Eternal World

Eternal World
13


__ADS_3

Aku menghindari serangan nya, lalu mundur beberapa langkah, dia menyerang lagi secara asal dan aku cuma menghindar saat aku merasa mulai bosan aku mengakhiri dengan memukul tengkuk nya hingga pingsan.


___________________________________


Aku yang sudah kesal karena perdebatan tadi langsung saja pergi meninggalkan tempat itu.


CLARA POV


Saat aku sedang berlatih bersama para prajurit tiba tiba ada mana yang membentang ke langit dan mana itu terasa familiar, bahkan sangat familiar untuk ku.


Aku langsung bergegas mengahmpiri itu, tempat mana itu berasal lumayan jauh karena berada di sekitar pusat kota.


Saat aku hampir sampai mana itu menghilang, aku berusaha mencari dimana tempat tadi dengan cara melihat sisa sisa mana dengan mataku.


Aku lalu sampai di sebuah gang, dengan seorang bangsawan terbaring pingsan dan seorang anak kecil DemiHuman yang terikat rantai di leher nya.


"Kenapa masih ada perbudakan disini, aku harus melaporkan ini ke Ayah dan membawa orang ini." Pikir ku.


Lalu aku menyapa DemiHuman itu.


"Halo.. sekarang kau bebas, kau boleh pergi kemana saja."


Saat aku ingin pergi ujung baju ku ditarik oleh DemiHuman ini, dia berkata dengan pelan.


"Bisakah kau membantu ku mencari orang yang menyelamatkan ku?"


"Kenapa kau ingin mencari nya?"


"Dia telah menyelamatkan ku, lalu aku ingin membalas nya dengan menjadi budak dan pelayan nya."


"Hmm kenapa kau sangat ingin menjadi budak nya?"

__ADS_1


"Aku berpikir bahwa dia orang baik dan dia juga membuat ku nyaman."


Aku berpikir dia adalah orang sama dengan orang yang sedang kupikirkan.


"Baiklah mungkin orang yang ku maksud, adalah orang yang menyelamatkan mu itu. Sekarang kau harus memanggil ku kakak dan namaku adalag Clara."


Anak kecil itu pun mengangguk, dan kami pun pergi ke istana.


____________________________________


NORMAL POV


Disis lain Ryouta sedang berada di depan toko pandai besi tempat dia memesan pedang sebelumnya.


"Paman apakah pedang ku sudah selesai?"


"Haha yo bocah pedang yang kau pesan itu sangat tajam bahkan saat aku mencobanya nya ke besi yang kemurnian nya tingkat menengah saja terbelah dengan sangat mudah."


Paman itu tak menjawab, tapi memberikan pedang itu kepada ku. Aku melihat warna merah pada bagian tumpul nya dan warna hitam pada bagian mata pedang nya.


"Bocah sekarang kau bisa mencoba pedang itu.


Aku memasang kuda kuda.


[Accel], [Slash]


_____________________________________


*Accel adalah skill percepatan dengan menggunakan mana.


*Slash adalah skill untuk membelah lawan secara Horizontal.

__ADS_1


------------------------------------


Besi besi yang digunakan untuk mencoba pedang itu terbelah dan bekas potongan itu sangat rapi.


Paman Dwarf itu pun mematung saat melihat nya.


"Hmm paman sepertinya aku akan membeli beberapa pedang biasa dan aku minta buatkan 20 pisau dengan dua mata, tanpa gagang. Jadi kapan bisa kuambil? Oh benar apakah kau bisa membuatkan ku sarung pedang untuk katana ku?"


"Hah! pesanan mu banyak sekali bocah, huh.. baiklah kau bisa mengambil nya dua hari lagi?"


"Paman aku akan menaruh 25 keping emas untuk uang mukanya"


"Bocah itu terlalu banyak!"


"Ambil saja paman!"


Aku pun lalu pergi berjalan - jalan lagi sebelum ke Guild Petualang, lalu sampai di depan guild aku membuka pintu dan menghampiri meja resepsionis,


Disana ada Marie aku lalu mengahampiri nya.


"Marie."


"Hmm yaa bolehkah  saya tahu nama anda tuan?"


"Ini aku."


"R...Ryouta."


"Bisakah aku mengambil kartu petualang ku?"


"Sebelum itu kau sudah di tunggu oleh Guild Master di ruangan nya, baiklah aku menuntunmu"

__ADS_1


___________________________________


__ADS_2