Eternal World

Eternal World
Chapter 60: Tidak asing


__ADS_3

Semua orang benar-benar kagum dengan langit yang selama ini menuangi mereka di kala malam tiba. Mereka terus berbicara sampai terlelap, sedangkan Ryouta hanya bisa berjaga sampai pagi karena sudah tidak bisa tidur lagi.


Serangga? Nyamuk? Ryouta menggunakan sihir untuk melindungi mereka dari itu. Ryouta selalu merawat pohon dan melindungi nya dengan sihir, walau saat dia tak berada di sini pun. Pohon rindang itu akan tetap terlindungi.


_________________________________


Cukup lama Ryouta memandangi langit dan bintang-bintang sambil menunggu sang fajar muncul ke permukaan.


[Control]


Ryouta menggunakan sihir [Control] untuk membuat para perempuan melayang tanpa terganggu. Sihir[Control] adalah sihir yang di gunakan untuk mengatur Mana untuk dijadikan hal yang di inginkan.


[Water]


Kegiatan sehari-hari untuk menyirami sebuah pohon. Pohon yang dia gunakan untuk hp sebagai tempat tidur... Mungkin. Sesaat setelah itu Iris terbangun lebih dahulu dan melihat Ryouta menyirami pohon di depannya.


Lo


"Kenapa tidak bangunkan kami saja?"


"Aku tidak terbiasa membangunkan seseorang, jadi biarkan mereka begitu terlebih dahulu."


"Baiklah lagi pula aku juga baru bangun. Ryouta apakah kau bisa buatkan aku gerbang seperti tadi Aimalam.... Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu."


15 menit setelah sekembalinya Iris dari istana.... Semua orang telah terbangun dan menyadari bahwa mereka sedang tertidur di luar ruangan dan mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Baiklah... Kalian pergi untuk bersiap, tenang saja kita akan berada disini sampai 7 hari kedepan."


"Benarkah-benarkan?"


"Hm...."


"Baiklah-baiklah, aku akan membawa kalian berkeliling kota."


"Sepertinya kau sangat sering kabur ya Arisa." Sanggah Yuki


Sanggahan Yuki berhasil membuat Arisa panik.


"Apakah ibumu tahu apa yang kau lakukan itu?"


"Ayolah Starla yang namanya kabur, sudah pasti ibunya tidak pernah tahu."


"Ryouta...?"


"Kakak...?"


"Ryo....?"


"Tuan ikut lah dengan kami."

__ADS_1


"Baiklah."


Seperti biasa Ryouta memakai topeng dengan tudung yang selalu di gunakan nya. Saat pertama kali menginjakkan kaki keluar dari gerbang istana, tiba-tiba mereka di berikan sebuah brosur tentang pertarungan di arena bawah tanah Guild.


"Bagaimana?"


"Tentu saja."


"Baiklah."


Sepergiannya mereka menuju guild, tampak luar orang-orang sepi, di dalam guild pula. Namun saat mereka menuruni tangga menuju ke arena bawah tanah. Betapa terkejutnya mereka saat melihat betapa banyak nya orang yang hadir di tempat itu, dari para petualang sama para pedagang dan rakyat biasa.


Mereka mencari tempat duduk dan betapa beruntungnya mereka dapat tempat duduk paling depan. Hingga leluasa melihat para petualang. Beberapa pertarungan berlalu dan mereka menyadari bahwa pertandingan ini dilakukan bukan secara terpilih, tetapi para peserta memilih sendiri musuh nya dari tempat duduk.


Sesaat seorang pria berambut orange, mengajukan diri dan memilih Ryouta untuk bertarung. Mau tidak mau Ryouta maju, karena para penonton terus melihat nya.


"Angin, ku percaya kan diriku padamu, dan pinjam kan aku pisau mu. [wind blade]"


Ryouta menggunakan 1 pedang Great Sword nya, tanpa merasa keberatan dia mengayunkan nya dengan mudah.


[Triple Slash]


Pisau angin dari pria itu pun bertemu dengan Slash Ryouta, namun sayang belum sempat benar-benar beradu pisau angin itu telah hancur dan serangan Ryouta membuat pria itu terpental dengan 3 tebasan yang terletak di dadanya


Sesaat setelah Ryouta ingin kembali, seseorang mengangkat tangan dan ingin bertarung dengan Ryouta. Sama dengan Ryouta dia menggunakan tudung, namun dia tidak menggunakan topeng. Dia mengeluarkan satu pedang nya, begitu pula Ryouta memasukkan Great Sword nya dan mengeluarkan pedang satu tangan nya.


