
Setelah itu Ryouta berkata.
"Sembunyikan yang kau lihat tadi, apa pun yang terjadi."
"Kenapa kau ingin menyembunyikan itu, bukan kah kau bisa menjadi terkenal?"
"Kau harus tau bahwa aku tak menyukai popularitas dan terkenal itu merepotkan."
Lalu kami pun sampai di Kamp tempat latihan para prajurit.
___________________________________
YUKI POV
Saat aku berlatih bersama teman-teman ku, aku melihat Ryo lalu disusul dengan seseorang gadus cantik, saat aku melihat lebih jelas ternyata itu Tuan putri Starla.
Jujur saja aku cemburu melihat itu, lalu saat aku memperhatikan aku tahu mereka akan kesini.
Aku lalu berlari menghampiri Ryouta lalu memeluk tangan nya, kemudian aku menatap tuan putri dengan tatapan permusuhan. Starla yang melihat Yuki, tahu apa yang di maksudkan dari tatapan pahlawan yang memeluk tangan Ryouta tersebut.
Aku bertanya kepada Ryouta apa yang dilakukan nya disini dan kenapa dia sedang bersama tuan putri.
"Nee... Ryo apa yang kau lakukan disini?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihat para pahlawan berlatih."
"Lalu apa yang kau lakukan dengan tuan putri?"
Aku menatap Ryouta dengan tajam.
"Aku tersesat lalu bertemu Starla, dia membantuku ke perpustakaan lalu kemari."
"A..a..a kau memanggil nya dengan namanya?"
Aku mencubit perutnya.
"Aww.. itu karena dia yang memintanya, bukan kah begitu Starla?"
"Be...benarkah boleh kah aku juga memanggil mu Starla?"
Lalu tuan putri mengangguk.
NORMAL POV
Saat tengah asik mendengarkan datang lah seorang perempuan cantik dengan tatapan dingin berpakaian layaknya Ksatria kerajaan, saat Starla memanggil nya ternyata dia seorang Jendral.
aku sedikit terkejut, tapi karena wajah ku tertutup jadi tak terlalu tampak. Saat dia mendekat dia lalu memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Perkenalkan nama ku Elizabeth Luna panggil saja Luna, bisa kah aku mengetahui nama mu Tuan?" Ucap nya datar. "Perkenalkan nama ku Ryouta, panggilah aku tanpa kata Tuan karena aku bukan pahlawan dan tidak menyukai itu"
Saat aku memperkenalkan diri datang orang - orang menjengkelkan, yaitu para pahlawan lelaki yang dari kelas ku sebelum nya.
"Hey bodoh jangan kau dekat - dekat dengan Yuki atau aku akan membunuh mu!"
Dengan nada sarkas nya dia berkata, jujur saja aku bukan jengkel karena dia menyuruh ku jangan dekat - dekat dengan Yuki, tetapi aku merasa terusik dan ketenangan ku terganggu, namun aku hanya diam
Karena kesal Akito pun menyerang ku dengan pedang nya, aku yang reflek tiba - tiba saja mengambil pedang Jendral Luna yang ada di pinggang nya lalu menangkis semua serangan Akito. Akito terus saja menyerang ku namun aku selalu menangkis nya.
Akito berkata dengan nada Provokatif, dia mencoba memprovokasi ku.
"Hey bodoh cobalah untuk menyerang jangan mengelak dan menangkis terus menerus!"
Sarkas nya.
Aku yang hanya diam dan mendengarkan provokasi yang di lontarkan nya, tetapi malah sebaliknya dialah yang terprovokasi dan menunjukkan celah.
Saat aku melihat sebuah celah pada Akito, aku lalu menyerang nya dan dia mendapatkan goresan.
Setelah dia berhenti menyerang aku yang sekarang menyerang balik. Aku menurunkan pedang ku kesebelah kiri dengan kedua tangan tetap memegang nya lalu aku memasang kuda - kuda untuk menyerang.
[Moonlight Sword Art] Gerakan pertama: White Horizon.
__ADS_1
___________________________________