
perhatian ini bakal Gore/sejenisnya jadi bagi yang gak kuat skip aja, kalau gak tau Gore Search aja dulu.
-----------------------------------
"Hei kak apakah kau tak bergabung dengan mereka?"
"Aku tak terlalu suka keramaian jadi aku mengasingkan diri."
"Kak bisa kah aku ikut denglan mu?"
"Ikut kemana?"
___________________________________
"Kemana saja, aku ingin lebih kuat dan melindungi seseorang."
"Hmm anak kepala desa ya."
"Ba...ba..bagaimana kau tahu?"
"Kau tinggal di rumah kepala desa namun kau tidak ada kemiripan apa pun dengan nya, berarti kau bukan anak nya juga kau pasti berteman dengan putri nya dan rasa suka kian muncul seiring waktu. Kau harus melatih otak mu dengan keadaan sekita mu, agar tidak mudah tuk di bohongi."
"Baik, lalu bisakah aku ikut dengan mu?"
"Aku akan membawamu beberapa hari saja sampai masalah Kerajaan Amora selesai dan Ratu kembali ke Istana, aku akan melatih mu."
"Kenapa aku tak bisa lebih lama lagi?"
"Karena kau harus menjaga nya."
Aku melihat anak kepala desa dan Anak itu mengikuti pandangan ku.
"Baiklah ambil ini dan gunakan, jangan dilepas sampai kau sudah merasa itu sangat ringan."
__ADS_1
Aku memberikan pemberat seperti Lisa. Sekarang aku memakai Dua pemberat dengan berat 25 Kilogram.
"Kak ini sangat berat."
"Nanti juga terbiasa, sekarang coba lah keluarkan sihir mu."
Dia lalu mengeluarkan sihir nya dan aku melihat dia mempunyai sihir tanah. Aku sengaja agar tidak melatih nya untuk bisa semua Elemen, agar berjaga - jaga di masa depan.
Aku mengajari nya membuat Armor batu dan jarum Tanah. Saat bocah itu berlatih aku berjalan mendekati mendekati Yuki dan lainnya.
___________________________________
YUKI POV
Aku, Starla, Clara, Iris dan Arisa sedang berbicara dengan para warga desa, lalu aku melihat Ryouta menghampiri kami.
"Ryo bergabung lah dengan kami."
Dia hanya mengangguk lalu duduk di disebelah ku dan Lisa. Tak lama kemudian datang beberapa pria yang katanya adalah orang yang bersikap layaknya bandit, para orang orang desa menatap mereka sinis. Mereka berjalan ke arah kami.
Dia mencoba mengusir Ryouta tetapi Ryouta hanya diam. Saat dia ingin memukul Ryouta. Dia menghilang dan Ryouta sudah berada di samping ku dengan tudung terbuka.
"Hei kau tak pantas bersama gadis -gadis cantik ini, pergilah."
"Hoi.. kubilang pergi apakah kah menggoda mereka seperti ibumu menggoda pria hidung belang?"
Aku terkejut mendengar perkataan nya, karena Ryouta sangat Sensitive mendengar jika orang tua nya dihina.
"Clara, Starla, Iris, Arisa, Lisa cepat tahan Ryouta."
Mereka tak tahu apa yang terjadi tapi tetap melakukan nya dengan sigap.
"Ada apa Yuki?"
__ADS_1
"Mungkin Ryouta akan mengamuk."
Lalu setelah itu Mata Ryouta mengeluarkan kilatan seperti petir berwarna hitam dan tak kunjung berhenti. Mereka yang memegangi Ryouta berusaha menahan ketakutannya. Karena itu pertama kalinya untuk mereka dan Diriku untuk kedua kalinya melihat Ryouta sangat marah.
di dunia sebelum nya tak seperti ini, tapi sekarang kilatan hitam seperti petir yang keluar dari mata hitam nya dan hawa membunuh yang sangat pekat. Membuat siapa pun ketakutan, aku mendengar dia berbicara.
"Apa yang kau tahu tentang diriku hah dan apa yang kau katakan tadi."
Dengan suara nya yang berat, suara Ryouta bagaikan petir, karena semua orang menjadi diam, dengan gemetar sekelompok pria tadi terdiam dan hanya orang yang memprovokasi Ryouta tadi masih berbicara dengan nada gemetar.
"Ku...ku bilang o..orang tua mu ja...******."
[FREEZE]
Setelah mengucapkan itu Ryouta berjalan maju. Kami yang menahan nya tak sanggup karena gemetar. Kami melihat Ryouta mendorong laki laki itu jatuh dengan badan yang masih tak bergerak.
Disitu kami melihat Ryouta mengeluarkan pedang nya dan dia memotong- tidak dia tidak memotong namun mengiris orang itu. Dimulai dari jari kaki sampai paha lalu melakukan hal yang sama kepada tangan orang itu. Setelah selesai dia menyembuhkannya dengan [Recovery] dan mengulangi hal yang sama beberapa kali.
"Ahh Sakit, sakit, sakit, sakit Aghh"
"Berhenti lepas kan aku, Aghhh"
Ryouta terus mengiris hingga dia memotong dan menusuk - nusuk bola mata nya dan juga hidung nya lalu menyembuhkannya lagi dengan [Recovery]
"Arghhh kumohon berhenti."
"Tidak, tidak, tidak ini menyakitka- Arghhh."
Ryouta juga sempat memotong perut nya lalu menyembuhkannya lagi.
Suara jeritan kesakitan dan minta tolong terdengar ke segala penjuru namun Ryouta hanya diam tak mendengarkan.
Banyak orang yang melihat itu muntah, pingsan bahkan berlari ketakutan. Kami berenam melihat senyum puas saat Ryouta menyiksa orang itu. Kami mencoba mendekati Ryouta
__ADS_1
___________________________________
*kuroo akhirnya puas juga. hehe