Eternal World

Eternal World
Chapter 09: Menjadi petualang


__ADS_3

NORMAL POV


Saat aku ingin keluar bersama Starla dan melewati kamp pelatihan pahlawan, Yuki menghampiri lalu memeluk lengan ku, entah apa yang sedang di pikirkan nya. *wanita memang sulit di tebak.


Yuki bertanya, saat aku ingin menjawab Starla lebih dulu berbicara. Yang awalnya kami hanya berdua ternyata Yuki dan temannya ikut.


___________________________________


Saat hampir di depan gerbang aku teringat sesuatu.


"Starla apa kau mempunyai tudung untuk menutupi wajah ku?"


"Tunggu sebentar, aku akan meminta prajurit mengambilkannya.


Selang beberapa lama satu orang prajurit datang dengan membawakan tudung.


Kami berjalan - jalan sebentar sambil mencari tempat dimana pandai besi berada. Sesampai nya disana aku melihat lihat senjata yang cocok dengan ku, namun aku tak menemukannya.


"Paman apa kau bisa membuatkan ku senjata?"


"Hey bocah bagaimana senjata yang ingin kau buat itu?"


"Aku ingin memesan pedang satu mata dengan mata pisau melengkung dan panjang 65-70 cm"


Lalu aku menjelaskan dan memberikkan gambaran katana tersebut, setelah dari pandai besi kami sedikit berbelanja dan yang awalnya diriku yang mengajak sekarang menjadi pembawa barang untuk para gadis ini.


Saat ditengah perjalanan aku melihat bangunan besar dengan gambar perisai dan pedang, bangunan itu bertuliskan Guild petualang.


Aku lalu masuk masih dengan barang belanjaan para gadis dan tentu saja itu di tatap aneh oleh orang orang disana, saat aku ingin berjalan ke depan meja resepsionis tiba tiba pria berbadan kekar dengan wajah sombong yang mengejek mengahalangi ku.


Aku hanya melewati nya tapi dia menarik tangan ku dan ingin memukul, sebelum pukulan nya mengenai wajah ku, aku menunduk lalu menendang nya tanpa berbalik.


Saat aku sampai di depan meja resepsionis, wanita yang masih diam karena kejadian tadi aku pun memanggilanya.

__ADS_1


"Nona bisakah aku mendaftar sebagai petualang?"


"Tentu saja Tuan silahkan isi formulir ini."


Aku mengisi job ku sebagai [Magic Swordman].


-----------------------------------


*pengguna pedang dan sihir


___________________________________


"Lalu apa yang selanjutnya harus kulakukan Nona?"


"Sebelum itu perkenalkan nama ku Marie dan jangan panggil aku nona!"


"Baiklah.. perkenalkan nama ku Ryouta juga jangan panggil aku dengan sebutan tuan."


"Selanjutnya kau harus menempelkan tangan mu bola Crystal itu."


"Selamat Ryouta kau mendapatkan Rank B selanjutnya kau bisa kesini besok untuk mengambil kartu Guild."


Aku lalu duduk di depan Marie dan sedikit berbincang - bincang dengannya, tapi sebelumnya aku sudah menghubungi Yuki dengan [Telepati] bahwa aku sedang di Guild.


-----------------------------------


*pada udah tau dong Telepati tapi disini ngirim nya perantara mana, dari "Mana tubuh" ke "Mana alam" lalu di kirimkan ke otak penerima


___________________________________


"Anu.. Ryouta kau sedang menunggu siapa dan kenapa kau menutupi wajah mu?" Marie bertanya.


"Aku sedang menunggu para gadis yang menjengkelkan itu saat berbelanja dan soal ini wajah ku bisa membuat masalah."

__ADS_1


"Hm.. masalah!? apa kau bisa membukanya.. Nee kumohon!"


Aku tidak bisa berkutik karena skill memelas nya setara dengan Starla.


"Huhh... baiklah."


Aku lalu membuka tudung ku dan alangkah terkejut nya Marie melihat itu hingga wajah nya merah dan terdiam.


"Ta..tampan!"


Saat Marie ingin memegang wajah ku tiba - tiba.


Bruukk....


Suara seseorang sedang menendang pintu orang orang didalam guild membeku melihat Tiga gadis cantik dan satu gadis bertudung, karena tubuh nya yang kecil dan tudung yang di pakai tidak menutupi seluruh tubuh nya bisa dipastikan dia adalah seorang gadis muda.


Alangkah terkejut nya aku, dan tangan Marie yang masih membeku ingin menyentuh wajah ku.


Tiba tiba


Buukk...aku terlempar dan tersandar di dinding guild karena pukulan yang dilanyangkan Yuki.


"Hmm berani nya kau meninggalkan kami dan sedang menggoda wanita lain!?"


Yuki menyeret ku  keluar guild


"Maafkan kami, perkenalkan nama ku Servámon Starla ini biaya ganti ruginya."


lalu Starla berjalan ke meja resepsionis, dan membuka tudung nya lalu meminta maaf dengan menundukkan diri dan memberikan biaya ganti rugi dengan sekantong emas.


Marie yang awal nya membeku karena melihat wajah Ryouta, lalu tambah membeku melihat kejadian Yuki dan yang lainnya saat kesadarannya ingin pulih.


dia teringat dengan nama gadis bertudung yang memberikan biaya ganti rugi atas kerusakan, tanpa disadari mulutnya terbuka.

__ADS_1


___________________________________


__ADS_2