
"J..jendral la..latih lah kami."
"Ka...kami disuruh Ryouta berlatih sampai bisa memojokkan mu."
Mendengar perkataan itu Leon tertawa. Lalu datang datang Ryouta.
"Yoo Luna mulai hari ini aku akan meminta mu melatih mereka, sebelum itu kalian berdua maju lah!"
___________________________________
Leon sigap menyerang sedangkan Luna sedikit terlambat lalu aku menghidar.
"Boleh menggunakan skill apa pun."
"Apakah boleh menggunakan sihir?" Tanya Luna.
Sambil menangkis serangan aku terus saja berbicara.
"Kita sedang bertarung bebas dan ingat di dalam perang tidak ada peraturan, bahkan jika pemimpin musuh telah terbunuh kalian masih bisa membunuh mereka kecuali mereka benar benar menyerah, dan ingat perlakukan tahanan perang dengan baik karena bisa saja mereka membantu kalian kedepannya."
Luna dan Leon yang mendengar itu terdiam dan keliahatan sangat memikirkannya. Lalu aku mengeluarkan kedua pedang ku dan menyerang mereka, lalu mereka tersadar dan membalas nya.
[Slash]
[Fire Arrow]
Leon menggunakan skill [Slash] sedang kan Luna menggunakan [Fire Arrow] aku lalu menangkis dengan skill yang ku modifikasi dari [Body Enchant]
[Sword Enchant]
[Water Arrow]
Serangan Leon ku tangkis dan serangan Luna ku lawan dengan kelemahan Elemen nya. Mereka berdua mundur lalu menyerang secara bersamaan.
Saat ingin mengenai ku, aku tidak menahan serangan itu namun berlari melewati celah dan.
[Swing]
__ADS_1
-----------------------------------
Skill berputar saat menggunakan pedang.
-----------------------------------
Mereka lalu mundur karena terkena serangan telak lalu aku menjentikkan jari.
[Spiral mana Arrow]
Yang mengelilingi mereka.
"Kami menyerah!"
"Baiklah karena kalian terlalu lemah sebagai jendral aku akan melatih kalian."
Luna dan Leon yang mendengar itu berbinar, sedangkan Yuki, Starla, Lisa dan Clara bergidik ngeri dan menatap kasihan pada mereka. Luna yang melihat ekspresi itu tiba - tiba merasa tidak enak badan.
Lalu Raja Erza datang bersama Ratu Elisa.
"Yahaha Ryouta ada apa ini?"
"Aku akan melatih mereka."
Raja tidak heran mendengar itu karena mengetahui kemampuan Ryouta. Lalu saat Raja ingin berkata, Ratu lebih dulu.
"Hmm Ryouta apakah tidak apa - apa jika paman ikut?"
"Itu tidak apa apa bibi"
"Sayang kenapa aku harus ikut?"
"Lalu Ratu hanya tersenyum namun Raja ketakuan?"
"Baiklah kalian bertiga berkumpul. Ohh apakah kalian berempat ingin ikut pelatihan khusus ku?"
__ADS_1
Mereka lalu bersembunyi di belakang Ratu dan berkata.
"T...t..tidak, kami, ti..tidak ikut kami akan berlatih sihir saja terlebih dahulu."
Raja yang melihat itu pun juga merasa tidak enak badan seperti Luna. Ratu heran dengan itu lalu bertanya.
"Kenapa kalian ketakutan seperti itu dengan Ryouta?"
"Kita sebaiknya minum teh dulu ibu."
Lalu mereka kebawah pohon yang ada tempat duduk dan meja nya.
Disisi lain Raja Erza dan Luna merasa dingin saat mereka berbaris mereka melihat senyum Ryouta yang menurut mereka seperti iblis.
Keempat perempuan yang melihat itu pun bergidik ngeri, Ratu sampai di buat bingung dengan itu.
"Baiklah besok jadwal kalian adalah bangun sebelum matahari terbit, lalu melakukan peregangan selama lima menit, setelah itu istirahat sekitar lima menit, kemudian peregangan lagi selama lima menit dan terakhir Kalian akan lari Lima puluh kali mengitari istana. Mengerti!"
Leon yang awal nya semangat saat mendengar itu seketika badannya lemas, Raja dan Luna yang mendengar itu terduduk.
Ratu berbicara.
"Bisakah kalian memberitahuku kenapa kalian sangat takut di latih oleh Ryouta?"
"Saat di dunia kami sebelum nya aku pernah meminta nya menjadi guru matematika ku, dia menyuruh ku menghafal seluruh rumus yang ada dan dia tak akan menyuruh ku berhenti sampai aku bisa menghapal semuanya."
"Apa itu matematika?" Tanya mereka.
"Aku bingung menjelaskan nya bagaimana tapi mungkin Ratu sedikit tahu tentang itu kan?"
"Ya aku memang sedikit tahu tentang itu."
"Dan kalian tadi sudah tahu kan bagiamana dia menyuruh kita untuk berlatih."
Mereka mengangguk bersamaan.
"Kalian di suruh berlatih apa saja? Tanya Ratu.
__ADS_1
___________________________________