Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 91


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke rumah sakit Citra hanya mampu menangis, ia kembali teringat ketika suami nya tertusuk pisau milik preman itu.


#flashback on


Bella baru saja menghubungi pihak kepolisian untuk segera membantu daddy serta suami nya yang tengah melawan para preman itu, sedangkan Citra yang duduk di bangku belakang memangku putra nya terus saja melihat ke arah suami nya, beberapa saat kemudian ia melihat salah seorang preman yang menghajar suami nya tengah mengeluarkan sesuatu dari saku jaket nya 'pisau' gumam Citra, kemudian bertambah kekhawatiran nya ketika preman tersebut mendekati suami nya dan mengarahkan pisau tersebut ke arah suami nya.


'Jlebb'


di dalam mobil Citra langsung histeris melihat suami nya bersimbah darah, ingin sekali ia keluar dan menghampiri suami nya tetapi Bella mencegah nya sebab ia juga tak ingin sesuatu terjadi kepada sang mommy.


"aku harus keluar sekarang" ucap Citra yang hendak keluar mobil


"mom, ingat pesan daddy untuk kita tetap disini dan ingat juga adik adik ku juga akan dalam bahaya jika mommy keluar" ucap Bella yang akhirnya membuat Citra mengurungkan niatnya untuk keluar.


beberapa saat kemudian terdengar lah suara sirine mobil polisi datang membuat ke empat preman tersebut berhenti menyerang dan langsung berlari terbirit birit ke arah motor nya.


melihat para preman yang sudah pergi Citra dengan menggendong Al bergegas menghampiri suami nya yang tergeletak di pangkuan Gilang.


Gilang yang melihat Citra menghampiri nya pun langsung mengambil alih Al dalam gendongan Citra agar Citra dapat melihat suami nya.


#flashback off


Bella masih terus memberikan semangat untuk mommy nya agar tidak terlalu stres mengingat dirinya kini yang sedang hamil muda tentu akan beresiko terhadap kandungan nya.


"sudah mom, berhenti lah menangis, kasihan Al dan juga baby yang ada di kandungan mommy, pasti mereka juga ikut sedih kalau melihat mommy nya sedih, sebentar lagi kita akan segera sampai rumah sakit, jadi sekarang berhenti lah menangis jangan buat daddy merasa berslah ketika ia bangun nanti sebab mommy tak mau berhenti menangis" ucap Bella yang masih mencoba menenangkan mommy nya.


setelah mendengar ucapan Bella yang memang benar adanya, akhirnya Citra mencoba untuk menghentikan tangisnya dan mengelus lembut kepala Al, "maafin mommy sayang" ucap Citra lirih kearah Al yang duduk di pangkuan nya.


Melihat itu Bella pun tersenyum, setidaknya mommy nya kini jauh lebih tenang dari yang sebelumnya, bohong apabila dia tak sedih, Marcello adalah daddy nya, jauh di dalam lubuk hati nya ia menangis, namun ia tak ingin terlihat lemah, apa jadinya jika dia yang harus nya menguat kan mommy nya malah menjadi lemah. lelehan air mata terus keluar, namun belum sampai air itu menetes Bella segera mengusap nya dengan kasar.

__ADS_1


bayang bayang daddy nya tertusuk pisau itupun kembali hadir di ingatan Bella. namun ia harus tetap berpikir positif kalau daddy nya akan baik baik saja.


beberapa menit kemudian mobil mereka yang beriring iringan dengan mobil polisi yang membawa Marcello kini telah sampai di rumah sakit, beberapa perawat berlari keluar sembari membawa brangkar menuju mobil polisi yang berhenti tepat di depan ruang UGD. Mereka kemudian membawa masuk Marcello agar dapat segera mendapatkan perawatan pertama.


Di parkiran mobil Citra, Bella dan Gilang bergegas pergi untuk menghampiri Marcello yang tengah di bawa oleh beberapa perawat masuk ke dalam ruang UGD


sesampainya di depan ruang UGD Citra ingin masuk namun di tahan oleh Bella dan juga Gilang.


