Eternal World

Eternal World
15


__ADS_3

"Apakah tidak apa - apa aku tidur bersamanya?"jawab budak itu dengan malu - malu.


"Tenang saja aku yakin dia tidak hanya memiliki satu istri, bahkan dia sekarang mempunyai tiga calon istri."


___________________________________


CLARA POV


Kami berdua berbincang - bincang saat di perjalanan ke kamar Ryouta, lalu aku melihat Yuki sedang duduk setelah latihan, aku lupa bahwa kekamar Ryouta harus melewati Kamp pelatihan para pahlawan.


Aku pun menggunakan sihir angin agar suara yang di hasilkan saat berjalan tidak terdengar siapa pun. Saat masalah Yuki selesai aku melihat Starla   yang membuat kami bersembunyi.


Setelah di depan kamar kami masuk dan berjalan ke arah Ryouta, aku lalu melepaskan pakaian ku seperti biasa nya dan tidur di sebelah kirinya sedangkan DemiHuman Serigala itu di sebelah kiri.


------------------------------------


NORMAL POV


Keesokan harinya Yuki dan Starla bertemu di jalan ke arah Kamar Ryouta untuk membangunkannya dan sedikit berbincang - bincang saat di perjalanan.


"Apakah kakak mu akan datang lagi dan menginap di kamar Ryouta?"


"Sepertinya begitu, namun kemarin saat aku kesana aku tidak melihat nya. Mungkin saja dia belum datang."


"Benar juga akhir - akhir ini aku sering melihat kakak mu berlatih di Kamp pelatihan, dan juga kelihatan nya dia sangat giat saat berlatih."


Saat mereka sampai di depan kamar Ryouta mereka masuk tanpa mengetuk pintu dan saat mereka melihat tempat tidur Ryouta mereka merasakan ada yang janggal, Yuki pun menarik selimut Ryouta dan alangkah terkejut nya mereka karena bertambah satu orang lagi ditempat tidur Ryouta.


Aku yang merasa terusik pun bangun dan melihat ada dua orang yang memeluk ku, saat kulihat itu adalah Clara dan Seorang DemiHuman yang ingin ku beli saat itu.


Aku lalu membangun kan mereka berdua.

__ADS_1


"Kalian berdua bangun lah, ini sudah pagi, dan Clara apa kau tidak berlatih?"


"Hm sebentar lagi, aku ingin lebih lama memeluk mu."


Aku pun merasa kan sensasi dada Clara yang menempel di tubuh ku. Aku pun berkata dengan nada datar.


"Jangan kau pikir aku tak bisa menyerang mu saat kau sedang telanjang begini."


"Itulah yang ku ingin kan sejak awal Ryouta."


Lalu DemiHuman serigala itu pun terbangun karena merasa terusik juga.


"Selamat pagi."


"Hmm bukan kah kau DemiHuman kemarin?"


"Benar tuan, terima kasih karena telah menyelamatkan ku dari penjual budak kemarin."


Aku berbicara dan mengelus kepala nya. Dia yang mendengar itu pun malu dan berkata.


"Terima kasih tuan tapi bulu ku ini adalah malapetaka karena berwarna hitam."


"Itu menurut orang lain tapi tidak dengan ku, menurut ku bulu ini sangat indah."


"Benar menurut ku itu sangat indah."


 Yuki menimpali kata - kata ku dan Starla mengangguk mengiyakan.


"Tuan apa kau bisa menjadi kan ku budak atau pun pelayan dan memberi kan ku sebuah nama?"


"Aku tak bisa."

__ADS_1


"Tapi tuan, kumohon, apakah anda membenci ku?"


Saat aku ingin menolak tiba - tiba mau tidak mau aku menuruti nya, karena aku melihat mata nya yang berkaca - kaca.


"Baiklah sekarang nama mu adalah Lisa, aku tak tidak pandai memberikan nama."


"Terima kasih tuan sekarang nama ku Lisa dan aku akan mengikuti mu seumur hidup ku."


"Kenapa kau tak ingin bebas saja?"


"Aku sudah tidak punya tempat tinggal lagi aku bahkan di buang dari desa ku dan orang tua aku tak tahu dimana mereka sekarang dan bagaimana keadaan mereka."


Saat mereka sedang berbicara tiba - tiba lonceng berbunyi beberapa kali dan yang ku tahu itu adalah tanda bahwa kerajaan sedang diserang.


"Yah kalian bersiap - siap lah dan Lisa tetaplah disini setelah semua selesai aku akan membelikan mu pakaian."


"Kami juga ya!"


Seru Clara, Yuki dan Starla.


"Baiklah sekarang aku ingin mengambil sesuatu dulu di tempat pandai besi dan kalian duluan saja. Berjuang lah!"


Aku mengelus kepala mereka berempat. Saat mereka pergi aku memakai topeng yang kemarin ku beli, lalu pergi ke pandai besi, entah mengapa aku sangat malas berlari lalu aku melepas topeng ku lagi, dan berjalan di kerumunan orang yang sedang panik.


Sesampai nya aku di pandai besi aku mencari paman dwarf namun dia tidak ada disana, lalu aku melihat pedang dan pisau yang ku pesan, saat aku mengambil nya aky melihat secarik kertas diatas nya.


(Hei bocah semua yang kau butuhkan sekarang sudah siap, dan uang yang kau berikan kemarin terlalu banyak, lalu aku meletakkan kembalian nya bersama pesanan mu.)


Aku melihat kantong berisi koin yang di sebutkan dalam surat ini namun aku tak mengambil nya, lalu pergi dan memakai topeng hitam ku lagi.


___________________________________

__ADS_1


__ADS_2