
"Baiklah, aku ingin bertanya. Dimana kalian sekarang."
"Aku tak bisa menjawab namun aku sedikit memberi petunjuk. Atas. Aku hanya bisa mengatakan itu."
"Semua menjadi mungkin bahwa mereka masih hidup."
"Tentu saja ada. Para petinggi iblis saja sudah tahu tentang dunia atas. Bahkan mereka (Para Raja) saja sudah pergi ke sana."
_________________________________
"Kalian bawalah para Raja kesini secepatnya, dan aku akan menemui Vear dan melihat perkembangan apa saja yang di dapatkan oleh orang-orang yang di latihnya."
"Baik!"
"Baiklah silahkan pergi."
[Teleport]
Sesampainya di sana, aku bergegas menemui Vear dan para pahlawan yang di panggil.
"Baiklah kali ini kalian sangat di butuhkan untuk pep Buerangan melawan Iblis. Jadi siapkan Mental kalian!"
"B..baik"
"Bagus tidak ada yang bertanya."
"Tentu saja Vear, karena kau berteriak sekencang itu, mereka mungkin takut dengan mu."
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Vear
"Apa yang ku lakukan disini?"
"Kenapa kau malah bertanya balik!?"
"Bertanya balik?"
"Lupakan-lupakan sebaiknya kau menemui ayah mu terlebih dahulu."
"Apa? Ayah ku?"
"Iya.... Jika kau ingin bertemu ayahmu, carilah Starla dan Paman Erza. Katakan jika kau ingin bertemu ayah mu."
"Baik baik. Tapi mereka?"
"Aku saja yang mengurus mereka, kau Vear pergi saja."
"Kau mengusir ku."
Seperginya Vear, Ryouta mulai berbicara.
"Kalian pergi kelilingi Kerajaan ini sebanyak 20 kali."
__ADS_1
Wajah mereka membeku dalam kengerian.
"Hei... Bahkan Ryouta lebih mengerikan dari pada pangeran Vear."
"Tunggu apa lagi, cepat!"
"Baik."
1 jam berlalu namun mereka masih belum selesai. Disisi lain di depan Meja berbentuk bundar terdapat 4 orang sedang kebingungan, mereka adalah pemimpin dari berbagai kerajaan lalu datang beberapa orang dia adalah Raja Erza yang juga kebingungan.
"Ayah?"
"Vear? Apa yang kau lakukan disini?"
"Ryouta berkata jika aku ingin menemui Ayah, aku disuruh menemui Paman dan Starla." Ucap Vear
"Baiklah, jika sudah berkumpul kalian bisa berjalan-jalan terlebih dahulu."
"Tetapi kami tidak tahu tempat apa ini?" Tanya sang Ratu dari kerajaan Pioggia.
"Karena itu kami menyuruh kalian berjalan-jalan agar kalian tahu ini tempat apa." Jelas Starla.
Pembicaraan beralih ke Starla dan Yuki setelah para Raja dan Ratu itu pergi.
"Kenapa lama sekali kau otak kecil" ejek Yuki
"Aku juga harus membawa ibu dan kakek ku tentu saja lama. Sedangkan kalian membawa masing-masing 2 orang. Apa kau mengerti nenek?"
"Tidak!"
"Tidak!"
"Hm... Coba katakan sekali lagi."
"Tidak-tidak."
Tempat Ryouta berada.
Para pahlawan tadi telah selesai dengan latihan-latihan yang di berikan Ryouta.
"Baiklah sekarang aku akan memberikan kalian kerja lapangan dengan turun langsung membunuh Iblis."
"Tapi bukan kah setelah muncul pelindung ini, tidak akan ada lagi para iblis masuk?"
"Memang benar, namun bagaimana dengan para iblis yang sudah sedari awal berada di dalam nya?"
"Ahh tentu saja mereka takkan bisa keluar."
"Baik [Teleport]."
"Ka... Kami bahkan belum bersiap-siap bagiamana kami-
__ADS_1
"Cepatlah, apa kalian ingin mati?"
Aku melihat kemampuan mereka sudah cukup bagus, apa itu karena Vear yang melatihnya atau itu bakat mereka, aku juga tidak tahu. Yang pasti mereka bisa menyadari kemampuan mereka sendiri yang membuat mereka bisa memaksimalkan nya.
"Penyihir pendek disana, berikan penyembuhan Area pada mereka." Suruh Ryouta.
"Ba..baik."
"Penyihir yang lain berikan [Haste] pada penyerang."
"Baik."
Bukan hanya para iblis namun moster sekitar seperti goblin dan juga Serigala tanduk satu ikut mendekat dan masuk ke pertarungan.
"Kalian! Apakah ada seorang summoner diantara kalian?" Tanya Ryouta
"A.. aku."
"Kemarilah."
"Beritahu mantra pemanggil mu."
"Baik. Wahai roh, wujud kan dirimu, atas kehendak mu, atas pikiran mu datanglah."
Muncul sebuah Ular hitam dengan Tanduk putih dari sebuah manifestasi roh sebelum nya.
"Lumayan sekarang kau ikuti mantra yang aku ucapkan."
"Sang Bumi penguasa yang berada di bawah datanglah engkau atas ke hendak ku, lihatlah aku dan dengarkan panggilan ku. [Summon]"
Muncul Roh yang berwujud manusia mengitari sang penyihir.
"Kak Ryouta dia?"
"Oh ternyata kau teman Yumi? Kau bisa memanggilnya Gnome."
"Hei kau asal menyebutkan ku." Marah sang Roh
"Aku pernah membaca tentang Summoning di sebuah buku dan disebut kan. Roh wanita sang pengendali tanah, sang Ratu Bumi salah satu pemimpin dari 5 Elemen."
"Buku apa yang kau baca itu kenapa menjijikkan sekali bahasa nya." Marah sang Roh.
"Ingat nama ku Gaia. Ibu dari Dunia."
"Hm.... Nona. Maukah kau melakukan kontrak dengan ku?"
"Ohh... Kau wanita yang sopan. Baiklah, kontrak darah."
Setelah melakukan Kontrak darah mereka kembali bertarung namun kekuatan mereka sekarang bertambah berkat adanya sang Roh Agung yang membantu mereka.
_________________________________
__ADS_1