
Aku melemparkan batu ke arah kaki Golem itu dan batu yang ada di kakinya mengalami keretakan, mungkin aku mencobanya sekali lagi. Aku melempar dengan sekuat tenaga tapi siapa yang tahu bahwa itu benar-benar berhasil menghancurkan 1 kakinya.
_________________________________
"Yumi pukul saja dia atau kau bisa melemparkan batu dengan tenaga mu."
"Baik kakak."
*Boom...
Suara kulit bertemu dengan batu besar menggema di ruangan.
Aku tak habis pikir, dia benar-benar memukul nya sedangkan pilihan yang lain seperti melempar batu sangatlah mudah di lakukan.
"Baiklah aku akan mencari inti nya di dalam tubuh Golem ini."
[Moonlight Sword Art] Gerakan ketiga: Crying Rain.
*Tuk...
"Suara nya aneh? Seperti memukul kayu dengan kayu saja. Tpi aneh nya ini sulit sekali di tembus. Yumi bisakah aku meminjam BlurRose mu."
"Baik baik kak"
"Terima kasih."
__ADS_1
Ryouta memegang katana di masing-masing tangannya dengan sebuah kuda-kuda.
[Moonlight Sword Art: Pembaruan] Seni pedang ganda Gerakan ke enam: Silent
Ryouta terus menebas batu-batu itu hingga terkikis habis sampai bisa dilihat sebuah Bola kecil yang penuh Mana terdapat di dalam nya.
"Jadi yang mana yang benar? Ruangan ini yang mengunci Mana atau Bola itu yang menyerap Mana?" Tanya Starla karena dia orang yang sangat tertarik dengan sihir.
"Ruangan ini yang mengunci Mana, sedangkan Mana di bola ini di berikan oleh para pendahulu, namun aneh nya apakah kecerdasan mereka masuk juga ke dalam bola ini sampai-sampai Golem ini mempunyai pemikiran. Mungkin saja, namun cacat tetaplah cacat." Jawab ku.
"Maksud mu Cacat apa?"
"Golem tetaplah Golem walau sekeras apa pun dia tetap saja jika dia tidak bisa bergerak adalah sebuah ke sia-siaan."
Aku menyimpan Bola Mana itu, mungkin saja berguna untuk nanti dan benar saja ada sebuah Pintu gerbang besar dengan cekungan di tengah nya. Aku yakin Bola Mana sebelum nya di masukkan ke dalam sana.
"Bisakah kita ke kanan terlebih dahulu karena perasaan ku sedikit menjengkelkan." Tanya ku
"Benar perasaan ku sedikit mengganggu."
"Yah tidak salah lagi. Perasaan ku mengatakan jika jalan ini sangat menjengkelkan dari pada Golem tadi."
Timpal Yuki dan Yumi.
"Ada apa dengan kalian? Kenapa bisa merasakan hal yang tidak jelas sama sekali?" Tanya Arisa
__ADS_1
"Lihat saja nanti."
Yang lain nya setuju untuk pergi ke kanan terlebih dahulu. Mereka terus berjalan lurus dan sampai di luar ruangan, saat mereka di luar ruangan Ryouta menoleh ke sebelah Kanan dan mendapati beberapa Patung yang mereka lihat sebelumnya. Mereka menyadari bahwa jalan yang mereka ambil sebelumnya hanya menyusahkan mereka dan jalan mereka ambil saat ini adalah jalan tercepat.
"Hahahaha yang benar saja, jika saja mereka masih hidup aku akan memukul mereka." Kesal ku.
Yang lain juga kesal karena merasa di bodohi.
Kami memutuskan kembali ke jalan tadi dan mengambil jalan lurus, disana kami melihat sebuah proyektor sihir dan beberapa lukisan.
"Hai anak cucu kami senang bertemu kalian. He.. apa aku setua itu untuk mengucapkan anak cucu lupakan, lupakan. Aku akan mempersilahkan kalian untuk bertanya hanya satu pertanyaan."
"Aku tidak bertanya. Ryouta saja karena kesempatannya hanya 1 kali."
"Aku juga."
"Begitu juga dengan kami."
"Kalian yakin?" Aku bertanya kepada mereka.
"Baiklah, aku ingin bertanya. Dimana kalian sekarang."
"Aku tak bisa menjawab namun aku sedikit memberi petunjuk. Atas. Aku hanya bisa mengatakan itu."
"Semua menjadi mungkin bahwa mereka masih hidup."
__ADS_1
"Tentu saja ada. Para petinggi iblis saja sudah tahu tentang dunia atas. Bahkan mereka (Para Raja) saja sudah pergi ke sana."
_________________________________