Eternal World

Eternal World
Chapter 51: Kembali nya orang dari masa lalu


__ADS_3

Beruntung nya salah satu tubuh dari ayah Raja Erza masih menerima jiwa nya sendiri, apabila keduanya tidak saling menerima maka Ryouta harus mencari cara lain untuk menyembuhkannya.


"Baiklah sekarang tahap terakhir."


[Absord]


[Recovery]


[Transfer]


Keadaan tubuh yang awal nya memucat kembali menjadi lebih baik, namun disisi lain penyakit yang di derita juga sembuh karena sihir [Recovery].


___________________________________


"Huh aku tak menyangka jika itu benar-benar berhasil."


"Tunggu, apakah kau tadi bilang berhasil Nak Ryouta?"


"Ya begitulah paman, mungkin sebentar lagi dia bangun."


Sambil menunggu mereka sedikit berbincang-bincang tentang sihir yang di gunakan Ryouta dan apa saja tujuan nya. Setelah beberapa hampir setengah jam Ryouta merasakan Mana di dalam tubuh Raja Naz yaitu sang raja terdahulu mulai stabil.


"Sebaiknya kita melihat nya, mungkin sebentar lagi akan terbangun." Ucap Ryouta.


Tepat setelah Ryouta selesai berbicara Raja Naz terbangun dan melihat sekeliling nya dan dia melihat anak cucunya yang tidak lain adalah Raja Erza, Starla dan Clara.


"Ayah apa itu kau?"


"Sebaiknya kita keluar terlebih dahulu anak nakal."


"Ayolah ayah kau baru bangun dan memanggil ku anak nakal, apa kau tidak melihat wajah ku sudah semakin tua."

__ADS_1


Tanpa menghiraukan kan Erza sang ayah berjalan ketempat keluar dan yang lain juga mengikuti nya. Setelah terbangun yang pertama kali ingin dilihat Adalah kerajaan dan para warga nya.


Raja Naz berbalik dan melihat Starla dan Clara yang sudah beranjak dewasa.


"Oh... ternyata 2 cucuku sudah dewasa."


"Tentu saja kakek kau sudah tertidur selama 10 tahun."


"Ternyata aku terkena kutukan itu sangat lama ya?"


"Ayah!? Jadi itu bukan penyakit."


"Tentu saja bukan, bagaimana penyakit bisa menghentikan peredaran darah."


Setelah berbicara pandangan Raja Naz mengarah kepada Ryouta, tiba-tiba dia menyerang Ryouta dengan Sihir petir di tangan nya. Namun Ryouta hanya mengeluarkan sihir Tanah untung menghalangi nya. Bukan nya hancur sihir Ryouta masih utuh tanpa kerusakan sedikitpun.


"Hm.... Ternyata gen bodoh dari paman menurun dari anda yaa, Yang Mulia."


"Apa yang kau katakan anak muda?"


"Yah sepertinya sebelum nya anda hanya terkena kutukan, namun ditambah dengan bodoh nya anda menggunakan sihir, dan sihir itu malah memberikan dampak ke pengguna nya sendiri mengakibatkan itu menjadi komplikasi atau lebih mudah nya menumpuk hingga menyebabkan anda mengalami Eternal Sleep Paralysed."


"Yaah tapi disisi lain keuntungan nya adalah tubuh anda tidak mengalami penuaan dan bahkan sedikit lebih muda saat aku menggunakan [Recovery]"


"Ho... Anak muda dengan rambut dan mata hitam yang luar biasa"


"Terima lah serangan ku anak muda."


Dengan kecepatan tinggi dan kekuatan penuh Raja Naz menerjang Ryouta namun Ryouta hanya mundur sedikit dan.


[Dark Side:Illusion of Death]

__ADS_1


Tiba-tiba Raja Naz terjatuh dan berteriak dengan wajah tak beraturan


[Cancel]


Walau hanya sebentar itu cukup berefek pada Raja Naz.


"Hei anak muda kenapa kau begitu curang."


"Kakek bukan kah di dalam perang tidak ada kata curang? Jika kau ingin menyerang duluan, serang saja. Aku bukan seperti kalian yang menunggu untuk di bunuh saat di Medan perang."


"Aku mengerti, Kata-katamu tidaklah salah dan aku bingung kenapa kami terlalu bodoh."


"Ternyata sudah lumayan lama kita berada disana, bukan kah seharusnya kau ada sesuatu yang di bahas dengan para bangsawan paman? Kalau begitu aku akan pergi juga."


"Ahh benar juga, tapi sebelum itu..."


Saat Ryouta ingin berjalan pergi Raja Erza menarik kerah baju nya dan memaksa Ryouta untuk ikut.


"Ayolah paman aku tidak berbakat dalam hal ini."


"Aku tak peduli, sebagai calon Raja berikutnya kau berhak ikut."


"Sejak kapan aku ingin menjadi calon Raja? Sirna sudah harapan ku untuk berpetualang."


Saat di dalam Aula para bangsawan keheranan ketika melihat Raja mereka membawa seorang pemuda untuk ikut ke rapat hari ini, dan tentu saja para bangsawan yang tidak mengenal Ryouta tidak suka dengan nya sedangkan mereka yang sudah tahu siapa Ryouta sedikit bernafas lega karena ada nya pemuda itu.


"Baiklah Rapat kita mulai!"


"Paman kau mengundang ku kesini tapi, tapi kau tidak memberi tahukan apa inti permasalahannya."


Raja Erza pun memberikan kertas yang berisi semua permasalahan yang dibahas.

__ADS_1


___________________________________


__ADS_2