Eternal World

Eternal World
Chapter 03: Cahaya putih?


__ADS_3

*SEBELUM NYA


"Itu adalah Crystal pengujian untuk menguji dan mengetahui Elemen seseorang"


Kami melihat kemana raja mengarahkan matanya, lalu kami melihat sebuah bola Crystal yang ukuran nya setengah dari bola sepak.


___________________________________


kami melihat sebuah bola Crystal yang ukuran nya setengah dari bola sepak. Lalu Raja berkata cobalah Elemen kalian disana, aku juga ingin melihatnya.


Dimulai dari Ryu, Haruto, Akito, Araki dan diikuti oleh keempat perempuan lalu entah kenapa aku yang terakhir.


Saat Ryu maju bola Crystal tersebut mengeluarkan cahaya berwarna Kuning kecoklatan yang berarti Elemen nya Tanah.


Akito lalu maju, saat memegang bola Crystal, cahaya yang keluar juga Kuning tetapi itu seperti listrik menjalar yang berarti itu Elemen petir.


 


*Disini diskip sampai Yuki*


Saat Yuki maju Cahaya yang keluar ada tiga yang berarti dia akan memiliki tiga Elemen yaitu Biru, Kuning Terang dan Hijau.


Dan tentu saja Raja dan orang yang melihat itu Terkejut dan kagum.


Saat aku maju dan mencobanya Tidak terjadi apa pun, lalu beberapa saat muncul lah Cahaya putih  dari bola Crystal tersebut.


Raja pun juga kaget saat melihat ini, lalu berkata.

__ADS_1


"Sihir non Elemen!?" Serunya.


Aku pun bingung apa maksudnya, tetapi aku hanya diam dan kembali ke tempat ku berdiri. Lalu Raja berkata.


"Selanjutnya apa yang kau ingin Tuan Ryouta?"


"Mungkin aku akan tinggal kurang lebih enam sampai delapan bulan di istana, lalu aku akan mengembara dan melihat - lihat dunia ini."


Saat Yuki mendengar itu matanya berkaca - kaca lalu entah mengapa tiba tiba di tersenyum dan bersemangat. Entah apa yang dia pikirkan tetapi itu berhasil membuat ku merinding.


Keesokan harinya aku sedang berjalan jalan sambil melihat pemandangan di sekitar istana dan bertemu dengan anak dari Raja Erza, aku bingung apa yang harus dilakukan. Dia menunduk dengan hormat layaknya seorang putri, lalu memperkenalkan diri.


"Servámon Starla, kalau tidak salah kau tuan Ryouta bukan?"


 Aku membungkuk dengan hormat lalu membalas perkataanya.


"Benar tuan puteri nama ku Ryouta, tuan puteri tidak perlu menggunakan kata tuan pada ku, aku bukan pahlawan dan hanya orang biasa!"


"Ta..tap-"


Saat aku ingin mengatakan nya dia memotong perkataan ku.


"Tidak ada tapi - tapi jika tidak aku akan tetap memanggil mu dengan kata tuan."


"Huh.. baikalah tu- Starla"


Dia mengangguk lalu berkata.

__ADS_1


"Baiklah Ryouta kau ingin kemana?"


"Aku tersesat, mungkin aku akan ke perpustakaan lalu melihat para pahlawan berlatih?!"


"Baiklah aku akan menunjukkan jalannya dan ikut bersama mu"


"Terima kasih"


Saat berjalan aku bertanya kepada Starla apakah dia tak menganggap ku aneh, lalu dia berkata.


"Aku memang melihat mu seperti orang aneh dengan rambut yang menutupi muka, tapi aku yakin kau orang baik."


Aku berpikir bagaimana dia bisa seyakin itu, lalu aku menanyakan pertanyaan yang ada dalam benak ku.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?"


"Entah lah?"


Dia mengakat bahu nya, lalu tersenyum.


Saat aku sampai di perpustakaan aku sangat takjub dengan perpustakaan ini di karenakan ruangan nya yang sangat luas dan besar juga terdapat banyak buku.


"Starla dimana aku bisa mendapatkan buku sihir disini?"


"Hmm... tunggu aku ambilkan!"


Setelah beberapa saat dia datang dan membawa

__ADS_1


3 buku yang lumayan tebal.


-----------------------------------


__ADS_2