf, memangnya ada apa sayang? " tanya Marcello
"sebenarnya, citra ingin sekali makan rujak mangga muda yang di serut, dan citra ingin daddy sendiri yang memetik buah mangganya, tuh disana tadi aku lihat ada mangga nya" ucap Citra menunjuk pohon mangga yang ada seberang kantin
oh astaga, hal itu membuat Marcello sangat syok dengan permintaan aneh istrinya, istrinya yang ia tahu sangat penurut dan tak pernah meminta yang aneh aneh sekarang meminta ia untuk memanjat pohon, ingin sekali ia menolak, tetapi ketika melihat mata istrinya yang penuh permohonan, akhirnya ia pun menyanggupinya, sedangkan Bella yang dari tadi menyimak pun tak kuasa menahan tawa nya.
__ADS_1
"baiklah, daddy akan manjat pohon mangganya untukmu" ucap Marcello pasrah.
"semangat dad" seru Bella mengulum senyum.