
"Tidak tahu."
"Lalu?"
"Aku firasat ku mengatakan bahwa kakak akan pergi, jadi aku buru-buru kesini untuk ikut."
Percakapan adik kakak itu di dengar oleh Clara dan yang lainnya, saat mereka ingin ke aula.
_________________________________
"Kami ikut."
Ryouta dan Yumi lantas menengok ke arah mereka.
"Ikut apa?"tanya Yumi.
"Ikut Ryouta ke kerajaan Pioggia."
"Ck mengganggu saja, padahal aku ingin berduaan saja dengan kakak."Gerutu Yumi yang bisa di dengar oleh yang lain.
"Hei hei.. kakak mu itu juga milik ku." Seru Arisa.
"Kakak diantara kami semua siapa yang akan kau nikahi terlebih dahulu?"
"Hina."
__ADS_1
"Apa!? Lalu kami bagaimana?"
"Kalian saat bersamaan?"
"Maksudnya?"
Perdebatan adik Kakak itu berlangsung hingga di depan gerbang.
"Kalian apakah tidak membawa barang-barang?"
"Kami selalu membawa nya di Cincin Ruang."
"Lalu Vear apakah kau akan ikut?"
"Baiklah kami pergi dulu."
Mereka pergi dengan kereta kuda, karena mereka tidak ingin cepat-cepat sampai. Kuda pun di beri Buff agar tidak kelelahan, namun mereka juga butuh istirahat agar mental sang kuda tetap kuat.
"Ryo kenapa tidak menggunakan teleportasi saja?" Tanya Yuki
"Sistem teleportasi bekerja jika aku sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Jadi aku tak bisa menggunakan nya ke kerajaan Pioggia karena aku tak pernah mengunjungi tempat nya."
"Lalu?"
"Penanda teleportasi bukan hanya jika aku berjalan disitu maka hanya di situ lah tempat yang bisa ku datangi tetapi ketika aku datang ke sebuah daerah, maka Otomatis penanda membuat ruang lingkup yang Luas bahkan mungkin melebih 1 ibu kota. Karena itulah jika aku datang ke sebuah kota 1 lalu pergi ke kota 2 maka aku bisa berteleportasi ke sudut kota 1 walau aku tak pernah menyisir daerah sudut tersebut, karena penanda tersebut bagaikan kubah tak terlihat yang melapisi sebuah kota." Jelas Ryouta
__ADS_1
"Kenapa tidak terbang saja?"
"Itu menghabiskan banyak Mana."
"Cih bilang saja kau tidak ingin cepat-cepat sampai."
"Begitulah kalian harus berlatih walau sedang di perjalanan."
"Berlatih apa?" Tanya Yumi
"Kembangkan kemampuan, sebagai contoh lihat ini."
Terlihat Ryouta sedang membuat bola yang terbuat dari Mana, setelah yang lain mengangguk tiba-tiba Bola Mana itu mengecil.
Aku melemparkan bola Mana tersebut ke arah pepohonan, yang terjadi terlihat pohon itu dan pohon di belakang nya berlubang. Aku kembali membuat bola Mana sebagai perbandingan tetapi tidak ku perkecil, setelah itu aku melemparkannya ke pohon lain. Yang terjadi Bola Mana itu menumbangkan 1 pohon.
"Bisa di lihat bola Mana yang kedua memang memiliki area luas untuk sebuah serangan bahkan bisa menumbangkan pohon itu tetapi lihat Bola Mana yang kedua walaupun pohon tersebut tidak tumbang tetapi bisa menembus nya bahkan yang di belakang nya pun juga menerima dampak tersebut. Ini ku sebut dengan Pengompresan Mana, dimana bola Mana yang ku buat di tekan menjadi seukuran kelerang agar dampak kerusakan berkumpul di satu titik." Jelas Ryouta
"Seperti biasa mudah di pahami." Kata Arisa
Pelatihan dimulai, keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan lagi sambil berlatih semua orang berusaha bahkan Lisa dan Sina. Seperti biasa Clara mempunyai kontrol sihir yang sangat bagus ditambah dengan kejeniusannya sebagai pemikir, dia sangat pantas menjadi pengatur dan perencana saat perang.
Di hari pertama hanya berjalan seperti biasa nya membosankan mungkin itu yang bisa aku ucapkan, karena hanya mendengar rintihan dan rengekan dari anak-anak. Aku sangat terbantu oleh Clara karena dia telah menyelesaikannya lebih dulu jadi dialah yang menemani ku berbicara dan juga dia orang yang penuh kasih sayang setelah benar-benar kuamati.
_________________________________
__ADS_1