
"Jadi kau tidak tahu siapa yang kau peluk?"
"Yah begitulah aku hanya merasakan bahwa dia adalah kakak."
"Luar biasa."
Kata yang lainnya melihat itu, teman-teman Yumi saja kaget ketika melihat dia memeluk seseorang.
"Hai...Yumi apakah kau baik baik saja."
Suara yang menggetarkan perasaan Yumi, suara yang selalu dia ingin dengarkan sekarang orang itu sedang berada di pelukan nya dan dia takkan ingin melepaskannya lagi.
Yumi lalu menangis......
___________________________________
"hiks... hiks... Kau kakak yang bodoh, ka...kau meninggalkanku sendirian di sana."
"Maafkan aku Yumi aku tidak tahu harus bagaimana, aku bahkan bukan salah satu dari 7 pahlawan yang berarti aku juga terpaksa ikut kedunia ini, jika saja aku menuruti kata-katamu hari itu untuk tidak pergi, maafkan aku."
"Tidak jika saja Ryouta tidak ikut aku tak akan bisa bersamanya."
Ucapan itu spontan keluar dari mulut Yuki.
"Hiks.... Kak Yuki selalu saja curang jika berurusan dengan kakak jadi kali ini aku takkan membiarkan nya hiks.."
Orang lain yang mengenal mereka bingung ketika sifat 2 orang dingin yang di hadapan mereka saat ini sangat berbeda. Di pelukan Ryouta, Yumi menangis se kencang-kencangnya dan Ryouta berusaha menenangkan nya.
"Huaa.... Kakak bodoh...bodoh...bodoh ibu dan ayah sudah meninggalkan kita apakah kau juga ingin meninggalkan ku, apa karena aku hanya beban di hidup mu kau ingin meninggalkan ku kan Huaa...."
Yumi kembali menangis.
"Maafkan aku jika saja kau tak terpanggil maka aku akan mengalahkan Raja iblis secepatnya dan aku akan kembali secepatnya. Maafkan aku"
"Huaa...."
Tangisan Yumi makin kencang, hingga setelah beberapa saat dia berhenti dan menyembunyikan kan wajah nya di dada Ryouta.
__ADS_1
Bisikan dari 6 orang terdengar di telinga Yumi.
"Aku tau dia adiknya Ryouta tapi tetap saja aku iri."
"Benar itu benar."
"Aku ingin di peluk tuan juga."
Kata Lisa dan Sina.
"Kita sebagai calon istrinya harus mengalah."
Mata Yumi terbelalak ketika mendengar apa yang di katakan Yuki.
"Kita...Kita.. berarti apakah mereka semua."
"Kakak berapa istri yang kau punya!?"
"Tidak ad-"
"Kamu bertujuh." Potong Yuki.
"Yumi bolehkah aku melihat wajah kakakmu?"
"Boleh saja."
Dengan ketidakpekaan Yumi dia membuka tudung Ryouta seperti yang dikatakan 2 teman perempuannya. Sedangkan Yuki, Iris, Starla dan Arisa melarang namun sudah terlambat."
"Jangan!"
"Jangan!"
"Jangan!"
"Jangan!"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Ha....hai.. tampan."
Spontan membuat Yumi bingung apa maksud dari 2 temannya. Yumi lalu melihat wajah kakak nya dan melihat apa.
"Kakak tampan."
"Hah apa kau melupakan wajah Ryouta, Yumi!?"
"Hah apa? aku lupa karena kakak tidak pernah potong rambut semenjak 4 tahun lalu."
"Kakak Ryouta, aku ingin bilang bahwa saat pertama kali kami di panggil ke dunia ini, Raja brengsek itu ingin menjadikan Yumi selirnya dan memaksanya."
Kata teman Yumi yang bernama Hanako. Ryouta yang mendengar itu pun tiba-tiba saja mengeluarkan RedNight nya dari cincin ruang. Starla dan yang lainnya menyuruh Yumi dan teman-temannya berbalik dan menutup telinga.
"Kalian berbalik lah dan tutup telinga kalian. Cepaat!"
Vear hanya memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Ryouta, tanpa berbalik dia penasaran akan apa yang di lakukan Ryouta terhadap Raja itu, dia juga bingung dengan bentuk pedang yang di pegang oleh Ryouta.
*Tak..tak..tak...
Suara hentakan kaki yang bisa di dengar semua orang dan hawa membunuh yang sangat kuat membuat para jendral disana gemetar dan lemas, sedangkan para bangsawan tidak bisa bergerak ingin pingsan namun mata mereka di tuntut untuk melihat kejadian itu.
Ryouta sampai di depan singgasana Raja Morgan, Raja Morgan sendiri sama seperti para bangsawan ingin pingsan namun tidak bisa, perasaan seperti di tahan oleh sebuah bayang yang sangat besar.
Ditariknya Raja Morgan ketengah aula lalu menebas kaki, tangan sampai badan dan menyembuhkan nya dengan [Recovery].
"Arkh..... Sakit, tolong, tolong aku siap- arkh.... Henti...hentikaaaaan..."
"Tidak.....tidak maafkan aku, ma-akhhh.."
Jari jari Raja Morgan berjatuhan kelantai namun di sembuhkan dengan [Recovery] hingga jari-jari itu tumbuh kembali hingga jari-jari itu menjadi tumpukan yang membuat orang-orang yang melihat itu muntah.
Vear yang sudah pernah melihat penyiksaan saja harus berusaha menahan siksaan yang Ryouta berikan. Tanpa hati Ryouta memotong, menusuk, mengiris dan memenggal tubuh Raja Morgan namun tetap di kembalikan seperti semula.
"Baiklah sebagai penghabisan."
[Recovery]
__ADS_1
[Death Rain] ......
___________________________________