Eternal World

Eternal World
Chapter 58: Alter Ego


__ADS_3

"Kenapa kau tidak memperbolehkan mereka ikut?"


"Jika mereka ikut maka itu akan terlalu mudah, dan anggap saja ini sebagai sebuah latihan. Untuk meningkatkan kan kepintaran kalian yang bodoh itu."


"Aku yakin Yuki dan Yumi sudah mengetahui di mana tempat itu, saat aku berkata menyatukan di tempat itu. Benarkan?"


"Kakak memang hebat."


_________________________________


Di sela-sela perjalanan Iris melihat lambang dari Black Guild.


"Bukan kah itu lambang Black Guild?" Kata Iris sambil mengarahkan pandangannya ke depan.


"Yang mana?"


"Pria bongsor itu."


"Nee sayang kau bilang, kau adalah mantan pembunuh. Lalu bagaimana cara mu menyusup."


"Bukan kah menyusup mempunyai banyak cara? Kenapa kau menanyakan itu?"


"Aku hanya ingin melihat mu menyusup ke Black Guild dan menghancurkan nya."


"Alasan."


"Mereka meresahkan para rakyat kecil dan a-"


"Cukup. Baiklah."


Ryouta melepaskan jubah dan topeng nya, lalu mendekat ke pria bongsor itu. Dia seketika berubah seperti anak muda polos.


"Tuan apa kah kau dari Black Guild."


"Hoi... Anak kecil kurus, kau benar."


"Tuan... Tuan boleh kah aku ikut ke markas mu. Aku ingin bergabung dengan Guild mu."


"Oh... Dengan badan kecil mu dan kepolosan mu itu, tempat itu akan berbahaya."


"Tuan besar kenapa kau bekerja di tempat itu....?"


"Yah... Aku terpaksa untuk biaya pengobatan orang tua ku yang sudah sangat tua."


Disisi lain 9 orang yang ada tidak jauh dari tempat Ryouta sangat tidak karuan melihat tingkah Ryouta. Ya itu Yuki, Vear dan yang lainnya.


"Si..siapa itu.... Katakan siapa itu."


"Di...dia sangat Imut.."

__ADS_1


"Ryouta jadi anak kecil...itu luar biasa."


"Wa...wajah polos ka...kakak!"


"Ara... Dia seperti remaja polos, aku jadi semakin ingin memeluk nya."


Sedangkan yang terjadi pada Vear.


"D..dia, orang itu Ryouta dan..... Apakah itu benar-benar dia."


"Mari kita ikuti dia." Kata Yuki."


Mereka makin tidak karuan saat mengikuti Ryouta. Karena dia berjalan benar-benar seperti anak kecil yang melompat-lompat kegirangan.


"Paman-paman apakah masih jauh?"


"Sebentar lagi."


Tepat di depan sebuah Bar, mereka masuk ke dalam dan Ryouta dan yang lainnya ikut masuk. Disana banyak orang-orang seperti saat di Markas Black Guild pertama.


Q


"Ne Ne paman, apakah paman mau berhenti jika aku memberikan banyak emas?"


"Tetapi itu belum tentu bisa membuat ibu ku sembuh."


"Bagaimana jika aku menyembuhkan ibumu paman?"


"Paman bisakah mundur sedikit."


Pria itu pun mundur, mengikuti arahan Ryouta. Tanpa basa-basi RedNight di keluarkan. Maju menerjang dan menebas setiap orang yang ada. Satu kali ayunan pedang, 2 sampai 3 orang terenggut nyawanya dan bagaimana di persekian detik terdapat berpuluh-puluh tebasan yang memasuki target.


5 menit kemudian


Semua orang dari Black Guild di tempat itu sudah tersisa mayat-mayat saja.


"Paman kita akan pergi ke tempat ibumu."


"Ba...baiklah."


Sesaat setelah Ryouta berbalik badan, tiba-tiba Clara memeluk nya dan berbicara.


"Ara.. adik kecil biarkan aku memeluk mu."


Walau pun badan Ryouta lebih tinggi tetap saja apa yang di katakan Clara membuat Ryouta bingung.


"He..hei apa yang kau lakukan Clara. Kita akan pergi kerumah paman itu."


"Baiklah-baiklah tapi biarkan seperti ini terlebih dahulu sampai kita pulang ke istana."

__ADS_1


"A...apa kalian pasukan kerajaan?"


"Bukan, diantara kami ada anak dari Ratu Lauren."


"Ho..hoi dia juga mertua mu."


"Kalian memutuskannya sendiri."


"Perkenalkan paman nama ku Lamora Arisa, yah sepertinya tuah sudah tahu siapa aku."


"Ya...yang mulia."


"Santai saja paman kami hanya petualang, tingkat A."


"Hm...aku S. Kenapa ya padahal aku tak pernah menunjukkan dan menyembunyikan kekuatan ku."


"Disini lah rumah ku tuan, dan yang terbaring itu adalah ibu ku."


"Sepertinya terkena Kutukan dari Ular putih malam."


"Tuan bagaimana kau mengetahui nya kau bahkan tidak memeriksa atau menyentuh nya dan apakah itu berbahaya?"


"Aku tak tahu harus mengatakan nya bagaimana, tapi Ular putih malam konon jika seseorang terkena gigitan nya. Maka orang itu bukannya terkena racun tetapi sebuah kutukan, kutukan itu akan menyebar seiring berjalan nya waktu dan apa bila sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh maka ada kemungkinan jiwa dan raga nya akan terpisah. Clara apa yang kau lihat?"


"Sayang, aku melihat bahwa sebuah asap hitam menutupi tubuh wanita ini."


"Lalu sampai mana bagian yang belum tertutup itu?"


"Hanya tinggal bagian kepala."


"Paman bersyukur lah bahwa ibu mu masih bisa di selamatkan. Baiklah aku akan mulai."


[Recovery]


[Purification]


[Water elemental: Pure holy water]


"Baiklah tunggu sebentar saja. kalian keluar lah terlebih dahulu, aku ingin berbicara dengan paman."


Setelah semua orang keluar dari tempat itu, tersisa Ryouta dan sang Paman. Ryouta berencana untuk menepati janji yang dia katakan sebelumnya nya.


"Paman, janji ku sebelum nya. Di dalam kantong dimensi itu terdapat 5000 Gold dan 2 keping platinum."


"Bu...bukan nya ini sa..sangat banyak. kenapa kau memberikan nya kepada ku, aku menolak. Ya tentu saja aku menolak."


"Maaf paman, tapi tidur lah."


*buk..

__ADS_1


Suara dari paman itu yang terjatuh. Ryouta lalu membawanya ke tempat tidur. setelah itu meninggalkan nya.


_________________________________


__ADS_2