
"Benarkah?"
"Seperti yang kau lihat, lalu kalian apa yang kalian lakukan disini?"
"Heheh aku tahu bahwa kau akan selingkuh jadi kami mengikutimu."
"Aku sedang mengambil misi dan Marie berapa hadiah yang ku dapatkan?"
___________________________________
"Untuk misi membasmi goblin adalah misi tingkat C dan imbalanĀ adalah 50 koin perak. Dan ini misi baru mu."
"Aku melaporkan bahwa di desa itu terdapat desa goblin dengan beberapa Hob Goblin dan 1 Goblin king."
"Apa!? Jadi kalian menghadapi king goblin? Bukan kah itu sudah termasuk Misi tingkat B."
Aku mengeluarkan kepala king goblin yang telah di bunuh oleh Yuki dan lainnya.
"Ouh? Imbalan mu di naikan jadi 1 koin emas."
"Terima kasih sekarang bisakah aku menyelesaikan misi ku?"
"Oh ya sekarang pun kau bisa."
Ryouta pun menghilang dan meninggalkan mereka semua lalu muncul di depan pintu Guild. Mereka yang di lantai dua berlarian keluar guild untuk mengejar Ryouta, namun saat di depan pintu guild mereka melihat Ryouta menunggu.
Misi mereka kali ini memburu Thunder Wolf dan peringkat misi nya adalah B. Sesampai nya di hutan, kami menemui beberapa serigala namun bukan yang kami cari. Kami menyusuri lebih dalam hutan dan akhirnya menemui gerombolan Thunder Wolf dengan dua pemimpin.
Saat aku dan yang lainnya ingin menyerang, aku melihat Salah satu Serigala itu menunduk dan satunya menyerang, kami berhasil membunuh kawanan Thunder Wolf yang menyerang.
Sedangkan pimpinan Serigala yang sebelum nya mendekat dan menggigit jariku, aku terkejut karena Thunder Wolf itu sendiri yang meminta kontrak darah.
__ADS_1
-----------------------------------
*kontrak darah bisa disebut juga kontrak Satu, karena sang hewan dan kontraktor akan berbagi apapun termasuk "Mana" maupun darah.
___________________________________
Cahaya keluar dari tubuh Raja Thunder Wolf tersebut dan bentuk tubuh nya berubah lebih besar lalu tumbuh 1 tanduk di dahi nya.
"Tuan sudah mempunyai yang baru apakah tuan akan membuang ku?" Ucap Lisa dengan mata berkaca - kaca.
"Tentu tidak."
"Tuan silahkan beri aku nama"
"Sekarang nama mu adalah Rox. Sekarang apa kau akan mengikuti ku atau tetap bersama kawanan mu?"
"(Aku akan ikut dengan mu tuan.)"
"Bisa kah kau merubah bentuk mu."
"Nah dia sangat tampan apakah kalian tak tertarik?"
"Hmm.... jangan mengelak, kau kira kami tak pernah melihat wajah mu hah. Jangan sampai kami meninggalkan mu atau akan lebih banyak wanita disini."
"Tunggu kami tak pernah melihat wajah Ryouta." Kata Iris dan Arisa
"Hm."
"Baiklah kita kembali. Dan Rox kenapa kau tak ikut menyerang ku tadi?"
"Aku tak tau tuan tetapi aku seperti tak bisa bergerak saat di hadapanmu. Dan tuan bisakah aku melihat wajah mu?"
__ADS_1
Aku pun membuka tudungku, aku merasa rambutku sudah lebih panjang.
"Hmm.... sepertinya aku harus mulai mengikat rambut."
"Rambut hitam yang selaras dengan mata nya dan wajah tampan itu, bahkan melebihi Rox."
"Tuan aku tak pernah melihat warna rambut hitam dan mata hitam seperti mu, juga rambut putih itu."
"Karena kami bukan dari dunia, rambut putih seperti ku memang sangat sedikit bahkan hanya beberapa orang. Jika rambut hitam sangat banyak di dunia kami tetapi jika rambut yang sehitam milik nya bahkan hanya beberapa orang saja."
"Tidak menurut ku sangat banyak orang dengan rambut putih seperti nenek dan kakek ku."
*Duaak
"Kau berani menyebutku tua."
"Aku tak menyebut mu tua, kau sendiri yang mengakuinya."
*Bukk
"Baiklah kita akan menyerahkan misi dan mengambil hadiah nya."
"Besok kalian akan berlatih dengan pemberat dan juga porsi nya akan ditambah menjadi 2 kali lipat."
"Apa!"
"Hmm..."
Keesokan hari nya waktu hanya di habiskan untuk berlatih dan juga para pahlawan menjadi semakin kuat.
Dan di hari selanjutnya Ryouta dan yang lainnya berpamitan dengan Raja dan Ratu, lalu pergi untuk ke mengambil senjata di tempat paman Dwarf.
__ADS_1
Disisi lain di kerajaan Ares...
___________________________________