Eternal World

Eternal World
Chapter 66:Hah..?


__ADS_3

"Tenang lah. Seperti yang kukatakan aku dan Yumi bukan lah saudara kandung, walau terlahir dari dua orang yang sama. Pertanyaan nya kenapa? Karena seperti yang ku bilang sebelumnya bahwa klan Arazaki melakukan eksperimen kepada manusia dan aku salah satunya, seluruh DNA ku di ganti, mereka juga memasukkan jin ke dalam tubuh ku hanya untuk menjadi kan ku senjata hidup. Namun mereka tidak sadar bahwa dengan cara mengganti DNA ku membuat otak seseorang lebih cepat berkembang yang berarti kecepatan berpikir sudah di miliki walau hanya berumur 3-4 bulan."


_________________________________


"Setiap laki-laki memiliki dua pilihan tentang jin yang ada di tubuh nya. Yang pertama melakukan kontrak dan yang kedua menolak untuk melakukan kontrak yang berarti dia tidak akan mempunyai tambahan kekuatan dan yang ketiga adalah membuat jin itu jadi pemilik tubuh baru atau bisa dibilang menjadi jin itu sendiri."


"Tapi kakak, kau menyebutkan nya 3? Bagaimana dengan kakak?"


"ah... Maafkan aku Yumi. Aku membuat pilihan lain, aku lebih memilih mengalah kan jin tersebut dan mengambil energi kehidupan nya. Itu membuat kapasitas energi ku meningkat drastis dan tidak seperti orang pada umum nya, jika seseorang bisa berlari selama 60 menit tanpa henti, maka aku bisa 3-4 kali lipat dari itu, juga aku tidak menyangka karena hal itu kapasitas Mana ku juga berpengaruh."


"Bagaimana kakak bisa mengalahkan nya? Bukan kah dia itu bukan mahluk dari dunia ini maupun manusia?" Tanya Yumi


"Itu tidak sulit karena dia ada di dalam alam bawah sadar milik ku, aku bisa melakukan apa saja di sana." Jawab Ryouta sambil berjalan mencari tempat duduk.


"Aku tidak sadar sudah berada di taman istana." Kata Starla Asal.


"Benar, aku juga tidak sadar. Mungkin kau cocok menjadi guru Ryouta karena murid mu terhipnotis oleh kata-kata mu dan tanpa sadar mereka hanya akan mendengarkan kata-kata mu sampai lonceng berbunyi."


Pernyataan Yuki itu di setujui oleh semua orang karena itu sangat tidak salah.


"Hahaha jadi guru ya.... Mungkin kah aku akan memiliki hubungan dengan murid-murid ku yang cantik itu." Seperti biasa pikiran aneh dari Shiro mulai menjadi-jadi.


"Kakak.... A,,,,,


pakah kau menyukai hubungan guru dan murid!?" Dengan wajah dan aura menyeramkan Yumi bertanya kepada Ryouta.


"Tidak. Jawab ku singkat.


"Lalu kak Shiro? Apa yang dia ucapkan hah!? Dia juga bagian dirimu." Masih dengan wajah dan aura yang sama Yumi masih terus bertanya-tanya.


"Wajar saja dia begitu, karena yang ku berikan hanya emosi, bukan Sifat dan yang lainnya. Jadi dia berkemungkinan memiliki pemikiran sendiri. Tapi menurut ku berhubungan walau umur terpaut jauh tidak masalah."

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan Ryouta, Yuki menepuk jidat nya.


"Orang tidak peka ini, menambahkan Air dan minyak secara bersamaan ke dalam sebuah api. Sungguh bodoh."


*Bukk...


"Apakah kakak memiliki hubungan dengan guru di sekolah hah!? Jawab! Jika saja aku tahu lebih awal maka orang itu akan ku bunuh."


"Ahh Sebentar."


"Ada apa kak Yuki? Apakah kakak tahu sesuatu?"


"Aku bertanya kepada teman ku soal Ryouta."


"Hei.... Jangan menambahkan minyak kedalam api, hei!"


"Yuri berkata padaku, bahwa dia pernah melihat Ryouta sedang tidur berdua dengan guru wanita di ruang kesehatan."


"(Apakah kau tahu siapa guru itu?)" Yuki bertanya lagi pada Yuri


"(Jika tidak salah itu adalah Bu guru Hana, dia sering dipanggil oleh para pria Sepatu kaca yang dingin.)"


Mendengar jawaban dari Yuri, bahkan Yuki sendiri terkejut dia tahu siapa yang dimaksud sepatu kaca. Wajar saja karena guru itu sangat cantik dan semua orang mengenal nya. Melihat ekspresi dari Yuki, Yumi bertanya dengan nada nyaring.


"Apa yang di katakan oleh teman kakak?" Tanya Yumi.


"Ka..katanya dia pernah ti..tidur dengan guru kesehatan saat berdua di ruangan."


"Hahaha mungkin aku akan membunuh kakak terlebih dahulu... Agar aku dan dia akan bersama selamanya." Ucap Yumi dengan senyum dingin nya


"Hei hei kenapa kau jadi begini Yumi."

__ADS_1


Ryouta berusaha untuk menenangkan Yumi dengan segala cara.


"Kakak diam saja dan jawab pertanyaan ku, siapa guru itu!? Jika sudah pulang ke bumi lihat saja. Kulit wajah nya akan terpampang di depan pintu rumah. hihihihi." Mendengar apa yang di katakan Yumi semua orang merasakan nafsu membunuh.


"Aku sendiri saja tidak tahu."


"Nama gurunya adalah Hana!"


"Hana?"


"Hana?"


"Apakah itu bibi Hana?"


"Ya mungkin." Jawab Ryouta bingung


"Alasan kakak mau tidur dengan nya apa? Cepat katakan?"


"Pertama aku saja tidak tahu tentang itu, kedua dia adalah salah satu dari tunangan ku di bumi."


"Apa? Tunagan? Jadi alasan bibi tidak menikah karena menunggu kakak? Begitu? Juga salah satu?"


"Tenang saja aku memilih Hana dan Hana juga memilihku dan aku hanya memilih 2 tunangan yaitu Hana dan untuk yang satunya biarkan menjadi sebuah rahasia."


"Sebenarnya aku di perbolehkan untuk berpoligami untuk memperbanyak keturunan dari klan tapi... Aku lebih memilih tidak mau sama sekali."


"Yah... Walau akhirnya kau akan mempunyai banyak istri kan Ryouta?" Sahut Iris


"Begitulah.... Tapi kenapa percakapan kita menjadi seperti ini?" Tanya Ryouta.


_________________________________

__ADS_1


__ADS_2