
"Tuan ini sangat indah."
"Baiklah sekarang apa kau ingin berjalan - jalan?"
"Hm" Lisa mengangguk.
Mereka cukup lama berjalan - jalan hingga sore tiba dan pemandangan kota juga sangat terang saat malam hari.
___________________________________
Saat mereka berdua bejalan menikmati indah nya malam di pusat kota, mereka tak sengaja melihat Yuki dan yang lainnya di halangi oleh beberapa petulanag nakal yang suka memaksa para wanita.
Kami berdua duduk di bangku pusat kota dan melihat bagaimana mereka mengatasi nya.
"Tuan apakah tuan tak ingin menolong mereka?"
"Kau dan mereka saja cukup mengalahkan goblin king."
"Hm benar tuan."
Yah aku hanya melihat Iris maju hanya menggunakan Elemen Api dan mereka tumbang.
"pertunjukkan yang membosankan."
Lisa lalu turun dari tempat duduk dan memamnggil mereka dan orang orang yang menyaksikan itu hanya diam dan melihat Lisa memanggil mereka.
"Kakak, kami disini."
Clara melihat itu dan menyuruh mereka mendekatinya.
"Kalian itu Lisa, mungkin Ryouta ada di sana. Benar saja Clara melihat Ryouta sedang duduk dan melihat bintang dengan tudung yang tak terbuka. Ryouta sedang berpikir tentang adik perempuan nya Yumi.
__ADS_1
"Nee...Ryouta apa yang sedang kau pikirkan?"
"Yumi."
"Yumi yaa, aku juga merindukkan nya. kita meninggalkannya di sana sendirian, apakah tidak apa apa."
"Aku juga tidak tahu."
Setelah itu kami pergi ke istana untuk menunggu para prajurit menjemput ibu Arisa. Aku bersama mereka berbincang - bincang di meja makan, setelah beberapa saat Ibu Ratu datang dengan rombongan prajurit.
Beberapa hari berlalu pasukan sudah dikirim kembali. Kami juga kembali ke Servámon namun dengan tambahan yaitu Arisa, dan kami kembali kesana hanya persiapan untuk memulai petualang.
Saat kami sampai, kami di sambut oleh Raja dan Ratu juga yang lainnya namun aku menghilang dan muncul di kamar ku dan tidur.
"Seperti biasa. Dia pergi." Kata Starla.
"Ya begitulah dia."
Besok adalah hari terakhir mereka di kerajaan dan aku membawa mereka ke paman Dwarf untuk membuat senjata dan aku meminta 30 pisau tanpa gagang lagi.
"Kapan ini bisa diambil?"
"Dua hari lagi."
"Kalian dengar perjalanan kita di tunda sampai senjata kalian selesai."
"Baik."
Aku lalu pergi ke Guild untuk menyerahkan misi yang belum sempat ku selesaikan dan ingin mengambil beberapa misi. Aku tak tau jika Yuki dan yang lainnya mengikutiku jadi, aku tak memperdulikannya, sampai disana aku menyerahkan bukti Misi dan meminta Marie untuk mencarikannya nya lagi.
"Dimana Laura?"
__ADS_1
"Seperti biasa ketua ada di ruang kerja nya."
Aku naik ke lantai dua dan menemui Laura di ruangan nya. Disisi lain Marie melihat Yuki dan yang lainnya datang dan mencari Ryouta.
Saat aku membuka pintu, disana terlihat Laura sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Aku berjalan dan duduk di tempat duduk yang di sediakan tanpa disadari oleh Laura. Saat Laura terlalu bosan dengan pekerjaan nya di hanya membaringkan kepala nya di atas meja tanpa sadar Ryouta telah melihat nya.
"Huh..Terlalu membosankan bekerja. Hm aku seperti mengenal Aura ini?"
Saat dia mengangkat wajah nya di terkejut melihat Ryouta yang sedang minum teh yang dia ambil dari cincin ruang nya.
"Ryouta se..sejak ka..kapan."
"Sudah lama."
Laura lalu berdiri menghampiri Ryouta dan memeluk nya, saat sedang asik pintu terbuka dan menampilkan beberapa wajah yang tidak asing. Ya itu Marie yang terkejut melihat ketua nya berubah lalu Yuki, Clara, Iris, dan yang lainnya. Marie lalu menyerang.
"Hei siapa kau, kau menggunakan wajah ketua dan memeluk lelaki. Ketua tak mungkin melakukan itu."
"Marie tenang lah ini aku, benar - benar diriku."
"Tenang lah Marie dia benar benar Ketua mu."
"Benarkah?"
"Seperti yang kau lihat, lalu kalian apa yang kalian lakukan disini?"
"Heheh aku tahu bahwa kau akan selingkuh jadi kami mengikutimu."
"Aku sedang mengambil misi dan Marie berapa hadiah yang ku dapatkan?"
___________________________________
__ADS_1