Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 55


__ADS_3

Ketika di parkiran tuan Bagas segera menghubungi asisten pribadinya untuk meminta nya mendaftarkan dirinya di rumah sakit sehingga ketika mereka tiba di rumah sakit, mereka tak perlu menunggu antrian.


perjalanan yang biasanya hanya cukup di tempuh 20 menit kini menjadi 30 menit karena mereka terjebak macet, maklum saja mereka berkendara disaat waktunya jam makan siang, otomatis kendaraan yang berlalu lalang semakin ramai dan padat.


dengan perlahan akhirnya mobil yang mereka kendarai telah sampai di rumah sakit A.


nyonya Sonya yang telah keluar dari mobik segera menghampiri Citra dan Bella tanpa memperdulikan suaminya yang masih berada di dalam mobil.


kemudian mereka berlima pun masuk ke dalam dan langsung melakukan tes DNA, tanpa harus menunggu antrian.


hingga beberapa saat akhirnya mereka pun telah selesai dan keluar dari rumah sakit, mereka akan menunggu kurang lebih satu minggu untuk mengetahui hasilnya.


tiba di parkiran mobil nyonya Sonya segera menuju tempat mobilnya dan langsung membuka pintu bagasi dan mengeluarkan banyak paperbag dan membawanya ke arah Citra dan Bella yang tengah berdiri tak jauh dari nyonya Sonya .


"sayang, ini untuk kalian " ucap nyonya Sonya yang begitu lembut kepada Citra dan Bella


"anda tidak perlu repot repot nyonya, " ucap Citra lembut.


"terima lah, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih ku karena kamu sudah mau makan siang dan juga ikut kami melakukan tes DNA ." ucap nyonya Sonya kemudian memberikan paperbag itu kepada Citra dan Bella.


Citra dan Bella sebenarnya ingin menolak, tetapi melihat betapa antusiasnya nyonya Sonya, mereka pun mengurungkan niatnya dan menerima pemberian nyonya Sonya tersebut dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"baiklah jika begitu, kami akan menerima nya nyonya, terima kasih atas pemberian anda " ucap Citra.


"jika boleh saya meminta, bisakah kalian memanggil saya dengan sebutan tante saja, saya kurang nyaman di panggil nyonya " ucap nyonya Sonya.


"baiklah tante.. " ucap Citra dan Bella serempak sembari tersenyum lebar.


"ayo sayang kita pulang.. " ajak Marcello pada Citra dan Bella yang baru saja menerima paper bag dari nyonya Sonya.


"iya dad, kita pamitan dulu sama tante Sonya " ucap Bella.


"maaf tante, sepertinya kita harus menyudahi percakapan sampai disini, kami harus pulang dahulu. sekali lagi terima kasih atas hadiah ini tante.. " ucap Bella


"terima kasih tan untuk hadiahnya, semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu lagi " ucap Citra yang merasa nyaman berada di dekat nyonya Sonya.


Citra dan Bella pun mengangguk kemudian perlahan melangkah memasuki mobilnya.


sesampainya di mansion, mereka segera ke kamar masing masing karena merasa badannya sangat lengket.


Marcello yang selesai mandi pun bergegas menuju ruang kerjanya guna untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat ia sisihkan untuk di bawa pulang dan ia kerjakan.


Citra yang baru saja keluar dari kamar mandi pun mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan mencari suaminya namun tak kunjung ketemu, akhirnya ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"bi, bibi lihat tuan ada di mana? " tanya Citra pada asisten rumah tangganya.


"tadi saya lihat tuan sedang berjalan menuju ruang kerjanya nyonya " ucap bibi tersebut.


"baiklah, terima kasih bi" ucap Citra kemudian berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan minuman untuk suaminya.


setelah selesai membuatkan kopi hitam untuk suaminya, Citra memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan marcello.


"masuk.. " ucap cari dalam ruangan.


ceklek


"dad, maaf mengganggu ya, aku kesini hanya ingin memberikan kopi ini untuk mu. " ucap Citra setelah masuk ke ruang Kerja marcello.


"tidak menganggu kok, terima kasih sayang" ucap marcello kemudian menarik tangan Citra yang hendak keluar. sedangkan citra yang memang belum siap akhirnya oleng dan terjatuh di pangkuan suaminya.


CUP


kecupan singkat marcello berikan untuk istri tercintanya.


"kenapa pergi hmm? temani aku disini sebentar, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat. " ucap marcello.

__ADS_1


"baiklah aku akan tetap disini, aku akan menunggu daddy duduk disana. " ucap Citra menunjuk sofa yang ada di ruangan itu.


"tidak, kamu tidak boleh kemana mana, kamu tetap harus duduk disini menemani aku. " ucap marcello tegas.


__ADS_2