Eternal World

Eternal World
Chapter 55: Bukan Party biasa


__ADS_3

Sedangkan disisi lain para pahlawan sedang melihat pertarungan kakak beradik, yaitu Leon dan Luna. Tiba-tiba saja Luna menantang kakak nya bertarung. Dari ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Jendral wanita itu dia sangat kesal.


Setelah beberap saat Leon ingat bahwa Luna di kalahkan oleh Lisa dan Sina. Yang mengundang tawa Leon. Luna yang mendengar tawa Leon pun kesal dan menendang kepalanya hingga terjatuh.


_________________________________


Di hari kedua dan ketiga rombongan Ryouta masih tidur dengan membangun tenda karena desa terdekat ke arah kerajaan Amora membutuhkan 4 setengah hari. Namun mereka hanya 3 hari melakukan perjalanan. Karena itulah hari ini mereka berangkat lebih pagi agar tidak terlalu malam saat sampai di Desa terdekat.


Sambil belajar menggunakan, menggabungkan dan meningkatkan kekuatan sihir. Yumi juga terkadang berlari tidak ikut menaiki kereta. Alasannya adalah ingin mempelajari gerakan ke 5,6 dan 7 dari Seni Pedang Cahaya Bulan milik Ryouta yang mengandalkan kecepatan.


Dengan 2 pemberat yang seharusnya tidak semestinya untuk dipakai oleh perempuan. Yumi berlari mengikuti kecepatan kereta. Hingga satu haru penuh dia berlari mengikuti kereta.


Matahari sudah terbenam dan mereka belum menghentikan kereta mereka, karena cahaya dari sebuah desa yang mereka tuju sudah terlihat.


Sesampai nya disana ternyata desa itu di beri pagar yang sangat tinggi. Saat mereka masuk ternyata langsung di buka kan gerbang dan Ryouta berpikir mungkin karena binatang buas yang sering turun ke desa itu. Karena itu lah pagar kayu setinggi itu dibuat.


Disana walau malam hari tetap saja sangat ramai beberapa toko buka dan beberapa stan makanan juga masih banyak. Yah bisa disebut seperti ibu kota kecil. Saat mereka sampai Ryouta berkata ingin jalan-jalan sebentar. Dia masih saja memakai topeng walau pun wajah nya tertutup tudung.


Saat Ryouta melihat-lihat kota dia tidak sengaja melihat anak kecil menangis dan sedang mencari orang tuanya, Ryouta mendekat dan saat dia berjongkok ternyata ada seorang wanita yang ingin membantu anak itu juga.


Seperti Cerita Klise-Klise yang lainnya mereka berdua membantu sang anak mencari orang tuanya, mereka berkeliling desa mengikuti arah sang anak ingin kan.


"Tuan siapa nama mu?"


"Panggil saja Ryouta jika kau mau dan dirimu?"


"Nama ku.... kau bisa memanggil ku Nana"


"Kakak apakah kalian pasangan?"

__ADS_1


"Ti...tidak tentu saja tidak."


"Lalu kenapa kalian datang bersama?"


"Hanya kebetulan."


Sedangkan disisi lain para perempuan dan si kembar sedang berjalan-jalan dan tidak sengaja melihat Ryouta berjalan dengan 1 anak kecil dan juga Nana Starla mengungkapkan kekesalannya nya dan berkata.


"Aku tidak menyangka dia pergi untuk menemui istri dan anak nya."


"Tu...tunggu sejak kapan?"


"Siapa yang tahu."


Mereka semua mengikuti Ryouta dan si kembar pun terpaksa juga ikut. Hingga akhirnya mereka benar-benar menghampiri Ryouta.


"Kakak apakah ini Anak mu? Dia sangat lucu, apakah kau ibunya?"


"Hah... A...apa a..apa maksudmu aku masih terlalu muda untuk melahirkan."


"Lalu ini anak siapa sayang, apakah kau sudah akan meninggalkan ku."


"Benar apakah kalian akan meninggalkan kami bertujuh.... Hiks.."


Dengan akting nya yang meyakinkan sontak Nana terkejut dengan tingkah Yuki.


"Apa tujuh!?"


"Haha... Perkenalkan nama ku Yuki salah satu pahlawan yang di panggil."

__ADS_1


"Aku Servámon Starla dan ini kakak ku."


"Sedangkan aku Lamora Arisa salam kenal."


"Nama ku Lisa, aku demi human."


"Ne....ne sedangkan aku Sina aku dari ras Naga."


"Nona perkenalkan nama ku Iris, aku adalah seorang Elf."


Tidak hanya Nana namun si kembar juga terkejut, siapa yang tidak mengenal nama dua keluarga kerajaan itu, bukan hanya itu tapi seorang Wanita Elf, Naga dan demi human serigala.... Hitam?


Itulah yang ada di pikiran mereka, sebuah kelompok yang tidak biasa. Lalu setelah itu datang Vear mencari mereka.


"Ryouta kami sudah menemukan penginapan."


"Baiklah."


"Hm.... Nona apakah aku boleh mengetahui nama mu?"


Ryouta pergi melanjutkan untuk mencari orang tua si anak sebelum itu dia mendengar apa yang dikatakan Vear.


"Vear cobalah mengenalkan diri mu terlebih dahulu sebelum menanyakan seseorang. Hanya karena kau seorang pangeran."


"Aku tak menyangka mereka orang-orang dari kerajaan, menjadi seorang petualang dan mereka sedang mengawal kami."


_________________________________


oyya oyya seperti nya dah lama

__ADS_1


__ADS_2