
Mereka terkagum dengan apa yang mereka lihat, tetapi berbeda dengan Yumi dia tiba-tiba merasa sakit kepala. Di tengah-tengah kekhawatiran itu Ryouta berbicara dengan dirinya yang lain.
"Seperti nya Yumi akan mendapatkan ingatan nya yang sempat terhapus."MB
"Benarkah?" Seru nya dengan senang.
"Sepertinya? kau keluarlah, aku sangat lelah."
_________________________________
"Kak Shiro."
"Shiro?"
"Halo-halo apakah kau sudah mengingat nya Yumi?"
"Ya.. kak Shiro sudah lama sekali."
"Ho ho ho begitulah adik manis ku. Ck dia membuat ku menjadi tidak terbiasa dengan tubuh ini."
"Hehehe aku tidak tahu kenapa bisa melupakan kakak?"
"Hoo... itu karena Ryouta, ada sesuatu yang tidak boleh kau lihat saat itu, dan dia memintaku untuk menghapuskan tentang itu namun ingatan mu tentang ku juga terhapus.... Hihihi aku ceroboh."
"Lalu kenapa tidak di kembalikan saja?"
"Aku, Kuro dan Ryouta bagaikan Putih, hitam dan Abu-abu, jika kekuatan ku adalah menghilangkan kan ingatan seseorang, maka yang bisa mengembalikannya adalah Kuro, sedangkan Ryouta adalah yang terkuat dari kami karena dia adalah yang memisahkan kami. Yah awal nya kami hanya bagian dari dirinya yaitu sang Abu-abu. Namun aku tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke alam bawah sadar nya semaunya sendiri lalu membuat kami."
"Aku tak mengerti."
"Tentu saja itu sulit di mengerti, karena itu bukan lah hal yang umum dan juga sulit di lakukan bahkan untuk para psikolog sekali pun."
"Aku ingin ingatan itu di kembalikan."
"ingatan apa? aku tak mengerti?"
"kau kira aku tak tahu, bahwa masih ada sesuatu yang hilang dalam diriku.
"Sepertinya jangan."
"Kenapa!? Bukan kah sudah waktunya. Hanya karena dulu aku seorang anak kecil bukan berarti dengan beranjak nya diriku dewasa tidak boleh untuk tahu."
"Huh... Baiklah aku akan meminta izin pada Ryouta dan akan memanggil Kuro."
Ricky, Vear dan para wanita tidak tahu harus berbicara apa setelah melihat hal yang tidak biasa, seolah-olah sebuah sihir telah kalah dengan sebuah Ilmu pengetahuan. Hal yang tidak terpikirkan oleh mereka, hal yang di luar akal sehat.
"Yumi apa itu tadi?"
"Hm.... Apa? Bukan kah kalian lihat itu adalah kakak?"
"Iya.... Iya... Aku tahu tapi, siapa dia? Shiro?"
"Itu adalah salah satu kepribadian kakak."
"Kepribadian?"
__ADS_1
"Benar.... Kak Yuki bukan kah tadi sudah di jelaskan oleh kak Shiro?"
"Aku tak bisa berpikir."
Disisi lain di alam bawah sadar, Ryouta sedang tidur namun di panggil oleh Shiro.
"Nee..nee.."
"Ada apa? Aku lelah."
"Yumi meminta ingatan nya di kembalikan, bagiamana?"
"Kembalikan saja, aku sangat lelah jadi suruh si hitam saja."
"Aku kira kau akan marah dan tidak akan membiarkan nya."
"Sudah waktu nya dan dia juga sudah besar."
"Baiklah baiklah."
Shiro menghampiri Kuro dengan berjalan santai lalu mulai berlari dengan kencang ke arah nya.
"Yuuuuuuhuuuuuuu...."
*Bhuk.....
"Ka...kau bre**sek berani nya sialan."
"Ho..ho..ho."
"Ayo... Sini maju."
Beberapa pukulan terjadi antara si hitam dan putih namun hanya berselang beberapa detik.
