Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 63


__ADS_3

Bella dan Citra perlahan menuruni anak tangga, bisa kedua nya lihat bahwa mereka yang berada di lantai bawah tengah menatap keduanya, ketika Bella mulai menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya, matanya terhenti ketika melihat pria dengan balutan kemeja batik ber lengan panjang yang terlihat begitu gagah, namun pria itu tak menoleh kearah nya, ia hanya menundukkan kepalanya saja. membuat perasaan Bella menjadi tak menentu.


Gilang, pria itu adalah Gilang. lelaki yang malam ini akan melamar pujaan hati nya Bella. lelaki itu sejak mendengar bahwa Bella akan turun hatinya mulai berdetak tak karuan.


entah apa yang Gilang rasakan kini, tapi yang pasti rasa bahagia mendominan perasaan nya kini. tetapi ia tak ingin menunjukkan rasa bahagia nya. hingga ia memutuskan untuk menundukkan kepala nya.


"dad... " panggil Bella setelah keduanya sampai di samping Marcello.


"duduklah" ucap Marcello kepada keduanya.


Gilang yang melihat Bella sudah duduk di depannya pun kini mulai gugup, dengan jantung yang berdetak lebih cepat hingga peluh keringat membasahi dahinya. ia hanya mampu memandang kekasihnya itu sekilas kemudian melihat ke arah lain, untuk memgurangi rasa groginya.


sungguh sangat memalukan, ia yang meminta segera meminang kekasihnya, ia juga yang harus segrogi itu. pikir Gilang


setelah memastikan semuanya sudah hadir. kini acar inti pun di mulai, dari ungkapan lamaran Gilang kepada Bella, memberikan seserahan kemudian menentukan tanggal pernikahan untuk keduanya.


"baiklah, jadi pernikahan ini akan di laksanakan bulan depan. untuk acaranya sendiri kita serahkan kepada calon pengantinnya saja. kita tinggal mewujudkannya " ucap Marcello.


"benar tuan, saya rasa 1 bulan sudah cukup untuk mempersiapkan semuanya dan kita serahkan kepada calon pengantinnya untuk menentukan apa yang mereka inginkan" ucap Jonas menimpali.


setelah pembahasan yang sedikit panjang akhirnya kedua keluarga itupun sepakat memutuskan untuk menikah kan kedua nya 1 bulan kedepan agar kedua nya memiliki suatu ikatan yang sah.


di awal sebenarnya Bella pun sedikit syok, karena ia tak menyangka pernikahan nya di tentukan 1 bulan dari sekarang. itu artinya ia akan segera melepas masa lajangnya.

__ADS_1


ketika hendak protes, ia ingat penuturan dari mommy sebelum mereka memutuskan untuk turun kebawah. akhirnya dengan lapang dada Bella mulai menerimanya.


'jika kamu sudah yakin dan mantap untuk menikah, maka jangan pernah menolak dan menunda pernikahan tersebut. ' nasehat Citra untuk Bella.


acara inti pun di laksanakan dengan lancar tanpa adanya permasalahan serius. kini para tamu undangan di persilahkan untuk mengisi mencicipi hidangan yang telah di sediakan. meski lamaran di adakan di kediaman Marcello, Marcello tetap memberikan yang terbaik untuk tamu tamu nya.


Bella dan Gilang memutuskan untuk menjauh dari keramaian, mereka kini sedang berada di teras sembari duduk disana.


"kamu cantik.. " gumam Gilang namun masih bisa di dengar oleh Bella.


"terima kasih kak" ucap Bella tersipu malu.


Gilang pun kini bisa memandang dari dekat wajah ayu dari kekasihnya itu. ia juga masih tak menyangka, pertemuan nya waktu itu mengantarkan ia pada sosok wanita baik hati dan penyayang yang sebentar lagi akan segera menjadi istrinya itu.


"tidak kak, bukankah lebih cepat lebih baik. dulu aku pernah bermimpi untuk menikah disat aku sudah lulus kuliah dan bekerja, namun kini mimpi itu hanyalah mimpi, aku sebentar lagi akan menikah.


tapi sungguh aku tak keberatan sama sekali, ku rasa memang jika kita sudah saling percaya lebih baik kita mengikat hubungan kita dengan cara yang halal agar tidak menimbulkan fitnah" ucap Bella.


"terima kasih sayang, tadinya aku berfikir kamu akan menolak nya, tetapi yang terjadi justru kamu menerima dengan lapang dada. sekali lagi terima kasih" ucap Gilang sembari tersenyum.


"sama sama kak. " ucap Bella.


sedangkan di sisi lain, Marcello dan Citra kini tengah berbincang bincang menyapa para tamu yang hadir. hingga tibalah Citra dan Marcello menghampiri tuan Bagas dan istrinya.

__ADS_1


"bagaimana kabar mu sayang? " tanya nyonya Sonya kepada Citra


"alhamdulillah Citra baik tante, tante apa kabar? " tanya citra balik.


"tante juga baik sayang " ucap nyonya Sonya


setelah nya mereka melanjutkan percakapannya.


"tuan, saya mendapat kabar bahwa hasil tes DNA nya sudah keluar" ucap tuan Bagas.


"benarkah, jika begitu akankah kita mengambilnya bersama? " tawar Marcello.


"tidak perlu tuan, saya akan mengambilnya sendiri dan kemudian hasilnya akan saya beritahukan kepada Citra" ucap tuan Bagas.


"baiklah, kami tunggu kabar baiknya tuan" ucap Marcello


acara lamaran Bella dengan Gilang pun berjalan lancar, kini acara pun telah selesai. Bella yang berada di dalam kamar tak henti henti nya menatap cincin yang di pasangkan oleh calon mertuanya.


sedangkan Citra kini tengah memijit kaki nya yang terasa pegal di atas kasur.


"sini biar aku yang pijitin" ucap Marcello kemudian mengambil alih memijit kaki Citra.


"terima kasih dad.. " ucap Citra lirih.

__ADS_1


"sama sama sayang, sekarang tidurlah" ucap Marcello sembari tersenyum menatap istrinya.


__ADS_2