Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 61


__ADS_3

Di kampus


Citra dan Bella yang baru saja selesai pelajaran memutuskan untuk pergi ke kantin.


"mau makan apa mom, biar aku yang pesenin " tanya Bella setelah mereka sampai di kantin.


"samain kayak kamu aja Bell, aku tunggu disana ya " ucap Citra sembari menunjuk kursi kosong yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"siap mom, ditunggu ya" ucap Bella kemudian segera memesan makanan sedangkan Citra bergegas menuju kursi kosong yang ia tunjuk tadi. tak lama setelah memesan, Bella langsung menghampiri Citra dengan membawa nampan di tangan nya yang berisi makan nya.


"wah, tumben banget cepet antri nya, biasanya lama nungguin nya" ucap Citra kepada Bella yang baru saja duduk di depan nya.


"iya dong, tadi aku bilang kalau ada ibu hamil yang kelaperan, dan akhirnya aku di suruh pesen duluan sama yang lain, the power of ibu hamil mom. he hee hee... " ucap Bella .


"jelas jelas kamu yang kelaperan, kenapa jadi bawa bawa aku, dasar anak rese " ucap Citra


"em, tapi makasih ya. ada untungnya juga kamu bilang begitu jadinya kita bisa langsung makan tanpa harus nunggu antrian" sambungnya


"kaann. pada akhirnya mommy akan berterima kasih pada ku" ucap Bella dengan bangga nya.


"yaudah makan dulu mom, ntar keburu dingin makanan nya " sambung Bella kemudian menyodorkan semangkuk bakso dan jeruk hangat untuk Citra.


Citra pun mengangguk. keduanya kini tengah makan dengan nikmat tanpa ada lagi percakapan. hingga makanan di mangkuk mereka habis barulah Citra memulai percakapannya.

__ADS_1


"jadi kenapa baru bilang sekarang Bell? " pertanyaan ambigu dari Citra membuat Bella mengerutkan keningnya.


"maksud mom? " tanya Bella yang masih belum paham


"hubunganmu dengan kak Gilang, kenapa nggak ngasih tahu aku dulu, kenapa tiba tiba udah ngajakin nikah aja? memangnya sejak kapan kalian memiliki hubungan spesial? " tanya Citra beruntun.


"satu-satu tanya nya mom. oke aku akan menjawab semuanya. sebenarnya waktu pertemuan pertama di panti yang sama mommy, kak Gilang meminta nomor telepon ku, sejak saat itulah kami saling bertukar kabar hingga beberapa minggu setelah perkenalan itu kita jadi semakin dekat dan kak Gilang tiba tiba menyatakan perasaannya padaku.


awalnya aku menolak, tetapi kak Gilang memperlihatkan kesungguhannya, hingga akhirnya aku menerima nya " ucap Bella


"jadi waktu acara resepsi itu kamu sudah berpacaran dengan kak Gilang" tanya Citra memastikan dan di balas dengan anggukan oleh Bella.


"pantas saja waktu itu kamu terlihat murung sekali, dan setelah bersama kak Gilang kamu nampak bahagia, pasti waktu itu kamu sedih karena kak Gilang tak kunjung datang, benarkan? " tanya Citra menaik turunkan alisnya.


"hehee.. iya mom" jawab Bella nyengir


"iya, sebenarnya kak Gilang pun baru tahu kalau orang yang di panggilnya tuan Marcello itu adalah daddy ku, padahal jauh sebelum kita kenal, kak Gilang dan daddy sudah saling kenal."


"tapi memang ini salah ku sih mom, sebab dari awal aku tak memberitahu nya dan melarang nya untuk mencari identitas ku" ucap Bella.


"dan aku pun juga kaget tadi waktu kak gilang beneran dateng pagi pagi sekali ke mansion, karena aku pikir ketika ia bilang ingin datang kerumah untuk melamar itu hanyalah sekedar gombalan saja, tak tahu nya malah beneran. " ucap Bella.


"tapi kamu beneran sudah mantap kan menerima pinangannya? " tanya Citra.

__ADS_1


"insyaa Allah Bella sudah memantapkan hati untuk menerimanya mom, apalagi ketika daddy dan mommy saling memberikan restu dengan mudah, hal itu menjadi poin penting untukku dalam mengambil keputusan besar ini. " ucap Bella.


"syukurlah jika memang kamu sudah yakin, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu bell " ucap Citra menggenggam tangan Bella


"makasih mom" ucap Bella tulus.


setelah selesai berbincang bincang, Citra dan Bella memutuskan untuk pergi dari kantin dan menghubungi pak Ujang untuk segera menjemput mereka di kampus.


"Bell, kita ke kantor daddy dulu yuk" ajak Citra.


"mau ngapain mom, bikin rujak lagi? " tanya Bella.


"nggak bell, cuma pengen kesana saja " ucap Citra kemudian melangkah kan kakinya menuju ke sebuah kursi yang tak jauh dari tempat mereka sembari menunggu pak Ujang datang.


"baiklah, tapi jangan lama lama ya mom, aku nggak mau di jadiin obat nyamuk disana" ucap Bella.


"enggak kok, sebentar doang, lagi pula daddy juga pasti sangat sibuk, mana mungkin aku berani mengganggu nya" ucap Citra.


setalah 20 menit menunggu akhirnya pak Ujang datang kemudian membukakan pintu untuk kedua nya.


"silahkan non " ucap pak Ujang mempersilahkan.


"terima kasih pak" ucap kedua nya serempak.

__ADS_1


"pak nanti kita mampir dulu ke kantor daddy ya" ucap Citra setelah pak Ujang masuk dan duduk di belakang kursi kemudi.


"baik Non" ucap pak Ujang.


__ADS_2