"kita tunggu disini saja mom, percayakan semua nya pada dokter"


10 menit kemudian dokter pun keluar, " keluarga pasien" ucap Dokter tersebut


"iya kami dok, saya istri nya. bagaimana keadaan suami saya dok? " tanya Citra yang teramat sangat cemas


"kami akan melakukan tindakan operasi untuk mengabil pisau yang masih menancap di perut pasien" ucap dokter tersebut


"baiklah lakukan yang terbaik untuk suami saya dokter" ucap Citra penuh permohonan


Gilang pun mendekat ke arah Bella yang sedang duduk di kursi tunggu bersama Citra "kamu jaga mommy, aku akan urus administrasi nya terlebih dahulu" ucap Gilang di balas anggukan oleh istri nya kemudian segera berlalu.


30 menit kemudian


Citra, Bella dan Gilang kini tengah menunggu di depan ruang operasi sembari menatap pintu yang masih saja tertutup. hingga beberapa saat pintu itupun terbuka, dengan segera ketiga orang itu pun langsung bangkit ketika melihat Dokter tadi keluar ruang operasi dan menghampiri nya.


"bagaimana suami saya dokter? "


"syukurlah luka tusuk nya tidak terlalu dalam sehingga tidak mengenai organ dalam nya, pasien sekarang sudah dalam kondisi normal, untung saja segera di bawa ke rumah sakit, jika tidak mungkin pasien akan kehilangan banyak darah. sekarang pasien dalam pengaruh obat bius dan akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan" ucap dokter sebut kearah Citra Bella dan Gilang.


mereka bertiga serempak mengucapkan syukur "Alhamdulillah "

__ADS_1


Bella pun memeluk Citra sembari berkata" daddy bisa kuat karena ada wanita hebat di sampingnya, jadi jangan menangis lagi mom"


Citra pun melonggarkan pelukan nya dan menatap Bella lekat, terima kasih Bell, karena mu aku bisa kuat" ucap Citra lirih.


*****


di sebuah rumah sederhana terlihat wanita muda yang tengah marah sebab rencana nya kali ini untuk melenyapkan Marcello gagal total sebab polisi lebih dulu datang sebelum orang suruhan nya menghabisi Marcello.


"aarrgghh... kita gagal melenyapkan Marcello ma, pa" Angel sangat murka ketika rencana nya gagal


mama dan papa nya pun juga kesal sebab rencana melenyapkan Marcello gagal, meskipun tidak gagal total, tetapi tetap saja mereka tak bisa melenyapkan Marcello, orang yang telah membuat mereka jatuh miskin.


"kamu tenang dulu bisa nggak sih, mama juga pusing ini, uang yang kita miliki hampir habis buat bayar tuh preman, eh malah rencana kita gagal begini" sungut sang mama marah.


"lagian rencana belum matang sudah main eksekusi saja" sambungnya.


"ya aku pikir kan lebih cepat lebih baik ma, aku sudah muak melihat mereka hidup enak sedangkan kita miskin begini, jadi ketika aku melihat mereka keluar bersama aku melanjutkan rencana ku untuk melenyapkan semua keluarga Marcello, tapi aku tak kepikiran mereka akan langsung segera menghubungi polisi, yang aku ingin kan setidak nya kita dan dia impas, sama sama menderita" ucap Angel panjang lebar.


"itu sama saja, kau itu bodoh Angel" ucap sang mama.


"terserah mama saja lah, mama yang menyuruh aku untuk segera melenyapkan dia, giliran aku udah turun tangan mama juga nggak terima. tau lah pusing aku" ucap Angel kemudian pergi ke kamar meninggalkan papa dan mama nya.


Ya, Angel lah yang meminta para preman untuk mencegat dan melenyapkan Marcello, untuk membalaskan dendam nya, tetapi kini rencana nya meleset, para preman yang kabur tadi kini dalam pengejarah polisi, dan jika mereka tertangkap maka hidup Angel dan keluarga nya juga akan terancam jika mereka berani membuka mulut.


kini papa dan mama Angel tengah memikirkan cara agar dapat lari dari kejaran polisi


"sekarang kita kan akan aman ma, kalau preman tadi berhasil di bekuk polisi" ucap papa irfan.


"lalu kita harus bagaimana pa? "

__ADS_1


"kemasi barang barang, kita pergi dari sini sekarang juga"


mama wanda pun mengangguk kemudian bergegas menuju kamar nya untuk membereskan barang barang nya. sedangkan papa irfan kini menghampiri kamar Angel untuk memberi tahu Angel tentang rencananya yang akan kabur sebelum polisi mencari mereka.


__ADS_2