
Ryouta mengulurkan tangan nya ke tubuh Lena dan luka-luka Lena pun menutup.
"Maafkan ak,u Ini tidak bisa menyembuhkan sayap mu."
"Terima kasih, tapi bukan kah tadi sihir cahaya? Bagaimana aku bisa sembuh dengan sihir penyembuhan itu aku adalah iblis?"
"Bukan, aku hanya mengalirkan Mana ke tubuh mu."
"Ah..? Bagaimana Mammon?"
"Tenang saja kau lihat pelindung itu. Itu takkan bisa di tembus bahkan dengan sihir sekalipun."
_________________________________
*Syuut....
"Argh...."
Tangan Sang Raja Iblis itu pun terjatuh. Terlihat dari jauh seorang pria dengan rambut hitam nya berjalan menghampiri iblis itu. Sang iblis pun juga sudah kehilangan kedua tangan nya, terlihat Ryouta melemparkan sebuah batu dan itu membuat sang iblis pingsan.
..........
1 jam berlalu Mammon kembali ke kesadaran nya namun mulut nya tersumpal oleh batu.
"Aku mengulur waktu untuk membunuh mu. Maafkan saja, Lena atau kau bisa panggil sebagai Asmodeus mengatakan kepada ku bahwa apabila salah satu Raja Iblis mati maka yang lain nya akan mengetahui kematiannya. Tentu saja aku takkan membiarkan mu membuat semua rencana ku berantakan, oh benar aku tentu saja tidak membiarkan mu bunuh diri juga."
Disisi lain
"Gawat kenapa bisa jadi seperti ini."
"Kau kira aku tahu hah. Aku juga bertanya-tanya kenapa banyak sekali Iblis disini bahkan kita terdesak disini."
"Yuki, Starla, Lisa, Arisa gunakan [Death Rain] sedangkan Iris kau buat pelindung besar, Sina, dan Yumi buat pelindung di sekeliling kita."
"Baik." Jawab mereka semua.
[Death Rain]
[Pentagon of Confinement]
[Aegis]
"Kakak untuk apa kita membuat pelindung?" Tanya Starla
"Benar Clara? Bukan kah sihir takkan berdampak kepada penggunanya?"
"Coba kalian pikirkan dampak kerusakan dari sihir kalian. Karena itu Clara menyuruh ku membuat pelindung ini dan juga bisa di gunakan sebagai penjara agar para iblis itu tak bisa keluar, yang kulihat Clara akan menggunakan sihir juga."
"Terima kasih Iris untuk penjelasannya."
"Sama-sama."
[Meteor Elemental]
__ADS_1
*Boom....
*Boom....
*Duar....
"Wow kekuatan yang luar biasa."kagum Arisa
"Benar bahkan area ini sudah tak rata dengan tanah lagi hihihi, dia berkata sebelumnya tentang dampak kerusakan sihir yang kita keluarkan tapi lihat."
"Apakah kau mengejek ku Iris?"
"Bercanda."
"Lanjutkan perjalanan, kita harus cepat menjemput Ryouta ketika sampai disana." Kata Yuki
"Baik."
"Hei-hei aku khawatir dengan kakak."
"Begitu juga dengan ku Yumi."sahut Arisa
"Tenang saja, raja iblis seperti itu bukan lah lawan Ryouta, benarkan Iris."
"Yah keyakinan ku persis seperti mu Clara."
"Kalian sungguh mempunyai keyakinan kepada Tuan." Kata-kata datar dari Sina tersebut di tanggapi oleh Yuki.
"Tanyakan pada Clara."
"Kak Clara?" Starla menimpalinya
"Mudah nya Mana yang di keluarkan Ryouta lebih besar dari Lena."
"Hah Lena? Apa hubungannya dengan Lena. Kenapa kakak berbelit-belit sekali."
"Kau saja yang bodoh Starla. Dari Mana yang kulihat pada Lena, Mana itu lebih besar dari jendral Iblis, yang berarti Lena adalah salah satu Raja Iblis. Seperti yang ku bilang tadi Mana Ryouta lebih besar dari Lena. Oh mungkin ada yang salah paham tentang kenapa aku berkata Lena adalah Iblis, pada dasar nya warna Mana yang di keluarkan manusia dan iblis itu berbeda." Jelas Clara
"Hah Iblis punya Mana?"
Clara dan Yuki menepuk dahi nya melihat kebodohan Starla.
"Jika Iblis tidak punya Mana, bagaimana dia bisa mengeluarkan sihir. Baiklah akan ku lanjutkan, warna dari Mana pada manusia pada umum nya berwarna biru sedangkan iblis mempunyai warna Mana merah gelap tetapi ada juga Manusia yang memiliki Mana berwarna biru terang hampir seperti warna putih. Contoh nya seperti Ryouta para Grandmaster sihir dan para petinggidari menara sihir " Lanjut Clara.
"Wow...!"
"Ada apa-ada apa?"
"Kita sudah sampai." Jawab Arisa dengan wajah datar, setelah mengagetkan yang lain dengan kekagumannya.
"Menyebalkan, lebih baik kita langsung pergi ke istana."kata Yuki
"Ya kita pergi." Di susul oleh Starla dan yang lainnya."
__ADS_1
"Hei... Hei... Apakah kalian tega meninggalkan kan ku."
"Kau terlalu lambat Arisa."
Mereka bergegas ke istana untuk menggambil dua lencana yang di miliki oleh kerajaan Pioggia.
POV RYOUTA
Ryouta mengeluarkan batu yang di mulut sang Iblis agar dia bisa berbicara dan mengorek sedikit informasi
"Yaaa aku tak menyangka salah satu Raja Iblis datang sendiri kepada ku."
"Sialan, niat ku hanya ingin membunuh Asmodeus namun yang terjadi seperti ini. Hei hei hei jika kau membunuh ku maka Iblis lain akan tahu di mana lokasi ku dan juga dari awal aku datang para pasukan ku tidak ada di dalam pelindung ini, jadi kau tidak akan tahu apakah orang-orang mu masih hidup. Ha ha ha."
"Kau terlalu meremehkan mereka. Oh aku ingin bertanya, apakah Tuan mu akan pergi ke Dunia atas?" Tanya ku.
"Anu tuan, bagaimana kau tahu tentang Dunia atas? Bukan kah seharusnya cerita tentang dunia atas sudah hilang di telan zaman."
"Oh Lena, ternyata kau juga tahu. Sebuah sejarah tidak akan hilang jika menjadi sebuah catatan tetapi mungkin saja hancur jika tidak di perlakukan dengan baik. Jadi catatan-catatan itu di simpan dengan baik dan kebetulan aku membaca nya."
Aku terkejut ketika sebuah gerbang terbuka di belakang ku.
*Cough...
"1,2,3 Kakak! kami sudah mendapatkannya."
Aku sudah terkejut karena ada [Gate] muncul tiba-tiba dan sekarang Yumi berteriak tepat di samping telinga ku hingga telinga ku sakit di buat nya.
RedNight
[Sword Enchant]
"Letakkan elemen[Cahaya], Letakkan Elemen[Angin]"
[Slash]
Kepala sang Iblis menggelinding tepat di depan Lena berdiri.
"Kau pantas mendapatkannya."kata Lena sini dan menendang kepala itu.
"Hei-hei kenapa kau tendang, aku ingin mengambil tanduk nya untuk menjadikan bahan membuat senjata."
"Ah maaf tuan maaf aku terbawa suasana."
"Tidak apa-apa. Baiklah kita akan pergi sekarang."
[Gate]
Setelah memasuki Gate.
"Ryouta bukan kah ini...
_________________________________
__ADS_1