Eternal World

Eternal World
24


__ADS_3

Saat aku sampai disana mereka sudah berlatih pedang sedangkan aku pergi mengelilingi gunung seperti biasa.


lalu tiba - tiba lonceng bahaya berbunyi lagi tetapi aku hanya melihat kelima orang itu bertarung. Saat aku melihat bendera yang di bawa musuh adalah dari kerajaan Amora.


___________________________________


Aku pergi ke tempat Raja yang ada di aula.


"Paman bukankah hubungan kita dengan kerajaan Amora baik - baik saja?"


"Benar bahkan kita tak ada konflik dengan mereka malahan sebaliknya."


Lalu salah satu petinggi berkata.


"Yang mulia jangan dengarkan dia, dia hanya anak kecil. Lebih baik kita membalas kerajaan Amora dengan begitu kita memenangkan perang."


"Penjaga tangkap dia!"


Yang berkata untuk menyuruh menangkap bukan lah Raja Erza namun Ryouta. Penjaga tahu bahwa Ryouta siapa, dia adalah orang yang di hormati oleh raja dan akan menjadi menantunya.


"Ryouta kenapa kau ingin menangkap nya?"


Raja bingung dengan apa yang Ryouta lakukan begitu juga dengan bangsawan lainnya yang melihat prajurit istana sangat patuh pada Ryouta.


"Aku tahu bahwa dia mencoba memprovokasi mu untuk menyerang kerajaan Amora atau mengkambing hitamkan kerajaan kita agar di rebut oleh kerajaan lain selama perang terjadi. Kita tak bisa menjamin adanya pahlawan karena baru beberapa bulan mereka berada disini?"


"Apa?! Maksud mu ada yang ingin menghancurkan hubungan kita dengan kerajaan Amora?"


"Aku tidak tahu karena itu aku akan ke kerajaan Amora untuk melihat apa yang terjadi disana."


"Bai-"


"Kami ikut!"


Tiba tiba saja Clara, Yuki, Starla, Lisa dan Iris berada di depan pintu Aula. Mereka memaksa untuk ikut dan akhirnya kami menyerah.


"Baiklah kalian bisa ikut ke Amora."

__ADS_1


Sebelum kami pergi, kami menghampiri prajurit kerajaan Amora dan berdiskusi namun gagal.


"Kalian mundur sekarang atau menyesal!"


Mereka hanya tertawa mendengar itu dan lumayan membuat ku jengkel.


[Dark Side:Illusion of Death]


Seketika para prajurit Amora Terbujur kaku dengan wajah penuh penderitaan. Kami pergi sebelum itu aku menyuruh mereka menggunakan [Thunder Armor] dan [Wind Step]. Jarak antara kerajaan Amora dan servámon cukup jauh. Hampir memakan waktu satu minggu.


Karena itu lah kami menyingkat waktu agar sampai di sana hanya tiga hari saja dengan menggunakan sihir percepatan.


Di hari pertama kami beristirahat di sebuah penginapan di desa yang bernama Brasl. Besok hari aku melihat sebuah gerombolan serigala dan menyuruh mereka membunuh nya.


Dengan ada nya Iris dia lah pengatur dalam kelompok para wanita, dengan adanya Iris kordinasi dan kerja sama mereka yang awal nya baik bertambah lebih baik lagi, dan juga senjata baru mereka, aku juga membelikan Iris belati dan juga Long Bow yang di berikan benda seperti pisau di masing -masing ujung nya untuk berjaga - jaga ketika dia diserang saat memakai panah.


Hari kedua kami menginap di luar. Aku mencoba berjalan - jalan di malam hari dan mendengar teriakan seorang wanita yang berjarak 50 meter dari jarak ku sekarang. Aku menghampiri dan melihat wanita itu di bawah ke desa goblin oleh beberapa Hob goblin.


"Cih sepertinya aku harus mengeluarkan sedikit tenaga lagi."


Seketika para goblin itu mati dan aku membawa wanita itu ke tempat perkemahan. Setelah itu aku mampir ke desa goblin untuk menghancurkan nya.


"Sepertinya aku harus membuat diriku lebih enakan sedikit."


[Javelin Elemental]


[Heal All]


Aku menghujani mereka dengan tombak dan menyembuhkan para goblin itu lagi, aku mengulangi siklus itu sampai diriku puas. Setelah aku kembali.


Aku membangunkannya saat dia bangun dia hanya menangis lalu memelukku dan dia meracau tidak jelas, setelah tenang dia tertidur lagi dan aku tak tega membangunkannya, lalu aku juga tertidur.


Ke esokan paginya aku terbangun dan melihat Yuki, Clara, Iris dan Starla sedangkan Lisa tiba - tiba saja tidur bersandar di samping ku seperti wanita yang ku selamtkan tadi malam.


"Hei Ryouta apa kau membawa istri baru?"


"Benar sayang seperti nya kau membawa teman baru lagi buat kami."

__ADS_1


Iris dan Clara hanya berbicara dengan senang sedangkan wajah Staral dan Yuki memerah karena tidak tau apa yang terjadi.


"Hei bangun lah, hei hei."


Saat dia bangun dia bingung apa yang terjadi.


"Bu..bukan kah Arisa?"


"Putri Starla!"


"Benar, sebenarnya apa yang terjadi dengan kerajaan Amora hingga menyerang kerajaan kami?"


"Apa! menyerang? Aku tidak tahu tentang itu karena aku lari bersama ibuku dari kerajaan saat Ayah ku meninggal karena di racun dan aku terpisah oleh ibuku."


"Jadi terjadi pemberontakan di kerjaan ya dan mungkun ibumu sekarang berada di desa sekitar sini."


"Sepertinya begitu, dan terima kasih untuk tadi malam karena telah menyelamatkan ku. Aku takut jika aku di renggut kesucian ku oleh para goblin menjijikan itu, dan sebagai gantinya aku memberikan tubuh ku ini padamu!"


"Ara Iris sepertinya kita mempunyai saingan."


"Benar sekali Clara sepertinya dia akan agresif."


"Aku tak akan menyentuh tubuh seorang wanita sebelum aku menikahi nya."


Ryouta berbicara dengan datar dan dia melihat Arisa tersenyum dan berkata.


"Baiklah setelah kalian selesai membantu kerajaan ku, aku akan langsung meminta ibuku untuk menikahkan ku dengan mu."


Ternyata perasaan tidak enak yang kurasakan tadi ini ya.


Yuki lalu berbicara dengan keras dan dengan nada marah.


"kau takkan bisa menikahinya sebelum kami ingat itu."


Dia yang sadar dengan perkataan nya menunduk malu lalu berdiri di belakang Starla.


___________________________________

__ADS_1


__ADS_2