"Kalian! Bisa diam apa tidak!"
"Maafkan kami, maafkan kami."
"Gawat, karena kau dia Marah. Itu karena kau."
"Kau yang salah sialan."
"Kalian!"
"Baik-baik maafkan kami."
Karena kemarahan Ryouta mereka ketakutan setengah mati.
"Nee.... Nee Katanya Yumi meminta ingatan nya kembali."
"Apakah tidak apa-apa? Apakah kau sudah meminta izin pada Ryouta"
"Sudah dan dia memperbolehkan nya."
"Baiklah aku keluar dulu, jangan membuat nya marah."
__ADS_1
"Kau kira aku berani hah.."
"Oke oke, tunggu saja akan ku panggil kau jika sudah selesai."
Yuki melihat Ryouta membuka matanya dan memanggil nya.
"Ryo?"
"Akh... Yuki ya dan..... Yumi."
"Cara bicara yang ramah ini dan senyum hangat itu? Kak Kuro?"
"Hiks.... Aku terharu, adik ku sangat mengingat ku."
"Hei hei... Aku baru saja mendapat kan ingatannya."
"Oh oh maaf maaf. Aku bukan Ryouta, aku Kuro..."
"Apa!?"
"Ya begitulah, dia ingin tidur dan kami tidak akan pernah berani mengusik nya."
"Kenapa." Tanya Yumi.
"Sebentar, rambut putih ini? Ck si anak nakal itu.... Ini bukan gaya ku."
Kuro merubah rambut dan matanya kembali hitam
"Nah..Inilah aku. Baiklah mendekat lah Yumi."
Kuro memegang kepala Yumi dan memasuki ke dalam ingatan nya, disana terdapat banyak portal dan terdapat 1 portal besar yang berarti itu adalah ingatan utama dari seseorang. Kuro masuk dan didalam nya ada banyak portal lain yang setiap portal mewakili ingatan orang-orang. Dia terus masuk kedalam dan menelusuri nya hingga terdapat sebuah portal yang tertutup oleh Es tembus pandang.
"Yosh.... Hancurlah!"
Kesadaran nya tertarik keluar, dan seketika Yumi memegang kepala nya dan hampir terjatuh jika Yuki dan Starla tidak menahan nya. Cukup lama hingga setelah selesai semua orang terkejut melihat bulir air mata dari Yumi bercucuran.
"Hiks.. Hiks.. kenapa? Kenapa!? Kenapa hal seperti ini disembunyikan oleh kalian?"
"Ryouta tidak ingin mental mu terluka dan gila. Aku ingin bertanya apa saja yang kau ingat?"
"Aku melihat ibu dan ayah di bunuh oleh orang-orang dari klan, juga aku melihat kakak mengamuk dan memotong mereka dengan kedua tangan nya bukan dengan pedang."
"Jika aku mengingat itu aku saja sangat takut, jika bukan kakek yang menghentikan nya maka klan Arazaki akan musnah dalam 1 malam."
"Sebenarnya nya Ryouta menciptakan kami untuk membagi kekuatan nya, aku dan Shiro memiliki 25% dari kekuatan awal kami sedangkan Ryouta memiliki 50%."
"Apakah tidak apa-apa menciptakan ekstensi seperti pemisahan kepribadian pada seseorang?" Tanya Yuki.
"Apakah kau merasa jika kami, aku dan Shiro lebih Ekspresif?"
"Benar, karena itu lah aku tidak terbiasa."
"Itu adalah bayaran nya. Hm... Aku tak bisa mengatakan seperti itu karena itu adalah hal yang diinginkan Ryouta sendiri. Masing-masing dari kami mengambil sisi dari Ryouta. Aku, Kuro mengambil sisi putih Ryouta yaitu orang yang baik dan ramah, sedangkan Shiro mengambil sisi hitam dari Ryouta yaitu orang yang nakal dan jahil. Karena itulah Ryouta tak memiliki Emosi dia memberikan semua nya ke pada kami kecuali kemarahan dan kesabaran."
_________________________________
__ADS_1