
"Benar Ayah dia sudah siap."
"Kalian dua orang bodoh, sudah ku bilang aku akan menjadi petualang bukan Raja."
Saat para bangsawan mendengar kata dua orang mereka merasa aneh, lalu melirik ke arah Raja Erza dan mendapati Raja terdahulu berdiri bersebelahan dan membuat mereka ketakutan dan sedikit terharu.
___________________________________
Ke esokan harinya para penyihir dan peneliti mencoba me riset semua hal yang di katakan oleh Ryouta kemarin dan hasil nya benar-benar membuat mereka terkejut. Apa yang di katakan oleh Ryouta tentang pohon itu semua benar adanya.
Disisi lain Ryouta menyuruh yang lain untuk berlatih lagi termasuk pangeran Vear yang benar-benar tidak ingin pulang karena ingin mengikuti Ryouta.
Sedangkan Ryouta sendiri melakukan kegiatan yang seperti biasanya yaitu Mengelilingi gunung berpuluh-puluh kali, tapi kali ini di ikuti oleh Yumi.
Setelah mereka berdua selesai, di perjalanan pulang Yumi meminta Ryouta untuk mengajari nya sihir, namun Ryouta berkata bahwa minta ajari dengan para perempuan.
Sesampai nya di depan di kamp mereka berdua melihat yang lain sedang latih tanding dengan para pahlawan, wa tentu saja yang paling kuat dan yang pasti adalah Kawanan Yuki, Starla dan perempuan lainnya.
"Sebelum aku membersihkan diri, apakah kalian ingin melanjutkan pertarungan yang belum selesai?"
"Tidak usah banyak bicara." Teriak Yuki
Tanpa Ba Bi Bu Yuki menyerang dengan kecepatan tinggi namun hanya di tangkis menggunakan 1 tangan oleh Ryouta. Sina lalu mengeluarkan nafas api di padukan dengan sihir angin dari Clara namun [Great Water Wall] Ryouta.
[Thunder Bolt]
[Water Ball]
[Ice Spike]
Serangan kejutan dari Lisa dan berhasil membuat Ryouta bergerak kedepan dan membuat nya lengah, hal itu di manfaatkan oleh Iris.
[Earth Elemental: Crystal core]
__ADS_1
*Duak...
Bola Crystal itu tepat mengenai perut Ryouta.
"Sepertinya aku harus serius."
[Death Rain]
"Gawat gunakan sihir perlindungan kalian!" Teriak Yuki.
[Body Enchant]
[Shield]
[Thunder Armor]
[Crystal Wall]
[Meteor Elemental]
"Kami memyerah."
[Cancel]
"Nah Yumi berlatih lah menggunakan sihir dengan mereka semua. Aku akan membersihkan diri."
"Tap-"
"Kebiasaan, selalu saja menghilang dan menyerahkan semua nya ke orang lain."
"Baiklah sebaik nya kita berlatih besok saja."
Ke esokan harinya Yuki dan yang lain nya melatih Yumi, sedangkan Ryouta sendiri pergi ke Guild menemui Laura untuk meminta misi.
__ADS_1
Saat Ryouta membuka pintu semua orang memandang nya namun Ryouta sendiri menghiraukannya, dia berjalan ke arah Marie dan bertanya.
"Dimana Laura berada?"
"Seperti biasa dia berada di atas, di ruangan nya."
Ryouta berjalan menyusuri tangga dan setelah beberapa langkah dia di hadang oleh beberapa kesatria dari Bangsawan Duke.
"Di larang memasuki tempat ini, karena seseorang yang' penting sedang berada di dalam."
Namun Ryouta tetap berjalan dan tidak menghiraukan mereka.
"Kau berani nya mengabaikan ku! Rasakan ini!" seru salah satu kesatria itu.
Ryouta hanya menendangnya ke bawah dan terus berjalan, hingga teman nya mencoba menebas Ryouta, hanya saja itu di tahan dengan sedikit Mana yang mengakibatkan pedang itu terbelah.
Saat dia memasuki ruangan Laura dia melihat 2 orang wanita di depan nya yang begitu sangat asing namun menarik karena mereka berdua memiliki rupa yang sama alias kembar. Sedangkan para kesatria seketika menghadang Ryouta namun Laura menyuruh si kembar untuk menghentikan prajurit nya.
"Ada apa Ryouta?"
"Aku ingin mengambil Misi."
"Ayolah bisakah kau duduk dan meminum teh sebentar?"
"Huh baiklah."
Setelah Menyediakan Teh, Laura tiba-tiba saja merebahkan diri nya di paha Ryouta yang membuat mereka keheranan. Lalu si kembar meneruskan pembicaraan nya.
"Seperti yang kau dengar Ryouta, mereka membutuhkan pengawal, jadi misi mu sekarang adalah pengawalan."
"Baiklah-baiklah."
_________________________________
__ADS_1