Eternal World

Eternal World
Chapter 54: Katana Yumi


__ADS_3

"Huh baiklah."


Setelah Menyediakan Teh, Laura tiba-tiba saja merebahkan diri nya di paha Ryouta yang membuat mereka keheranan. Lalu si kembar meneruskan pembicaraan nya.


"Seperti yang kau dengar Ryouta, mereka membutuhkan pengawal, jadi misi mu sekarang adalah pengawalan."


"Baiklah-baiklah."


_________________________________


"Nona kau ingin kami mengawal mu ke tempat apa?"


"Kami ingin Tuan mengawal kami ke Kerajaan Amora."


"Lalu waktu keberangkatan nya?"


"Bisa besok Sebelum matahari terbit sudah berkumpul di depan Gerbang sebelah selatan."


"Baiklah aku permisi terlebih dahulu."

__ADS_1


"Hei Ryouta kau mau kemana?"


Saat Ryouta ingin menjawab terdengar suara pintu ditendang dan di depan sana sudah berdiri 8 orang perempuan dengan 3 orang yang memakai jubah serta tudung. Itu adalah Clara, Starla dan Arisa.


"Ho..... Kau menyerahkan urusan mu kepada kami semua sedangkan dirimu disini sedang bermesraan dengan Ketua Guild."


"Aku hanya mengambil Misi, dan kita akan mengawal mereka ke kerajaan Amora." Jawab Ryouta datar.


"He.... Benarkah?"


"Begitulah."


"Besok sebelum matahari terbit."


Setelah itu mereka kembali ke kerajaan untuk melanjutkan latihan Yumi. Cukup lama hingga langit hampir gelap. Yah sepertinya langit gelap bukan karena matahari ingin terbenam, hanya saja sihir Ryouta yang membuat awan menjadi begitu.


Awalnya Ryouta hanya ingin memberi contoh Elemen dasar namun itu semua malah berlebihan di karenakan kekuatan sihir Ryouta yang begitu besar. Ditambah Elemen api dan air yang di keluarkan kan Ryouta bisa membuat uap yang langsung membuat awan menghitam.


Ditambah dengan elemen petir nya yang spontan membuat satu kerajaan dituruni hujan yang sangat deras. Tidak ada yang tahu kapan akan berhenti namun itu membuat orang orang bersuka-cita karena sekarang sedang musim panas yang panjang.

__ADS_1


Berbeda dengan penjelasan dari beberapa Ahli sihir sebelumnya, sekarang Yumi sangat mudah mempelajari sihir. Karena apa yang di ajarkan yang lainnya adalah Teori dari Ryouta sendiri.


Keesokan hari nya


Sebelum matahari terbit mereka berkumpul sesuai tempat yang di putuskan tapi Ryouta sedikit terlambat karena Ryouta memutuskan untuk mengambil pedang dari paman Dwarf untuk Yumi.


Disana terdapat 2 pilihan pedang yaitu Katana berwarna Biru dan pedang yang didapatkan dari hadiah pertandingan di kerajaan Ares.


"Tentu saja aku akan memilih Katana, aku tak menemukan pedang seperti ini di sini. Tapi ini lah pedang yang sangat ku kuasai." Kata Yumi.


Sedangkan pedang satunya di berikan kepada Vear karena mulai sekarang dia seperti Ekor Ryouta selalu saja mengikuti kemana pun. Walau pun sempat menolak namun Ryouta tidak menghiraukan nya.


Setelah matahari benar-benar muncul dari Cakrawala mereka berangkat melalui jalur yang lumayan jauh. Ryouta berpikir setidaknya setelah kelelahan yang di alami sekarang dia bisa bersantai dan menghirup sedikit udara segar dari Dunia yang belum tercemar oleh mesin-mesin.


1 hari berlalu mereka terpaksa mereka tidur dengan tenda seadanya.


Sedangkan disisi lain para pahlawan sedang melihat pertarungan kakak beradik, yaitu Leon dan Luna. Tiba-tiba saja Luna menantang kakak nya bertarung. Dari ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Jendral wanita itu dia sangat kesal.


Setelah beberap saat Leon ingat bahwa Luna di kalahkan oleh Lisa dan Sina. Yang mengundang tawa Leon. Luna yang mendengar tawa Leon pun kesal dan menendang kepalanya hingga terjatuh.

__ADS_1


_________________________________


__ADS_2