
Ryouta menyembuhkan Vear seceat nya dengan [Recovery] karena dia tak berniat untuk membunuh nya.
Dia pun kembali berjalan ke tempat nya dan.
Pertandingan Selesai........
___________________________________
"P....PE..PEMENANG DI PERTANDINGAN INI ADALAH TU..TUAN R..RYOUTA. HUH.. BAIKLAH KITA AKAN PERGI KE PESERTA SELANJUTNYA YAITU NONA YUKI DAN STARLA."
Mereka berdua maju ke tengah Arena lalu berbicara kepada Neal si pembawa Acara.
"Bisakah ini dijadikan Final saja?"
Kata mereka berdua.
"Tapi bagaimana dengan Nona Iris dan Clara?"
Iris dan Clara maju lalu berbicara.
"Kami berempat akan melawan 1 orang dan biarkan ini menjadi Final."
Arisa lalu ketengah Arena juga dan berkata.
"Tidak. kita bertujuh, aku takkan melewatkan ini dan selama ini aku tidak pernah melihat bagaimana kemampuan dari suami ku sendiri."
"BAGAIMANA MENURUT MU YANG MULIA?"
Dengan wajah masam Raja Noir tahu siapa orang yang di maksud karena dia bersama dengan ketujuh wanita itu.
"Aku tak bisa membantah calon raja dari dua kerajaan."
Sontak kata - kata dari Raja Noir membuat seluruh penonton disana kaget, bahkan dua pangeran yaitu anak dari raja Noir sendiri saja dibuat kaget dengan pernyataan dari Ayah nya.
__ADS_1
Pikiran pangeran kedua berkecamuk.
"Bukan kah dia orang yang ku temui di guild, gawat ayah saja tak berani dengan nya."
Sedangkan di pikiran pangeran Vear.
"Orang yang sangat kuat itu adalah calon raja? Bahkan dari dua kerajaan. Bagaimana bisa dan dia pura - pura bodoh di depan ku? Apakah dia menguji diriku?"
Banyak pertanyaan yang tergeletak di kepala Vear namun iya tau itu tak kan bisa terjawab sekarang.
Ryouta di bawa ke tengah oleh Lisa dan Sina.
"Tuan sekaranh kami akan menjadi lawan mu disini jadi jangan ragu ya tuan."
"Benar tuan, aku tak pernah melihat bagaimana kau bertarung."
"Sekarang kalian bersiap lah."
Ryouta membuka tudung nya, wajah tampan rambut hitam lumayan panjang di ikat kebelakang yang selaras dengan matanya. Membuat semua orang yang melihat itu menjadi diam lalu bergidik ngeri saat Ryouta menunjukkan senyum iblis nya, Bahkan Raja, dan para jendral yang sudah terbiasa di medan perang juga bergidik ngeri.
"Bagaimana bisa orang lemah itu menjadi seorang Raja, hei nona lebih baik kau bersama ku saja."
Namun Ryouta hanya diam tak mendengarkan, sedangkan ketujuh perempuan itu sedang waspada.
[Triple Accel]
[Wind Step]
[Thunder Armor]
Ryouta menghilang dari tempat nya, tiba tiba saja ada pedang di depan Clara namun itu berhasil dihalau oleh Clara karena dari awal dia menggunakan [Shield], ketika yang lainnya mendengar suara retak seketika mereka menggunakan [Shield] juga.
Ryouta lalu kembali ketempat nya, tetapi mereka semua menyadari itu dan menyerang Ryouta.
__ADS_1
[Triple Accel]
Serempak mereka menggunakan Skill itu dan maju menabas dan menusuk Ryouta.
[Teleport]
Lisa yang melihat tuan nya mengucapkan sihir Teleportasi memberi tahu yang lain.
"Tuan Teleport"
Yang lain lalu menyebar ke masing masing dinding Arena.
[Impact]
Mereka bertujuh menggunakan sihir yang sama lagi. Namun Ryouta ternyata tidak berada di tanah namun ber Teleportasi ke atas dan terbang dengan sihir angin nya.
Kembali ke posisi awal saling membelakangi.
"Baiklah cukup bermain main nya."
*Boom...
*Boom...
Deretan suara seperti benda yang sangat berat di jatuh kan di kepulan asal tersebut terlihat Ryouta dan beberapa besi di permukaan tanah.
"Apa jadi kau dari tadi belum serius bahkan tidak melepas pemberat itu!?"
"Yuki apakah kau lupa jika kita juga menggunakannya."
"Akhh benar juga."
Mereka lalu melepas nya dan deretan suara benda berat jatuh hingga getaran terasa di bangku paling depan penonton. Para penonton yang merasakan dan mendengar itu pun tak bisa berkata kata bahkan berpikir, bagaimana bisa kecepatan tak terlihat itu masih menggunakan sesuatu yang sangat berat.
__ADS_1
___________________________________