
Saat sampai di perpustakaan aku mencari buku tentang sihir dan Starla mengambilkan Tiga buku tentang sihir dengan tingkatan berbeda yaitu tingkat dasar, menengah, dan tinggi.
Saat aku membacanya aku menarik kesimpulan yaitu MP(Mana Point) yang di gunakan di Status digunakan untuk mengeluarkan sihir, semakin kuat sihir tersebut maka semakin banyak mana yang harus di gunakan, lalu aku menemukan bahwa sihir bisa di imajinasikan.
Yang membuat ku tersenyum puas, karena itu menguntungkan ku. Saat Starla melihat senyum miring itu dia bergidik, dan bergumam pada dirinya sendiri.
"apa yang sedang dia pikirkan?"
Setelah beberapa saat aku bertanya kepada Starla.
"Starla apa yang kau tau tentang Elemen ku?"
"Bukannya Kau tak punya Elemen, dan kau hanya bisa menggunakan sihir non Elemen?"
"Ya kau memang benar, tetapi ada yang tak kau ketahui tentang sihir!"
"Ap..apa maksud mu?"
Lalu aku mengulurlan tangan ku kedepan dan membayangkan "Mana" dari tubuh ku berkumpul di tangan ku"
"Lihat baik baik ini, kau pasti tau ini apa."
"I..i..itu mana dan ka.. kau-"
Aku memotong perkataanya lalu menjentikkan jariku.
"Lalu lihat ini baik baik *aku menjentikkan jariku*!"
Lalu mana di tangan kanan ku berubah menjadi bola api, entah seberapa terkejut nya Starla. Lalu aku berkata lagi dan kemudian menutup mataku.
"Ha..ha... cobalah lihat ini dan jangan sampai kau berkedip"
Setelah aku menutup mataku aku membayangkan
Air, tanah, petir dan angin, Lalu sihir Api di tangan ku berubah menjadi bola air, tanah, petir dan angin.
Dan saat aku membuka mata ku, aku melihat Starla terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat nya. Lalu dia melamun dan seperti orang linglung.
__ADS_1
Aku pun lalu mencoba untuk menyadarkan nya dengan terus memanggil namanya dan melambai kan tangan ku di depan wajahnya.
"Starla.. Starlaa!"
Aku terus mencobanya, karena dia tidak kunjung sadar, aku lalu menarik kedua pipinya dan akhirnya sadar.
"Awww lepwaskan Swakit!"
Lalu aku melepaskan nya.
"Kenapa kau menarik pipi ku, itu sakit"ucapnya cemberut.
"Karena kau melamun seperti orang linglung dan aku bahkan sudah berteriak memanggil nama mu beberapa kali."
"I..itu karena kau sangat luar biasa, bahkan kau tidak menggunakan mantra. Kau Jenius!"
"T..tidak..t..tunggu apa maksud mu sihir memerlukakan mantra? bukan kah di buku yang kau berikan kepada ku jelas - jelas tidak di jelaskan bahwa sihir memerlukan mantra?"
"Baiklah, aku ingin bertanya elemen apa yang kau miliki?"
"Air dan Angin."
"Tenang saja jika kau terluka, aku akan menemukan cara untuk menyembuhkan mu."
"B..baiklah."
"sekarang penjamkan matamu, lalu bayangkan air di tangan kanan mu dan angin di tangan kirimu, kau harus tetap menjaga konsentrasimu."
Percobaan pertama selesai dan Starla sangat senang, karena dia tidak perlu menggunakan mantra lagi. dikarenakan di kini bisa dibilang setara dengan penyijir tingkat tinggi.
"Baiklah percobaan kedua, aku yakin jika kau berhasil kau akan sangat terkejut"
"Apa maksud mu?"
"Berusahalah dan jaga konsentrasi mu"
"Sekarang buat lah bola air terlebih dahulu, jika sudah bayangkan bola air itu mengeras di karena kan tiupan dari elemen angin mu."
__ADS_1
Seketika bola air yang ada di tangan Starla membeku, saat dia membuka matanya dia terkejut apa yang terjadi dengan air nya.
"itu adalah Es, aku tidak yakin kau tidak mungkin tidak tau?"
"Aku tahu ini sebuah es tapi bagiamana?"
"Huh baiklah aku akan memberi tahu mu secara singkat, es terjadi ketika air mengeras di karenakan udara disekitar nya mencapai titik terdingin"
___________________________________
#Maafkan saya bukan anak Ipa
-----------------------------------
"oh baiklah aku sedikit mengerti."
"baiklah begini"
aku membuat bola air ditangan kanan ku lalu bola angin di tangan kiri.
"Lihat ini baik- baik, aku akan mendekatkan elemen angin ke bola air ini dan ingat angin yang kau buat harus sangat dingin"
Saat bola air yang kudekatkan ke bola angin ku terjadi perubahan yang sangat terlihat, aku sengaja membuat proses nya menjadi lambat agar dia cepat mengerti.
Saat dia mempelajarinya dan sangat senang diamulai berbicara sendiri.
Saat dia sedang berbicara sendiri aku pergi meninggalkan nya.
Saat Starla sadar dia bingung mencari keberadaan Ryouta dan keluar mencari nya, lalu ketika dia melihat Ryouta dia langsung mengejar nya.
Setelah itu Ryouta berkata.
"Sembunyikan yang kau lihat dan pelajari tadi, apa pun yang terjadi."
"Kenapa kau ingin menyembunyikan itu, bukan kah kau bisa menjadi terkenal?"
"Kau harus tau bahwa aku tak menyukai popularitas dan terkenal itu merepotkan"
__ADS_1
Lalu kami pun sampai di Kamp tempat latihan para prajurit.
___________________________________