
"Berani nya kau memukul ku nak siapa yang mengizinkan mu hah."
"Aku! Lalu kau mau apa sayang? Ryouta jika kau ingin memukul nya lakukan saja."
"Salam yang mulia Ratu."
"Kenapa kau begitu sopan kepada ku calon menantu."
"Karena yang mulia memiliki kekuasaan yang lebih besar dari pada paman-paman ini."
"Aku hanya bercanda paman."
"Kau memang bercanda tapi pukulan mu tidak."
___________________________________
"Baiklah kalian memperkenalkan diri dulu, aku ingin berjalan-jalan sendiri."
Saat Yuki ingin berbicara Ryouta menghilang. Sebenarnya Ryouta pergi ke perpustakaan kerajaan. Untuk mengetahui sesuatu yang lebih tentang dunia ini.
Dan dia tidak menemukan apa pun setelah lama mencari pun juga tidak ada jadi Ryouta memutuskan untuk kembali ke tempat yang lainnya.
Disaat kembali dia melihat para pelayan mengantarkan makanan ke ruang makan jadi Ryouta mengikuti nya.
Sesampainya di tempat tujuan mereka sudah melihat semua orang sudah berkumpul di tempat nya masing-masing. Disana tidak ada yang sadar sebelum Ryouta sendiri yang berbicara.
"Apakah tidak ada tempat bagi ku?"
"Tentu saja ada."
Starla menunjuk kursi yang berseberangan dengan ayah nya. Di saat makan tidak ada percakapan sedikit pun sampai saat semua orang menyelesaikan.
"Nak Ryouta kemana saja kau pergi?" Tanya Raja Erza memulai pembicaraan.
"Aku hanya pergi ke perpustakaan."
"Hm..? Untuk apa lagi kau pergi kesana, bukan kah kau sudah mengetahui tentang dunia ini?"
"Aku ingin mengetahui apa yang di sembunyikan dunia ini."
__ADS_1
"Kalian para pahlawan, aku ingin bertanya tentang nama dunia ini. Kalian tahu bahasa apa yang di gunakan dalam penamaan dunia ini kan?"
"Ya tentu saja, bukan kah bahasa Inggris. Lalu apa yang aneh?"
"Apa kalian tidak merasakan nama skill, sihir maupun yang lainnya menggunakan bahasa yang sama bahkan tidak sedikit yang menggunakan bahasa yang lain berasal dari bumi."
"Tunggu kenapa aku baru sadar."
"Ingat bahasa apa yang sering di gunakan di buku-buku sihir?"
"Sebentar aku membawa 1 buku yang kubeli."
"Apa!? I...in..ini bahasa Latin kenapa aku baru menyadari nya sekarang."
"Tapi yang aku pikirkan bahwa dunia ini di beri nama oleh para pahlawan terdahulu dengan bahasa Inggris dengan arti Dunia Luar, namun Dunia Luar yang di maksud bukan lah hal yang sama."
"Apa yang kau bicarakan kakak, apa maksud mu bukan hal yang sama, coba jelaskan dengan jelas."
"Maaf saja aku bahkan tidak menemukan apa pun di buku-buku ini."
"Tapi paman apakah kau tahu tentang para High?"
Ryouta tak sengaja melihat wajah Ratu dan itu membuat nya bertanya.
"Yang mulia Ratu apakah kau tahu tentang mereka?"
"Aku sedikit tahu, tetapi juga tidak benar-benar tahu. Nenek ku pernah bercerita saat dia muda terjadi perang antar pemimpin Ras melawan Devil God yang menghancurkan beberapa tatanan dunia ini dan konon para pemimpin Ras itu sudah mencapai tingkat High."
"Sudah kuduga, bahwa dunia ini terbagi beberapa tingkatan dan kita berada di tengah semuanya, karena itu aku harus menjadi lebih kuat lagi. Apakah kalian tahu ke tujuh Raja iblis melakukan penyerangan habis-habisan ke setiap kerajaan agar mereka bisa menghidupkan Devil God lagi tanpa di ganggu seperti para pahlawan sebelum kita."
"Apa yang kau katakan!? Menghidupkan Devil God lagi!? Tapi bagaimana kau tahu Nak?"
"Seperti apa dikatakan Yang Mulia Ratu bahwa tatanan dunia ini memang pernah hancur tapi itu semua takkan pernah berhenti dan akan terjadi pengulangan yang sama, tapi itu hanya akan berlaku kepada ras iblis karena hanya Ras iblis dan beberapa ras lainya yang tatanan nya rusak karena pertarungan antar pemimpin itu."
"Apa yang akan terjadi jika tatanan untuk iblis yang rusak terus berlanjut?"
"Ras iblis akan menyerang untuk membangkitkan Devil God dan Devil God akan kalah atau menang jika ras iblis kalah itu akan terus berulang hingga tatanan di susun ulang tapi jika mereka menang para manusia akan melakukan pemanggilan paksa seperti kita."
"Itulah yang aku simpulkan saat membaca buku di perpustakaan."
__ADS_1
"Bukan kah itu akan gawat lalu bagaimana mengatasi nya?"
"Aku tak tahu bagaimana tapi aku punya cara untuk sedikit membantu walau ini punya resiko besar."
"Katakan Nak Ryouta."
"Jangan bedakan pekerjaan untuk siapa pun. Yang ku maksud adalah para rakyat jelata juga boleh menjadi bagian penting dari kerajaan tapi tetap saja para bangsawan lain yang tidak mejalankan tugas nya dengan baik akan di turunkan begitu juga untuk para rakyat jelata, jika mereka bekerja dengan baik pangkat di bidang pemerintahan mereka di naikkan tapi tidak untuk status mereka."
"Bukan kah itu tidak adil?"
"Jika begitu bisa membuat pemberontakan tidak terjadi lakukan saja. Namun itu kembali ke tangan paman."
"Jenius."
"Terlalu pintar."
"Apakah ini orang termalas di kelas itu?"
"Kakak! Siapa kau sebenarnya?"
"Apakah kalian tahu tentang Black Mask."
"Organisasi yang menghancurkan lebih dari 50 organisasi Mafia di seluruh dunia."
"Hm.. tapi kami juga bekerja sama dengan F*I C*A dan P*B tapi aku berhenti saat memasuki sekolah menengah atas."
"Kenapa aku tidak tahu? Dan sejak kapan kakak ikut organisasi itu juga.... Bukankah kakak terlalu muda?"
"Yah saat kematian orang tua kita dan saat itu umur ku hanyalah anak berumur 9 tahun."
Orang orang yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa setelah tahu tentang Ryouta sebenarnya bahkan sang adik saja tidak pernah tahu dan seberapa kaget nya mereka jika anak umur 9 tahun sudah menjadi anggota dari Mafia.
"Boleh aku bertanya apa itu Mafia?" Dengan wajah bodoh nya sang Raja bertanya.
"Yang mulia biarkan aku menjelaskan nya sedikit tentang Mafia. Yang aku tahu mafia adalah organisasi pembunuh yang di segani namun juga bersifat rahasia dari khalayak ramai namun tidak sedikit juga yang bekerja sama dengan para organisasi yang menjaga keamanan dunia."
Semua orang melihat Yuki sedang berbicara sedangkan Ryouta terus memegang telinga nya dan bergumam tidak jelas hingga dia berkata.
"Agartha."
__ADS_1
___________________________________