Eternal World

Eternal World
17


__ADS_3

[Death Rain]


hujan tombak dari berbagai Elemen menembus tubuh para Moster dan terbunuh seketika. Semua orang membeku melihat itu serangan yang lebih hebat dari pada penampakan ribuan moster mati seketika yang sebelumnya.


__________________________________


Setelah melepaskan serangan itu Ryouta pun pingsan dan Clara yang melihat itu membawaku pergi menjauh dari mereka, sebelum disadari siapa pun.


"Akhirnya kita menang kakak? Kakak? Bukan kah dia sebelum nya ada ada disiini?"


__________________________________


CLARA POV


Aku melihat Ryouta pingsan lalu membawa nya pergi ke kamar nya untuk merebahkan nya. Aku mencoba memeriksa nya ternyata dia hanya kehabisan mana, lalu aku memasukkan sedikit mana ku ke dalam tubuh nya.


Selang beberepa hari Ryouta belum kunjung sadar sedangkan Aku, Staral dan Yuki selalu bergantian memasukkan sedikit demi sedikit mana, dan berharap agar dia bangun lebih cepat.


~Seminggu Berlalu~


Di sela sela latihan ku aku juga melatih Lisa untuk bertarung dan Starla melatih nya untuk menggunakan sihir.


___________________________________


STARLA POV


Sejak kedatangan Ryouta kemampuan sihir ku makin berkembang karena pelatihan yang di berikan dan juga aku baru sadar orang yang kami lindungi di sela sela perang adalah Ryouta, aku sadar saat hujan tombak itu mengenai para moster.


Semua tombak itu merupakan Sihir Elemen dan itu mencakup semua Elemen yang ada, dan aku cuma tahu satu orang yang bisa menggunakan semua Elemen yaitu Ryouta.


Bahkan dalam sejarah sekali pun tidak ada yang bisa melakukan sepertinya. Sekarang aku sedang berlatih dan juga melatih Lisa dan Yuki tentang sihir, dia sangat berbakat dalam hal bertarung Sihir maupun Pedang.

__ADS_1


__________________________________


Yuki POV


Perang yang melelahkan telah berlalu dan Ryouta belum kunjung sadar, Aku selalu berlatih pedang dengan jendral Luna bersama yang lainnya dan juga belajar Sihir dengan Starla yang menjadi guru nya.


Saat perang aku menyadari bahwa orang yang memakai topeng hitam itu adalah Ryouta karena aku sempat melihat orang bertopeng itu menakai Seni Pedang yang hanya bisa di gunakan oleh Ryouta.


Aku tidak percaya orang yang di panggil bersama ku ke dunia ini dan dia bukan salah satu pahlawan, sangat lah kuat yang tidak ku sadar di dunia sebelumnya. Dia adalah teman masa kecil ku dan juga orang yang ku sukai sampai sekarang.


Aku terpikir kan kata - kata Ryouta yang dulu untuk pergi dan berpetualang, jika Ryouta pergi aku harus ikut denganya tidak peduli tentang apa pun aku akan mengikutinya.


___________________________________


NORMAL POV


Keesokan hari nya Clara sampai ke ruangan Raja Erza, saat ingin berbicara Starla masuk dan berdiri disamping Clara, lalu ketika Raja Erza ingin berbicara, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu lalu Raja mempersilahkan nya masuk.


"Baiklah apa yang kalian ingin katakan?"


"Biarkan Saya mengikuti Ryouta berpetualang!"


"Biarkan aku ikut Ryouta berpetualang!"


"Apakah ibu sudah mengizinkan aku untuk berpetualang dengan Ryouta?"


Raja terkejut mendengar itu semua.


"Tapi siapa yang akan menjaga kalian nanti?"


"Ryouta akan menjaga kami, dan juga dia adalah orang yang berjasa yang membunuh Ribuan moster saat perang terjadi."

__ADS_1


Ucap mereka bersamaan.


"Apa?! Kalau begitu kita harus memberikan nya penghargaan."


Raja terkejut dan ingin segera pergi untuk mengumumkankannya, namun mereka mengahalangi nya.


"Ayah aku yakin Ryouta tak menyukai nya, dia bersusah payah menutupi identitas nya dan menggunakan topeng"


"Ryouta pasti tak menyukai nya yang mulia."


"Apa yang di katakan kakak dan Yuki itu benar Ayah, Ryouta bukan orang yang suka ketika dia mempunyai popularitas."


Raja yang mendengar itu pun terkejut dan tersenyum lalu berkata.


"Hmm Calon Raja yang tidak serakah."


Disis lain Lisa sedang tertidur di samping Ryouta, dia terusik saat merasa ada yang bergerak dan ketika dia bangun dan membuka mata, alangkah terkejut nya dia melihat Ryouta mengusap kepala nya.


"Tuan...tuan...tuan kenapa kau lama sekali bangun!?"


Lisa menangis dan memeluk ku saat dia bangun.


"Lisa berapa lama aku pingsan?" tanyaku.


"Tuan..Hik anda pingsan selama Dua minggu dan itu sangat lama."


Persiapan ku pergi untuk berpetulaang tinggal sekitar 2 sampai 3 bulan hingga aku pergi meninggalkan ibu kota.


___________________________________


*sibuk banget beberapa hari ini😧

__ADS_1


__ADS_2