Pria itu maju menerjang Ryouta tanpa menggunakan skill sekalipun, Ryouta yakin orang itu mengajak nya berduel murni hanya menggunakan pedang. Suara pedang yang beradu, bunga api yang bertebaran. Clara yang matanya sangat spesial terkejut hingga bergumam.


"Benar kakak, aku sendiri pun tidak bisa merasakan ada nya Mana di sekitar mereka."


"Mereka bahkan tidak menggunakan skill sama sekali." Ucap Iris dan Arisa.


Setelah perkataan Iris dan Arisa, Yumi menyela dan berbicara yang menyebabkan para wanita itu terkejut mendengarnya nya.


"Begitulah kemampuan kakak sebenarnya, seni pedang murni tanpa ada nya ikut campur dari hal asing dari dunia. Contoh nya Mana, Chakra atau pun Shinsu."


"Walau pun ini seni pedang, tapi kakak tidak menggunakan Seni pedang buatan nya sendiri sampai dia menggunakan katana."


Di tengah-tengah pertarungan mereka berhenti dan saling berdiri berseberangan.


"Baiklah saat nya kita serius." Kata-kata itu di ucapkan disaat bersamaan.


Pria itu lalu menggunakan kuda-kuda nya dan tak seperti diawal langsung menyerang. Ryouta yang melihat kuda-kuda itu terkejut, karena gerakan itu tidak asing di matanya. Begitu pula Ryouta, mengeluarkan RedNight nya.


"Hei.. apakah kalian tahu apa yang mereka ucapkan tadi?" Tanya Starla.


"Mungkin mereka akan berniat untuk tidak main-main lagi atau akan mulai dengan serius." Pertanyaan yang di ajukan oleh Starla dijawab lagi oleh Yumi.


"Benar, apa yang dikatakan kakak itu benar sekali. tadi aku mendengarnya walau tak terlalu nyaring. Tuan dan orang tuu berkata Saat Nya Kita Serius."

__ADS_1


Mendengar perkataan Lisa seseorang terkejut dan dengan spontan berteriak.


"Apa!? Mereka belum serius?"


Pandangan mereka berbalik dan terkejut.


"Vear?"


"Kalian?"


"Jadi itu benar-benar Ryouta, aku mencari-cari kalian karena melihat Ryouta di arena. Namun siapa sangka kalian berada tepat di bawah ku."


"Kau menjadi seorang pangeran yang suka berteriak-teriak ya." Celetuk Starla.


"Hm... Hm... Apakah kau yakin Starla bahwa ada orang yang menyukai nya? Mungkin wanita yang kita temui di kota itu juga akan meninggalkan nya. Aku turut berduka jika itu terjadi." Tambah Arisa. Wa


"Hiks... Hiks...."


"Hei hei.... Kau laki-laki dan sekarang kau menangis... Hanya karena itu? Ayolah aku hanya bercanda."


"Hiks.... Jangan bicara kan jodoh di depan ku, aku sangat sensitif terhadap persoalan-persoalan itu hiks..."


"Pangeran katak."


"Sungguh, pantas dengan gelar itu." Perkataan itu di ucapkan oleh Yuki dan di setujui oleh Yumi.


Beralih ke Arena


Pria itu terkejut melihat, sebuah katana dan alangkah lebih terkejut nya pria itu melihat Seni pedang yang di gunakan musuh nya tersebut.


"Itu.. apa aku tidak salah?"


[Winter Sword Art] Gerakan Pertama: Yuki hime


Sontak Arena tertutupi oleh salju, pikiran Ryouta sedang bercamuk dan satu patah keluar dari mulutnya.


"Cold wind killer. Baiklah."


[Moonlight Sword Art] Gerakan pertama: White Horizon


Salju-salju yang di sekitar Ryouta tersingkir dan membuat arena menjadi setengah bersalju.


[Moonlight Sword Art] Gerakan ketiga:Moon Slash


Pria itu diam seribu kata. Sekarang mereka yakin bahwa mereka berdua saling mengenal. Bertukar serangan selama setengah jam dan para penonton terpukau, membuat tempat yang di hadiri oleh Beratus-ratus orang terasa sepi dan hanya di isi oleh suara pedang saling beradu.


Membuat arena itu seperti orkestra, suara indah dari pedang yang beradu tak seperti biasanya. Namun seperti sebuah dentingan lagu dari sebuah alat musik yang membuat sebuah lagu tersendiri. Orang-orang yang mendengarnya merasa dilema untuk fokus mendengarkan suara indah itu dengan menutup mata atau melihat kemampuan dari 2 orang hebat di depan mereka.


Pertunjukkan berakhir, mereka berdua berhenti sebelum salah satu dari mereka kalah.

__ADS_1


"Temui aku di luar." Itu yang di ucapkan Ryouta dan di angguki oleh pria itu.


_________________________________


__ADS_2