Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 66


__ADS_3

Marcello bergegas membuka pintu yang sedari tadi di gedor gedor oleh putri nya.


Ceklek


"daddy sama mommy ngapain aja sih, dari tadi di tungguin di bawah nggak datang datang" cerocos Bella ketika pintu kamar di buka oleh sang daddy.


"maaf sayang, sebentar mommy mu lagi berpakaian. tadi daddy telat bangunnya jadi molor waktu bersiap siap nya. " ucap sang daddy.


"sebentar 5 menit kagi kami turun, daddy bantuin mommy mu dulu" sambung nya.


"baiklah, jangan lama lama dad, kasihan oma sama opa nungguin dari tadi" ucap Bella kemudian berlalu meninggalkan sang daddy.


'huuhh'


Marcello membuang nafas lega, sebab putri nya datang ketika ia telah selesai menengok buah hati nya yang masih berada di perut sang istri. jika putri nya datang di waktu yang tidak tepat maka itu akan membuat kepala nya pusing sebab tidak bisa menyalurkan hasrat nya.


"sayang, sudah apa belum" tanya Marcello kepada Citra yang masih di dalam walk in closet.


"iya dad, ini sudah selesai kok" ucap Citra kemudian membuka pintu ruangan tersebut.


"ayo dad.." ajak Citra menggandeng tangan suaminya.


"maaf ya sayang, karena lift nya belum bisa di kerjakan jadinya kita harus naik turun tangga dulu. kata Yoga sih besok tukang nya baru bisa mengerjakan. atau sekarang aku gendong kamu aja biar kamu nggak kecapek an" tawar Marcello.


"nggak apa apa dad, aku masih kuat kok kalau cuma naik turun tangga ini" ucap Citra


mereka pun berjalan beriringan menemui papa mama serta Bella yang menunggu nya di ruang keluarga.


"pa, ma.. " sapa Citra kepada kedua orang tua nya.


"kalian sudah siap, ayo kita segera berangkat. sepertinya bakalan macet mengingat ini adalah jam nya orang pulang kerja" ucap papa Bagas.


"opa, Bella ikut sama opa dan oma saja ya, nggak asik kalau sama mommy dan daddy, nanti aku jadi obat nyamuk nya" ucap Bella.


"haa.. haa.. haa.. baiklah baiklah. kamu sama opa dan oma saja biar mommy dan daddy mu berdua " ucap papa Bagas kepada Bella.

__ADS_1


kini mereka berlima pun berangkat menggunakan 2 mobil, Bella dengan opa oma nya, sedangkan Citra dengan suaminya.


di tengah tengah perjalanan mereka memutuskan untuk mampir ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan di panti.


30 menit kemudian mereka telah membawa beberapa kantong kresek berisikan sayuran dan juga daging dagingan. kemudian beberapa karung beras dan juga kebutuhan lainnya.


45 menit kemudian mereka tiba di pelataran panti. ibu Fatma yang kebetulan sedang duduk di teras pun segera berdiri dan melihat siapa yang datang petang seperti ini membawa 2 mobil sekaligus pula.


kemudian Citra dan rombongan keluar dari mobil masing masing.


"Citra anak ku" ucap bu Fatma


"bu, Citra datang.." ucap Citra kemudian memeluk erat bu fatma. wanita yang sudah Citra anggak sebagai ibu kandung nya sendiri.


kemudian Citra melepas pelukan nya. Marcello mengulurkan tangan nya ke arah bu Fatma dan di sambut dengan hangat olehnya.


"bagaimana kabar ibu? " tanya Marcello


"alhamdulillah kabar saya baik tuan" jawab bu Fatma


pandangan bu Fatma kini tertuju pada pasangan paruh baya yang sedang berdiri di samping Bella


"ini, mereka siapa nak? " tanya bu Fatma kepada Bella setelah ia melepas pelukannya.


