Eternal World

Eternal World
Chapter 67: awal mula badai besar


__ADS_3

"Tenang saja aku memilih Hana dan Hana juga memilihku dan aku hanya memilih 2 tunangan yaitu Hana dan untuk yang satunya biarkan menjadi sebuah rahasia."


"Sebenarnya aku di perbolehkan untuk berpoligami untuk memperbanyak keturunan dari klan tapi... Aku lebih memilih tidak mau sama sekali."


"Yah... Walau akhirnya kau akan mempunyai banyak istri kan Ryouta?" Sahut Iris


"Begitulah.... Tapi kenapa percakapan kita menjadi seperti ini?" Tanya Ryouta.


_________________________________


Beberapa bulan berlalu hanya di lalui dengan latihan, latih tanding dan mengambil misi. Ricky pun juga sudah tahu alasan nya melatih Yuki. Ryouta sendiri sibuk dengan pelatihan Yumi.


"Yumi sekarang Push up 500 kali tanpa istirahat."


"Hei bukan kah hari ini terlalu sedikit kakak?"


"Pelatihan terakhir sebagai bonus."


"Yumi.... Bagaiamana bisa dadamu tidak mengecil dengan latihan seperti itu?" Tanya Yuki.


"Lihatlah kakak sendiri bagaimana." Sahut Yumi


Saat di tengah-tengah pelatihan tiba-tiba tanah berguncang tidak tahu apa yang terjadi berselang beberapa menit awan mulai menghitam dan langit menjadi gelap. Suara dari orang-orang di istana yang ricuh tak terkendali terdengar. Mereka sudah pasti tahu tentang apa yang terjadi dengan semua ini dan tentu saja itu karena legenda.


"Legenda tentang kebangkitan demon god itu benar-benar terjadi." Gumam Ryouta


Ryouta beranjak dan berjalan pergi.


"Kakak mau kemana?"


"Aku ingin bertemu paman dan Raja tua." Jawab Ryouta.


”Tuan."


"Tuan."


"Ada apa Lisa,Sina?"

__ADS_1


"Bisakah kamu ikut tuan?"


"Tentu saja."


Ryouta mengangkat mereka berdua, Lisa dan Sina pun juga merasa senang disisi lain.


"Ternyata suami ku sangat pantas untuk menjadi ayah yang baik. Aku jadi tidak sabar."


"Hei kakak kalian saja bahkan belum menikah dan sudah menginginkan anak saja." Balas Starla tentang perkataan Clara sebelumnya.


"He.. apa salah nya Starla, jika saja Ryouta mau menikahi kita lebih cepat mungkin aku sangat senang." Kata Clara


Berpindah ke tempat Ryouta kali ini dia berjalan sambil tersenyum karena melihat Lisa dan Sina yang tak bisa diam. Bisa ku katakan sikap dan sifat dari Lisa dan Sina berlawanan, Sina anak yang datar dengan ekspresi yang sangat minus, ku akui itu dan Lisa seorang anak yang Hyper aktif, ceria dan bisa membuat orang-orang di sekitar nya tersenyum. Namun kembali ke Lisa, dia sep-


"Tuan bisakah kau berhenti tersenyum seperti itu, para pelayan dan Wanita yang lewat selalu saja wajah nya memerah. Rasanya aku ingin membunuh mereka karena sudah berani menatap mu tuan."


"Baik."


Sudah kuduga dia adalah anak yang overprotektif, dia seperti Yumi. Pikirkan ku berkecamuk semua tentang kebangkitan Demon God ini, aku takkan menduga begitu cepat.


Suara pintu terbuka.


"Oh... Kau Ryouta ada apa?" sapa raja Erza


"Baiklah kita akan pergi ke aula pertemuan."


"Hei... Kau, ah..."


Raja Erza tak bisa berkata apa-apa lagi, karena tujuan nya sama dengan Ryouta, yaitu ke aula untuk membahas tentang kebangkitan Demon God. Sesampainya disana para bangsawan berkeringat dingin mereka sangat takut tentang kejadian ini.


"Baiklah aku akan mengatakan bahwa kita akan mempersiapkan apapun jika terjadi perang dengan bangsa Iblis." Ucap Raja Erza


"Ta..tapi yang Mulia, kita bahkan belum ada persiapan."


"Apa kalian bodoh! Jika belum ada persiapan kenapa tidak dari awal terjadi hal itu! Kalian harus bersyukur bahwa pertemuan kita berselang beberapa jam dari bencana sebelumnya!" Teriak marah sang Raja.


"Yang mulia Raja Naz, kau pasti tahu kan letak istana inti." Tanya ku

__ADS_1


"Hm...bagaimana ya, sebenarnya aku sudah lupa di mana letak nya." Jawab sang Raja.


"Ada apa Ryouta?"


"Sebenarnya aku berencana agar para pemimpin dari seluruh kerajaan di aman kan di istana inti." Jawab ku untuk Raja Erza.


"Tapi aku kami bahkan tidak tahu dimana letak nya bagaimana bisa kau mencari nya." Tanya Raja Erza.


"Karena itulah aku akan pergi ke Pioggia untuk mengambil lencana."


"Lencana yang kau sebutkan itu apakah lencana turun-menurun itu? Lencana pelindung?" Tanya Raja Erza


"Benar paman. Baiklah aku akan pergi terlebih dahulu."


Saat keluar dari aula...


"Hai kakak."


"Kau mengejutkan ku Yumi."


"Nyinyinyi apakah ada orang terkejut dengan wajah datar seperti itu."


"Ada... Tentu saja itu aku. Jadi Yumi ada apa kau datang padaku? Apakah push up ku sudah selesai?"


"Tentu saja aku ingin ikut kakak."


"Memang kau tahu aku mau pergi kemana?"


"Tidak tahu."


"Lalu?"


"Aku firasat ku mengatakan bahwa kakak akan pergi, jadi aku buru-buru kesini untuk ikut."


Percakapan adik kakak itu di dengar oleh Clara dan yang lainnya, saat mereka ingin ke aula.


_________________________________

__ADS_1


__ADS_2