Eternal World

Eternal World
12


__ADS_3

Di mencoba membangunkan Clara tapi dia belum menyadari sekitarnya.


"Putri! putri... bangun ini sudah siang!"


Panggil Ryouta sambil memanggil dan menggoyangkan tubuh Clara, Clara yang merasa terusik pun bangun dengan nyawa yang masih belum terkumpul dia lalu memeluk dan mencium kening Ryouta setelah itu dia kembali memeluk nya untuk mengumpulkan kesadaran.


"Hmm.... sebentar lagi."


"Huh baiklah."


Starla dan Yuki yang melihat itu memanas dan ingin memisahkan mereka tapi tidak sempat karena Raja  berdehem yang membuat Ryouta dan Clara melihat empat orang yang berada disana. Lalu Ratu tersenyum dan berkata.


"Ara - Ara pasangan muda yang sangat serasi dan sangat harmonis."


Clara yang mendengar itu pun lalu tersedar dan melepaskan pelukan nya tetapi ia bersandar pada tubuhku.


"Tentu saja ibu, Nee Ryouta sekarang kau harus memanggil ku Clara dan tidak boleh ada bantahan!"


"Baiklah."


"Mungkin aku besok akan menginap lagi, boleh kan?"


"Ahh..-"


"Tidak boleh!"


"Tidak boleh!"


Ucapan Ryouta terpotong oleh teriakan Yuki dan Starla. Lalu Clara bertanya.


"Kenapa? bukan kah wajar saja jika seorang istri tidur dengan suaminya"

__ADS_1


"Tidak tidak boleh, kalian saja bahkan belum menikah!" Seru Yuki.


"Benar itu tidak boleh, jika kakak ingin tidur berdua dengan Ryouta aku tak mengijinkan nya, Aku dan Yuki juga harus......"


Starla yang sadar dengan perkataan nya tiba tiba terpotong dan melihat semua orang menatap nya. Starla menunduk karena malu.


"Hey sayang sepertinya  anak kita yang satu ini akan lebih berani dari Clara?


Raja dan Ratu keluar dan meninggalkan mereka disana, lalu aku angkat bicara.


"Hari ini aku akan keluar."


"Aku ikut!"


Ucap mereka serempak.


"Tidak bisa"


Ucap mereka lagi.


"Kalian semua harus berlatih."


"Tap-"


"Tidak ada kata tapi"


Nada bicara Ryouta tidaklah tegas namun hanya seperti orang bicara seperti biasa, tapi entah mengapa mereka tak bisa membantah.


Aku lalu meminta para penjaga untuk mengambil kan tudung seperti sebelumnya, selang berapa lama penjaga itu datang dengan tudung dan sekantong koin emas.


"Tuan tadi saya bertemu yang mulia dan menitipkan ini pada anda."

__ADS_1


"Terima kasih."


Aku pun berjalan - jalan sebentar sebelum  mengambil pesanan katana ku di pandai besi dan menganbil kartu petualang di Guild.


Saat berjalan jalan aku melihat seorang budak DemiHuman jenis Serigala, Aneh nya bulu nya berwarna hitam pekat walau tertutup dengan debu dan kotoran menurutku itu tetap saja terlihat sangat cantik.


"Bukan kah perbudakan di larang di ibu kota kerajaan?" pikir ku


Tempat itu berada di lorong sebuah gang, aku lalu menghampiri penjual budak itu.


"Tuan apakah anda menjual budak ini?"


"Tidak aku tidak menjualnya."


Sahut nya dengan nada arogan.


"Tapi tuan aku ingin membeli nya."


"Jika aku bilang tidak ya tidak."


Aku menghela nafas lalu berkata


"Jika kau tidak memberikan budak itu, maka aku akan melaporkan nya ke pihak kerajaan."


"Coba saja jika kau bisa."


Lalu orang itu menyerang ku menggunakan pisau dan membabi buta. Sebelum itu aku mengeluarkan sedikit mana ku dan membentuknya menjadi setipis benang lalu mengarahkan nya lurus ke langit.


Aku menghindari serangan nya, lalu mundur beberapa langkah, dia menyerang lagi secara asal dan aku cuma menghindar saat aku merasa mulai bosan aku mengakhiri dengan memukul tengkuk nya hingga pingsan.


___________________________________

__ADS_1


__ADS_2