
"Marie."
"Hmm yaa bolehkah saya tahu nama anda tuan?"
"Ini aku."
"R...Ryouta."
Aku pun lalu membuka tudung ku.
"Bisakah aku mengambil kartu petualang ku?"
"Sebelum itu kau sudah di tunggu oleh Guild Master di ruangan nya, baiklah aku menuntunmu"
___________________________________
Aku duduk di sebuah ruangan dan sedang meminum teh, lalu seorang wanita masuk dan memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama ku Laura, Guild Master di di kerajaan ini, boleh kah kau membuka tudung mu dan memperkenalkan diri?"
"Perkenalkan nama ku Ryouta."
Aku tidak menyangka Guild Master disini adalh seorang wanita muda, aku sempat berpikir bahwa Guild Master disini adalah orang tua berotot yang sudah berumur tapi siapa sangka. Dia menyuruh ku untuk membuka tudung ku, aku pun menurutinya.
Saat Ryouta membuka tudung nya Guild Master membeku seperkian detik, lalu dia berbicara dengan nada datar tapi dia atau pun Ryouta tidak nenyadari bahwa wajah Guild Master memerah walau dia berbicara dengan datar.
"Hmm baiklah berapa mana yang kau milik dan berapa [INT] lalu elemen di status mu?"
__ADS_1
"Maaf Guild Master tapi aku tak bisa memberi tahukan itu, tapi jika kau ingin mengetahui Elemen ku, itu adalah Controler atau biasa di sebut Putih."
"Sebelum itu panggil saja aku Laura dan soal Controler, apa maksud mu?"
Aku lalu melakukan seperti yang kulakukan saat bersama Starla pertama kali, yaitu membuat bola mana dan mengubahkan nya ke berbagai Elemen, namun aku juga menambahkan Elemen Cahaya dan kegelapan.
Laura yang melihat itu memucat, dan linglung. Jika kau Clara bisa melihat mana dengan mata nya, sedangkan Laura mempunyai insting yang sangat tajam dan bisa merasakan mana.
Laura lalu sadar dengan masih berkeringat dingin.
"Laura aku mohon bantuannya, dan jika kau butuh sesuatu kau bisa mencari ku!"
Laura yang mendengar itu pun merasa malu, karena dia tidak pernah di pandang sebagai teman dan selalu di anggap sebagai atasan dan seorang yang terhormat.
"Ryouta ini kartu mu."
Mereka pun keluar, Ryouta memakai tudung nya lagi dan Laura mengantarkan nya sampsi ke lantai satu dan itu di lihat oleh para pekerja.
"Guild Master apa anda menyukai Ryouta?"
Marie bertanya ke Laura, Laura yang masih memikirkan sesuatu pun menjawab tanpa sadar.
"Benar dia hangat dan ...."
Saat dia sadar dengan apa yang dikatakan nya Laura menunduk lalu membuat wajah datar nya kembali namun pipi merah nya tak bisa ditutupi.
Sekarang Ryouta sedang berjalan - jalan dan ingin kembali ke istana saat ingin sampai dia melihat sebuah penjual topeng, lalu mampir untuk membelinya.
__ADS_1
Aku sampai di ruangan ku lalu mandi untuk membersihkan diri, dan tidur.
Disisi lain Clara dan budak yang di selamatkan oleh Ryouta sedang mandi bersama dan berbincang -bincang.
"Nee bagaimana orang yang kau cari itu menolak mu untuk menjadi budak? Dan bagaimana kau mengetahui orang yang kau cari, sedangkan kau tidak melihat wajahnya?"
"Kakak apa kau tidak tahu aku ras apa?"
"DemiHuman Beruang bukan?"
"Nee aku Serigala bukan beruang dan aku bisa mengenali bau nya."
"Apa! Kau serigala aku tidak pernah melihat serigala mempunyai bulu berwarna hitam?"
"Aku saja tidak tahu, karena bulu ku ini aku diusir dari desa ku dan ditangkap oleh penjual budak. Aku sangat berterima kasih pada orang yang menyelamatkan ku dan aku akan mengikuti nya seumur hidup ku."
"Hm... baiklah setelah mandi kita akan menginap di tempat orang yang ku maksud."
"Kenapa?"
Tanya budak itu bingung.
"Karena dia calon suamiku."
"Apakah tidak apa - apa aku tidur bersamanya?"jawab budak itu dengan malu - malu.
"Tenang saja aku yakin dia tidak hanya memiliki satu istri, bahkan dia sekarang mempunyai tiga calon istri."
__ADS_1
___________________________________