"oh iya bu, perkenalkan nama saya Sonya dan ini suami saya Bagas" ucap mama Sonya memperkenalkan diri pada bu Fatma dengan mengulurkan tangannya.


"saya Fatma bu.. " ucap bu Fatma membalas jabat tangan mama Sonya.


"bu, sebenarnya Citra kesini ingin memberi kabar sama ibu" ucap Citra yang paham akan kebingungan ibu nya itu.


"ya sudah kita masuk saja dulu, kita ngobrol di dalam" ucap bu Fatma kemudian mempersilahkan tamu nya untuk masuk.


Marcello dan mertua laki laki nya pun mulai mengeluarkan barang bawaan nya dari mobil kemudian membawa nya masuk ke dalam rumah dan meletak kan di meja yang tak jauh dari ruang tamu, setelah selesai ia dan mertua nya bergegas menyusul para wanita yang tengah duduk di ruang tamu.


"apa yang ingin kamu katakan kepada ibu nak? " tanya bu Fatma kepada Citra setelah mereka semua duduk.

__ADS_1


"bu, perkenalkan ini adalah papa dan mama Citra. kalung yang ibu berikan kepada Citra dulu lah yang mempertemukan Citra dengan kedua orang tua Citra. " ucap Citra.


"alhamdulillah nak. akhirnya kamu bisa bertemu dengan kedua orang tua kamu


sebenarnya ibu tak begitu terkejut mendengar penjelasan dari kamu, sebab waktu itu suami kamu sudah berbicara tentang hal ini sama ibu, dan ibu hanya menunggu kabar baik dari kalian.


selamat ya nak, kini kebahagiaan perlahan menghampiri mu" ucap bu Fatma.


"iya bu, terima kasih, ibu selama ini sudah memberikan kasih sayang ibu untuk Citra " ucap Citra.


"sama sama nak" ucap bu Fatma.


beberapa saat kemudian mbak Ayu, salah satu pengurus panti datang membawa minuman serta camilan.


"silahkan di minum tuan, nyonya " ucap mbak Ayu.


"iya, terima kasih mbak" sahut mereka semua.


kemudian mereka pun berbincang bincang hangat. sesekali terdengar gurauan yang membuat mereka tertawa bersama.


hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. mereka pun memutuskan untuk pemit pulang.


"terima kasih atas waktu nya bu, semoga di lain kesempatan kita datang bertemu kembali" ucap mama Sonya yang kini semakin akrab dengan bu Fatma.


"Citra pamit pulang dulu ya bu, ibu jaga kesehatan ibu baik baik, nanti ketika Citra sedang senggang Citra usahakan untuk berkunjung ke panti" ucap Citra kemudian memeluk bu Fatma.


"iya nak, ibu akan baik baik saja, yang terpenting sekarang kamu sudah bertemu dengan keluarga kamu, ibu sudah sangat bahagia. " ucap bu Fatma.


semua nya pun berpamitan pulang. bu Fatma menoleh kan pandangannya ke tangan kanan nya yang sedang memegang black card yang di berikan oleh tuan bagas sebelum pergi meninggalkan panti.


'kartu ini mungkin tak cukup untuk saya dan istri saya mengucapkan terima kasih, tetapi kami harap ibu mau menerima kartu ini, ibu bisa menggunakan kartu ini dengan bebas. kami mohon jangan menolaknya. sekali lagi kami ucapakan banyak terima kasih kepada anda bu fatma' ucapan tuan bagas kembali terngiang di benak nya.


"aku sudah menganggap Citra sebagai putri ku sendiri,ini membuatku menjadi tidak enak" gumam bu fatma.


"kini aku sadar, dari mana sikap baik dan santun nya putri ku itu berasal, ternyata kebaikan kedua orang tuanya menurun kepada Citra. semoga keluarga kalian di limpahkan rezeki Nya dan di jauhkan dari segala mara bahaya. aamiin" doa tulus di hanturkan bu Fatma untuk keluarga putri angkat nya itu.

__ADS_1


__ADS_2