
"Baiklah kita pergi."
Mereka pergi sambil di iring iring oleh para warga. Yang lainya melanjutkan perjalanan ke kerajaan Amora di hari yang sudah hampir sian, karena perjalanan tinggal setengah hari lagi.
Matahari memutari langit dan menunjukkan tepat ke arah Timur laut, yang jika di definisikan sebagai jam maka akan berada di pukul 13:30.
_________________________________
Sesampainya di kerajaan, mereka terlebih dahulu benar-benar menyelesaikan misi mereka yaitu mengantar Amira dan Yumira ke rumah mereka. Ya itu lah nama si kembar.
"Kalian pulang saja terlebih dahulu menggunakan kereta, aku akan berkeliling."
"Tidak, kali ini kau harus ikut bersama kami ke tempat Ibu berada."
"Baiklah."
"Apa!? Tidak ada penolakan?"
"Itu tidak berbeda dengan berkeliling."
"Ah baiklah."
Berjalan-jalan melihat beberapa stand makanan dan beberapa pedagang yang -pernik hingga guild petualang yang di penuhi orang-orang.
"Ryouta kau mau kemana?"
"Mengambil hadiah dari misi sebelumnya."
"Kami ikut."
Disaat mereka masuk, aneh nya seperti di buka kan jalan oleh orang-orang namun di hadang oleh beberapa orang dengan tubuh kekar dan besar.
"Huh.. kenapa kejadian klise seperti ini selalu terjadi saat aku memasuki guild petualang, dimana pun itu."
"Jangan menghalangi ku." Ucap Arisa nyaring.
Namun itu di hiraukan saja oleh orang itu. Hingga Arisa mengeluarkan Lencana yang di berikan ibunya. Salah satu orang yang melihat itu terkejut.
"U..ular dan seorang wa...wanita.!?"
__ADS_1
"Maafkan ketidaksopanan kami yang mulia."
"Apa? Hei apa maksud mu, kenapa kau berlutut."
"Apakah kau tidak tahu bahwa lencana itu hanya di miliki dua orang, yaitu Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putri Arisa. Jika lencana itu asli maka itu terbuat dari material terkuat di dunia, yaitu Orichalcum."
"Blacksmith Arga tolong periksa ini."
"Hanya dengan melihat nya aku tahu itu asli."
Saat semua orang berdebat Ryouta mengambil hadiah dari misinya dan melangkah keluar lalu menunggu di pusat kota, karena tidak terlalu jauh dari Guild.
Sedangkan Starla kebingungan dan mengeluarkan Lencana yang di berikan Ayah nya.
"Apakah seperti ini? Aku juga mempunyai nya"
"Pe...pedang itu... Dua pedang. Masing-masing kerajaan memiliki lencana nya masing-masing dan itu adalah lencana dari kerajaan Servámon."
"Sepertinya kau dalam masalah besar anak muda." Kata Blacksmith yang tadi menilai lencana Arisa.
"Ada apa Vear?"
"Aku masih belum tahu apa kegunaan dari lencana yang di berikan orang tua kita. Aku juga mempunyai nya dan selalu ku simpan."
"Ba...bagaimana kalian bertiga bisa disini yang mulia, bukan kah terlalu berbahaya untuk kalian sebagai penerus kerajaan berkeliaran seperti ini?"
"Kami seorang petualang dan hanya mengikuti satu orang."
"Ryouta...."
"Tu....tunggu dimana dia."
Ryouta membuka pintu Guild dan berbicara sedikit lebih nyaring.
"Kalian terlalu lama."
"Heheh maafkan kami Ryouta."
"Arisa kau menunjukkan Lencana itu, apakah kau tahu apa kegunaan nya?"
__ADS_1
"Tidak, ibu hanya berkata tunjukkan lencana itu jika ada yang menghalangi mu."
"Clara kau melihatnya kan?"
"Benar sayang aku melihat nya. Disana ada Mana yang sangat kuat terkurung."
"Sebenarnya kegunaan lencana kalian adalah perisai untuk melindungi kerajaan, di masing masing kerajaan mempunyai 2 Lencana. Yang berarti semua terdapat 10. Para pendiri membuat lencana itu untuk melindungi masing masing kerajaan apa bila diserang oleh moster atau iblis yang sangat kuat, seperti 7 dosa besar, maupun Leviathan."
"Apakah kalian ingat apa yang ku katakan saat beberapa hari lalu tentang tempat pertemuan rahasia para Raja pertama."
"Tentu saja."
"Jika kalian menggabungkan semua lencana itu di tempat pertemuan itu maka lencana bukan hanya membuat perisai di satu kerajaan namun melindungi seluruh kerajaan dengan perisai nya."
"Bagaimana kau tahu itu semu Ryo?"
"Aku mempunya hak dan izin membaca semua arsip terlarang."
"Apa!? Tapi bagaimana."
"Kerajaan Pioggia setuju-setuju saja, ayah dan ibu kalian juga mengizinkan ku untuk menggunakannya. Sedangkan untuk kerajaan Aeras, Raja baru mereka berterima kasih dan menerima usulan dari 3 kerajaan lainnya."
"Luar biasa."
"Arsip itu terlarang. Karena itulah aku hanya memberikan sedikit. Dan tentang tempat itu kalian lah sebagai penerus selanjutnya untuk mencari keberadaan nya."
"Tunggu bukan kah raja selanjutnya dari Kerajaan Amora dan Servámon adalah kau."
"Benar bahkan ibu dan Paman Erza sudah menyetujui nya."
"Jadi itu tinggal Vear."
"Tidak, kalian harus tetap mencarinya juga. Tanpa bantuan Yuki dan Yumi."
"Kenapa kau tidak memperbolehkan mereka ikut?"
"Jika mereka ikut maka itu akan terlalu mudah, dan anggap saja ini sebagai sebuah latihan. Untuk meningkatkan kan kepintaran kalian yang bodoh itu."
"Aku yakin Yuki dan Yumi sudah mengetahui di mana tempat itu, saat aku berkata menyatukan di tempat itu. Benarkan?"
__ADS_1
"Kakak memang hebat."
_________________________________