Eternal World

Eternal World
Chapter 61:Tangisan orang kuat


__ADS_3

Membuat arena itu seperti orkestra, suara indah dari pedang yang beradu tak seperti biasanya. Namun seperti sebuah dentingan lagu dari sebuah alat musik yang membuat sebuah lagu tersendiri. Orang-orang yang mendengarnya merasa dilema untuk fokus mendengarkan suara indah itu dengan menutup mata atau melihat kemampuan dari 2 orang hebat di depan mereka.


Pertunjukkan berakhir, mereka berdua berhenti sebelum salah satu dari mereka kalah.


"Temui aku di luar." Itu yang di ucapkan Ryouta dan di angguki oleh pria itu.


_________________________________


Bergegas Ryouta berjalan sambil menunduk, meninggalkan yang lain nya. Berapa kali pun dia dipanggil oleh Yuki namun tak ada sahutan atau pun jawaban, bergegas mereka mengikuti kemana dia pergi.


Di luar mereka melihat Ryouta bertemu dengan pria yang bertarung dengan nya tadi. Sambil membuka jubah dan topeng nya, begitu pula orang itu.


"Ternyata itu benar-benar kau Yota."


"Kau Rick, kenapa kau meninggalkanku, kenapa? Kenapa!? Jawab aku kenapa!? Kenapa kau tidak lari. Jika tidak bisa pun kenapa kau membuat ku harus pergi sendiri dengan Akuza dan bahkan dia juga mati pada saat itu. Cepat katakan Ricky!" Ucap Ryouta.


Dengan terisak, dan air mata bercucuran yang tak bisa dia control sama sekali. Ryouta mengeluarkan semua perasaan dan unek-unek nya nya. 9 orang tersebut yang selalu bersama Ryouta terkejut, bahkan Yumi yang notebene nya adik Ryouta sendiri hanya pernah melihat kakak nya menangis saat kematian orang tua mereka.


"Jadi Akuza mati ya? Maafkan aku, aku tak mungkin membuat mu mati."


Ricky mencoba menenangkan Ryouta yang masih menundukkan wajah nya.


"Berhentilah, sudah bertahun-tahun dan kau masih cengeng saja."


"Perse**n."


"Ayolah sekarang kita bisa bertemu lagi dan apa salah nya berhenti hanya untuk menangisi masa lalu?"


"Ck."

__ADS_1


Waktu berlalu dan semua nya sudah mulai tenang. Yang lainnya mulai mendekat tanpa di sadari Ryouta, Clara lalu mendekap dan memeluk Ryouta lalu berkata.


"Aku tau kita baru saya bertemu, tapi aku adalah istri mu dan sebagai istri aku takkan tega membuat suami ku menyimpan semua hal yang menyakiti dirinya sendiri. Jangan membuatku menjadi orang yang tidak berguna di hidup mu."


"Maafkan aku."


Yang lainnya mulai kesal, karena merasa dua orang itu sangat cocok benar-benar seperti pasangan.


"Hentikan-hentikan oke... Kalian membuat ku cemburu saja."


"Apakah sebelum ledakan itu, jiwa mu terpanggil dan masuk ke tubuh bocah ini?"


"Bagaimana kau ta- ah.. aku lupa kau bocah masterpiece yang menjengkelkan itu."


"Ah.. Ricky." Panggil Ryouta


"Ada apa?" Jawab seadanya oleh Ricky.


"Yuki? Teman masa kecil mu itu? Tapi kenapa? Dimana dia?"


"jangan banyak bertanya dan latih saja kau akan mengetahui nya jika aku tidak salah dengan perkiraan ku."


"Kau sangat irit bicara sialan, selalu saja. Aku tak berpikir bahwa kau berubah sama sekali. Ho..? Apakah kau Yumi adik Ryouta, aku tak menyangka kau sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang cantik."


"Hee? Apakah kita pernah bertemu tuan?"


"Tidak-tidak saat itu aku sangat sering melihat mu disaat aku menjemput kakak mu untuk menyelesaikan misi?"


"Ternyata benar ya, kakak salah satu dari Black Mask itu."

__ADS_1


"Yah.... Benar."


"Tapi bagaimana kakak bisa bergabung dengan kalian?"


"Hm.... Aku sangat ingat kejadian itu karena aku yang merekomendasikan nya. Saat itu aku sedang jalan jalan."


POV Ricky Flashback


Saat itu aku sedang berjalan-jalan dan melihat seorang anak melihat menengok ke dalam gang sempit dengan tatapan kosong. Saat anak itu memasuki gang itu, aku memiliki perasaan tidak nyaman sangat tidak nyaman. Aku berlari mengejar nya dan melihat seorang wanita yang di hampir di lecehkan oleh beberapa pria. Anak kecil itu berjalan dan aku sangat menghampiri nya, namun seperti ada perasaan kuat yang membuat ku takut sampai-sampai kaki ku tidak bisa di gerakkan sama sekali aku bahkan sampai tidak sadar bahwa anak itu membawa sesuatu yang panjang hampir menyamai tubuhnya.


"Hei anak kecil apa yang kau lakukan disini? Pergi, jika tidak serahkan semua barang-barang dan uang mu!"


"Lepaskan kakak itu."


"Apa lepaskan, kami tidak akan melepaskan mangsa kami, hahahah."


"Aku bilang lepaskan! Lepaskan."


"Aku tak bisa bergerak dan aku tidak ingin melihat seorang anak mati di depan mataku. Tapi.. tapi kenapa aku tak berdaya, ada apa didalam sana?"


"Kau berani menentang kami anak kecil..!?


Aku hanya bisa melihat anak kecil itu mengeluarkan sesuatu dari sesuatu yang dibawanya.


"Katana!? Kuda kuda? (Apakah sah-sah saja seorang anak kecil membawa senjata seperti itu.)"


Aku menengok ke arah kiri dan kanan ingin meminta bantuan orang lain namun setelah anak itu memegang katana aku bahkan tidak bisa berbicara.


"Apa yang terjadi dengan ku?"

__ADS_1


Aku masih mencoba untuk meminta dan mencari bantuan orang lain tetapi tidak ada yang lewat sama sekali, Namun.


_________________________________


__ADS_2